Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Tuesday, February 4, 2014

Febby, the Innocent Seductress 2: Anal Untuk Febby

  • Cerita ini hanyalah Fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/kejadian/peristiwa maka itu hanyalah kebetulan semata.
  • Warning…!! Bacaan Khusus dewasa, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read For Your Own Risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!!!!!)
  • M’kasih buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini, untuk mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan untuk memposting cerita-ceritaku ^_^
  • Nggak lupa, makasih juga buat semuanya yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s u All he he he.
  • M’kasih banget buat someone yang sudah membantuku untuk merapikan Cerita (makacih ya Y^_^Y)
  • Say NO To Rape ,DRUG’S & Crime’s n Terorisme in The Real World.
  • Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.
**********************************

Febby

Satu hari dapat kulewati, dua hari, tiga hari, empat hari, lima hari, enam hari, tujuh hari berhasil kuredam gairah ini, kepalaku sering terasa pening dengan detak jantung yang tidak beraturan, aku juga terus menolak keinginan Mang Nurdin namun mang Nurdin seakan tidak pernah merasa lelah dan bosan untuk mengajakku kembali menikmati sebuah sensasi kemesuman, hampir setiap hari ia membisikiku dengan kata-kata cabul dan menatapku dengan tatapan mesumnya, dikala sepi ia sering sengaja mengeluarkan batang kemaluannya dari kejauhan dan mengacungkan-ngacungkan batangnya kearahku, ia terus mengincarku dan mencari-cari kesempatan. Seperti yang terjadi hari Sabtu itu, di sebuah tempat yang sepi, sebuah becak sengaja mencegatku hingga aku terpojok, aku menelan ludah. Dari atas sadel becaknya mang Nurdin mengeluarkan sesuatu, benda itu seharusnya tidak boleh terlihat di tempat terbuka yang sangat riskan bagiku dan dirinya, ahhh, benda itu begitu besar dan panjang, jantungku berdetak kencang sambil menatap batangan di selangkangan Mang Nurdin.

“Mang Nurdin, apa-apaan sihh…!!, nanti ada yang liatt…!!”

“tolong mamang Non, rasanya kepala Mang Nurdin sudah mau pecah…, Kepala ini rasanya pusing sekali Nonn…,silahkan naik Non…, silahkan…”

“ayo Naik Nonn….”

Karena aku tetap terdiam, Ia turun dari atas sadel becak dan memaksaku untuk naik ke atas becaknya dan mengantarku pulang. Di dalam becak aku termenung, aku sering mengalami gejala yang sama dengan Mang Nurdin, kepala pusing seperti mau pecah, gelisah, resah, seolah-olah ingin berteriak keras-keras untuk melepaskan semua beban berat yang menggunung didadaku, becak mang Nurdin melaju dengan cepat kemudian berhenti di depan rumahku.

“turun Non.. “

“tapi mang…, “

“tolong nonnn, sekali ini sajaaa, mamang benar-benar sudah nggak tahan..”

Mang Nurdin memohon kepadaku dengan tatapan mata yang memelas,aku menundukkan wajahku dalam-dalam, setelah merantai roda belakang becaknya pada pagar rumahku ia mengekoriku dari belakang hingga masuk ke dalam rumah dan mendorongku hingga terjengkang di atas kursi sofa panjang di ruangan tamu. Ohhhh….ia memelorotkan celana boxer dan celana dalamnya sekaligus, dengan santai Mang Nurdin memperlihatkan batangnya untukku, ia bahkan menawarkan untuk menyentuh benda itu kepadaku yang sedang menatap batang miliknya.

“mau megang non ??”

“ehh.., nggak usah mang…, “

“ayooo, pegang.., nihhh titit Mang Nurdin buat Non Feby…”

“seremm mang..”

“lho.., koq serem ?? “

“yaaa…,abis gede mang…takut megangnya… “

“yeee.., justru yang gede-gede yang mantap…ayoo dipegang…”

Akhirnya dengan memberanikan diri kuulurkan tangan kananku untuk menyentuh batang panjang di selangkangan Mang Nurdin. Nafasku semakin memburu saat telapak tanganku mengelus-ngelus batang kemaluan miliknya yang hangat berkedutan seperti hidup.

“dikocok nonnn… “

“glukk.. glukk ceglukkk…”

Beberapa kali aku menelan ludah, kuberanikan diriku untuk menggenggam batangnya, sangking besarnya, telapak tanganku tidak sanggup untuk menggenggam penuh batang besar itu, kuremas dan kutekan batangnya ke bawah kemudian kutarik batang mang Nurdin ke atas kemudian kutekan lagi, begitulah gerakan tanganku yang semakin lancar mengocok-ngocok batang kemaluan Mang Nurdin. Aroma khas itu semakin kuat tercium oleh hidungku, kuhirup dalam-dalam nafasku aroma itu. Anehh…rasa pusingku di kepalaku hilang, apakah mang Nurdin mengalami hal yang sama, terbebas dari rasa pusingnya.

“Masih pusing mang ??”

“Enggak…, kepala Mang Nurdin sudah agak baikan.., “

Mang Nurdin duduk bersandar dengan santai, kedua kakinya mengangkang lebar, posisiku bersujud disamping paha kanannya, tangan kananku mengusap-ngusap lututnya kemudian merayapi paha Mang Nurdin, kutatap dua buah zakarnya, ujung jariku menyentuh buah sebelah kiri, dengan menggunakan jari telunjuk dan jempol aku mencoba mencapit bola itu, ada sesuatu yang keras seperti biji salak.

“Auhhh…”

“e-eh.., sakit ya mang ??“

Aku buru-buru melepaskan capitanku,rupanya aku terlalu keras mencapit bijinya.

“ngilu Feby Sayanggg…”

aku hanya tersenyum sambil mengelus kepala kemaluannya, kugenggam dan kukocok-kocok batang kemaluan Mang Nurdin dengan agak kuat, ada lelehan cairan berwarna putih bening yang meleleh dari mulut penisnya, ia menarik dan menekankan kepalaku kearah batang yang mengacung itu.

“dukkk.. dukkk dukkkk.. dukkkk…!!”

Detakan jantungku semakin menghebat rasanya seperti ada yang menggedor-gedor dadaku dari dalam, aku memejamkan kedua mataku dan membuka mulutku untuk menelan sosis besar yang terasa asin itu. Kututupkan mulutku saat benda itu sudah di dalam, bibirku gemetar saat menjepit batang Mang Nurdin. Untuk beberapa saat aku hanya terdiam dengan sebatang penis besar yang tertancap di dalam mulutku, kurang lebih 5 menit kemudian kugunakan ujung lidahku untuk menoel-noel mulut penis Mang Nurdin. Ada sebuah sensasi tersendiri saat aku mendengar suara desahan dan erangan Mang Nurdin, aku semakin sering menoel mulut penisnya.

“emmmhh. Nyemmmmhhh.. .. mmmhhhh…”

Kuhisap-hisap batang mang Nurdin, lidahku semakin berani bergerak memutari kepala penisnya yang berendam di dalam mulutku. Aroma khas itu semakin mengasikkan untukku, bau alat kelamin mang Nurdin membuatku semakin lupa diri, melupakan siapa aku, siapa dia, pokoknya melupakan segalanya.

“hisappp terusss, yang kuat…arrrk..Febyyyyy…”

Aku tidak mempedulikan saat ia menjambak rambutku, yang ada hanyalah nafsu untuk menghisap-hisap batang besar itu, kuhisap kuat-kuat hingga Mang Nurdin mengerang keenakan. Benda besar itu berkedutan di dalam mulutku,aihh..?? apa ini rasanya ada cairan panas yang mirip dengan jus lidah buaya mengisi rongga mulutku, entah kenapa batang besar itu mengkerut dan terkulai lemah.

“uhukk.. uhuekkkk…., uhukkkkk…, uhukkk, huekkk…”

Aku terbatuk sambil memuntahkan cairan sperma Mang Nurdin, ia tersenyum lebar sambil meremas payudaraku sebelah kanan dan meraih tubuhku untuk duduk di atas pangkuannya dalam posisi saling berhadapan. Jarinya menyeka lelehan sperma di bibir dan daguku, cairan sperma yang bau dan kental itu menempel di jari telunjuknya.

“duh nonn, sampe belepotan gini…, nih ammm…”

Aku menarik kepalaku ke belakang saat jarinya yang berlendir mengejar mulutku. Kugelengkan kepalaku sambil kembali terbatuk dan berdehem, ia ingin agar aku menjilati sisa sperma yang menempel di jari telunjuknya.

“nggak mau ah, eneg”

“bukan eneg, Non Feby belum biasa aja nelen peju mamang, tar kalau sudah biasa juga malah ketagihan loh…,”

“idih.. boro-boro ketagihan.., jijik…”

Aku cemberut, sedangkan ia terkekeh sambil menarik kaos T-shirt berwarna coklat muda yang kukenakan hingga terlolos melalui pergelangan tanganku. Tangannya melingkar kebelakang dan melepaskan pengait bra yang kukenakan, perlahan-lahan ia menarik lepas bra yang kukenakan, matanya menatap sayu pada buntalan payudaraku yang sekal padat.

“berapa sih seliternya non ?? “

“apaan ?? “ aku masih belum menangkap maksud pertanyaannya.

“ini nih , susunya “ ia cengengesan meremas payudaraku.

“emang susu sapi…, nihhh..”

Kucubit dada Mang Nurdin, untuk memberinya pelajaran.

“aaa-aaa…, yee , nyubit…, tar mamang gigit susunya loh..”

“aww.., jangann mangg, JANGAN..!! aaa….”

Tanganku menahan kepalanya, ia tertawa saat aku menjewer kupingnya.

“mang, jangan main gigit-gigitan atuh, gimana sih…, kan sakit.., gimana sih mang Nurdin, ngak kira-kira….dll. dsb dst”

“ooopppp… oppppp….”

Ia meletakkan jari telunjuknya dibibirku.

“buset non .., panjang amat ngomelnya kaya kereta api…”

Dengan gemas ia memangut bibirku, aku masih diam karena agak kesal, ia kembali memangut bibirku. Aku masih juga diam, aku menepiskan tangannya yang meremas induk payudaraku, matanya yang mesum bertatapan dengan mataku sebelum akhirnya bibir mang Nurdin kembali hinggap di bibirku. Aku mulai membalas pangutannya, kudesakkan batang lidahku kedalam mulutnya, ia menghisapi batang lidahku, menyenangkan sekali rasanya saat ia menghisapi lidahku dengan rakus. Aku menarik lidahku dengan emutannya, mulut Mang Nurdin langsung mengejar dan mengulum bibirku, kedua tangannya meremas-remas induk payudaraku yang semakin membuntal, ciumannya merambat menjelajahi rahang, dagu, leher, pundak dan bahuku.

“aahh.ahhh mangg Nurdhinnnnn.. nnnhhhhhh…” aku merengek keenakan saat ujung lidahnya menjilat puting susuku, ada rasa basah dan rasa hangat yang terasa saat batang lidahnya membasuh puncak payudaraku

Aku melenguh pelan, mulutnya mencucup puncak payudaraku dan mengenyot-ngenyot dengan lembut, tangan kiriku memegangi belakang kepala mang Nurdin sementara tangan kananku mengusap-ngusap kepalanya. Bibirku mendesah dan merintih-rintih kecil menikmati hisapan-hisapan mulutnya pada puncak payudaraku. Lumayan lama ia menyusu bergantian di kedua payudaraku, kubiarkan ia mengenyoti susuku sepuas-puasnya.

“nahhh…, sekarang Feby duduk di sini ya…”

Aku didudukkannya di atas sofa sedangkan ia berlutut di hadapanku, tangannya menarik turun dan meloloskan celana jeans berwarna biru yang kukenakan. Tinggallah celana dalam berwarna pink yang melekat menutupi bagian terintim dari tubuhku.

“Feby sayanggg, mang Nurdin liat memeknya ya….”

“jangan mang.., nggak boleh…” aku menolak keinginannya.

“ngintip dikit ajaaa.. yaa….”

“enggak ahh, enggak…”

“Cuma liatt.., nggak akan diapa-apain koq…, boleh ya…” ia terus mendesakku dengan berbagai cara, akhirnya aku mengangguk.

“tapi janji ya mang, cuma liat…, ngak boleh pegang-pegang…” aku memastikan lagi janjinya sebelum celana dalamku melorot.

“iyaaa…, mang Nurdin janji…..”

Aku berusaha menahan kegelisahan saat tangan mang Nurdin merayapi permukaan celana dalamku. Kedua tangannya menarik celana dalamku, kupejamkan kedua mataku saat celana dalamku melorot turun melewati paha, lutut kemudian terjauh di ujung kakiku.

“Anjinggg….!!” hanya makian kasar itulah yang keluar dari mulut Mang Nurdin, matanya membeliak memelototi kemolekan vaginaku

Kutepiskan tangannya yang merambat naik hendak menjamah permukaan vaginaku, kedua tangan mang Nurdin mencekal pergelangan tanganku yang kiri dan yang kanan.

“ee-ehh , MANGG, akhhh tadi.. aww kan tadi janjihh.. ouhhhhh…”

Aku terpekik, terkejut setengah mati saat ia membenamkan wajahnya pada vaginaku. Kecupan-kecupannya menjelajahi permukaan vaginaku yang berjembut tipis, aku menarik tanganku dan kutendang bahunya hingga mang Nurdin terjatuh ke belakang

“MANG, tadikan mang Nurdin sudah janji ngak akan pegang-pegang…!!” aku sewot karena ia melanggar janjinya.

“lhaaa ?? emang mang Nurdin megang-megang memeknya Non Feby..??”

Aku terdiam sambil manyun, kata-kata mang Nurdin ada benarnya juga.

“tapi manggg Auhh, j-jangannn.. awwww…”

Mang Nurdin menyambar pergelangan kakiku kemudian merenggangkan kakiku.

“sslllcckk ckk muah muahh, udah lama mamang pengen liat dan nyiumin memek Non Feby, siapa sangka hari ini impian mang Nurdin menjadi kenyataan, muahhh.., cupp cupp muahhh…!!”

Tanganku berusaha mendorong kepalanya, kucakar wajahnya hingga pipinya luka tergores oleh kuku-ku. Mang Nurdin malah tertawa. Kedua kakiku melejang-lejang kuat berusaha untuk lepas dari cekalan tangannya. Aku semakin panik dan menjerit keras saat mulutnya terbuka lebar dan mencapluk belahan vaginaku.

“MANGGG…!! Auhhhhhhhhhhhh…….!!”

Tubuhku tersentak oleh rasa kaget sekaligus rasa nikmat saat ia mengunyah vaginaku, rasanya tubuhku seperti dipanggang oleh rasa nikmat yang selalu kucari-cari dalam khayalan liarku. Entah kenapa tenagaku seperti menguap habis, kedua kakiku berhenti bergerak, punggungku jatuh ke belakang, kepalaku berbaring pada lengan kursi dan tubuhku terbujur dengan kedua kaki dikangkangkan olehnya. .

“nnh nhhhh.!! Nnnnhhhh…, ohhh..?? !! manggg… “

Aku menatap kearah selangkanganku dengan malu kuhentikan rengekanku,rupanya sambil mengerogoti Vaginaku kedua mata mang Nurdin tak pernah lepas mengawasiku, ia semakin hebat menggerogoti vaginaku seakan sedang memaksaku untuk kembali merengek. Aku mencoba bertahan dan terus bertahan, ia menggeram dan memangut-mangut, mengecupi bukit mungil di selangkanganku dengan liar.

“ahhhhhhh… nnhh nhhhh..! nnnhhhh… awww…!!”

Berkali-kali mulut Mang Nurdin menghisap kuat-kuat vaginaku. Rasa nikmat membuatku terhanyut, tanpa kusadari aku kembali merengek dan mendesah kecil, kupalingkan wajahku ke arah lain. Aku tidak sanggup lagi beradu pandang dengan tatapan matanya yang mesum, bulu kudukku pun berdiri saat mang Nurdin melepaskan kaki kiriku, tangan kanannya kini berusaha menggapai gundukan payudaraku.

“ohhhhhh.. aaaaa, ennnhh.. nnnnhhh…!!”

Tubuhku menggelepar-gelepar disergap oleh rasa nikmat. Tangannnya mengusap-ngusap puncak payudaraku kemudian mencubit puting susuku yang runcing. Batang lidahnya membasuh jembut tipisku hingga vaginaku terasa hangat dan basah oleh air liurnya. Aku merintih saat mulutnya kembali menangkup belahan vaginaku, ia mengenyot beberapa kali lalu mengunyah belahan vaginaku. Aku semakin tersiksa oleh gairahku yang membara, aku merintih seperti seorang gadis binal yang liar.

“ahhhh..!! crrrutttt.. crutttt…”

“srruphhh.., nyemmm srrupphhh he he he…srrupphhhh”

Mang Nurdin menyeruput cairan vaginaku, di sela suara kekehannya aku dapat mendengar suara seruputan mulutnya. Kutarik nafasku dalam-dalam untuk mengatur detak jantungku yang tak beraturan, tubuhku menggelinjang.

“wah Non.., nantangin banget posisinya , wahh…”

“ohhhhh, Mangggggg….”

Mang Nurdin menangkap payudaraku kemudian ia meremas-remas induk payudaraku. Kupasrahkan tubuh mungilku untuk digerayangi oleh Mang Nurdin, tengah asik-asiknya ia mengelusi susu, pahaku dan meremas selangkanganku tiba-tiba kami berdua dikejutkan oleh suara seseorang yang membuka pintu pagar rumahku. Tanpa dikomando aku dan mang Nurdin memunguti pakaian kami yang berserakan di atas lantai kemudian berlari kearah anak tangga.

“manggg…,cepat keatas mangg…, sembunyi di kamarku..!! aduhh, itu manggg.. itu..bajunya ketinggal…”

Dengan cepat ia memungut baju kaosnya yang tertinggal. Aku dan mang Nurdin semakin panik menaiki anak tangga saat mendengar suara langkah-langkah kaki mendekati pintu rumah dan seseorang memutar kuncinya. Cklekk…, aku buru-buru menutupkan pintu kamarku, kami berdua berusaha menenangkan diri, kusuruh mang Nurdin untuk bersembunyi di dalam lemari pakaian. Setelah mengenakan kaos Tshirt dan celana blue jeansku kembali, kurapikan rambutku yang acak-acakan dan kemudian aku turun ke bawah.

“ehhh…, Ci Debbie….., koq pulangnya lebih cepat sih ?? biasanya kalau hari sabtu jam 3.30an cici baru pulang he he he he”

“iya nihhh…, sebel…, dosennya tadi ngak datang.., mana udah nungguin 1 jam lagi di kantin…, ehh iya , tadi ci ci beli es campur…,gimana ?? dingin ngak ??”

Ci Debbie menempelkan kantung plastik di jidatku. Aku tertawa kemudian mengekorinya ke dapur. Ekor mataku melirik ke arah kursi tempat di mana kemesuman itu baru saja terjadi, hahhh?? apa itu?? waduhh gawat.!! celana dalam Mang Nurdin masih tertinggal. Aku lewat, pura – pura untuk membereskan meja dan Tukkkk…, ujung kakiku menendang celana dalam dekil itu hingga nyungsep ke bawah meja.

“Febyyyy….”

“iya Cii…, I’m cuming he he he he”

“beli di mana sih cii…, enak…^_^”

“di jalan xxxx…,baru buka kemarin lusa, kata orang es campurnya lebih enak dari yang dijalan xxxx.., makanya cici nyobain beli empat bungkus.., ehh ternyata bener , enak.., gimana ??”

“iya ci lebih enak yang ini lagi, sruuuppphhh.. sruppphhhhh…”

“kamu koq keringatan gitu sih??”

“hemm ?? agak gerah cii…, cuaca hari ini kan panas menyengat…”

“loh, di luar hujan gerimis koq…”

“ahh, masaaaa ?? aku ngak tau cii, tadi aku baru bangun tidur… “

“ooo…gitu, srrrupphhh.. sruuppphhhh”

Entah kenapa suara sruputan yang terdengar membuatku semakin gelisah. Kukulum senyuman nakalku, kutepiskan segala pikiran kotor itu, dengan terburu-buru kuhabiskan semangkuk es campur yang tersaji diatas meja makan. Aku pura-pura menguap, untuk melepaskan beban nafsu yang tiba-tiba menggunung.

“Hoammmm…, Cii…, aku ngantuk.., “

“Hah? nggak salah?? bukannya baru bangun tidur.. ??”

“yaaa.., kan ujan ci, paling enak buat tidur he he he…”

“iya juga sihhh.. emmmmhhh.., cici juga jadi ngantuk nih…”

“sudah ciii.., sini sama Feby aja.., cicikan baru pulang , istirahat gih..”

“duhhh.., adikku memang paling baikk muahhhh…, cici bobo dulu yach”

Ci Debbie mencium pipiku kemudian ia masuk kekamarnya, setelah mencuci mangkuk. Aku sedikit membuka pintu kamar ci Debbie, ciciku tertidur pulas dibalik bed cover, dengan berjingjit-jingjit aku menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarku.

Bang Nurdin

“lagi ngapain mang?“ aku agak tersinggung melihat mang Nurdin tengah mengacak-acak lemariku.

“ehhh.., ini Nonn, iniii… “

Aku tersenyum geli, celana dalamku membungkus batang penisnya.

“ini nonn, celananya…, maaf , mamang nggak tahan tadi, ini.. eummm” Mang Nurdin mengembalikan celana dalamku ke dalam lemari pakaian.

“nggak tahan?? apa yang nggak tahan mang??“ aku menggodanya, kukerlingkan ekor mataku untuk menggodanya..

“aduhhhh, Feby nakal amatttt…”

“pssstttt…., bicaranya jangan keras-keras mang, ada Ci Debbie..”

“Non Debbie lagi ngapain ?? “

“lagi bobo….”

“wah sayang sekali..”

Mang Nurdin mendesah kecewa.

“Emang napa mang ?? “

“tadinya sih mau mang Nurdin ajakin threesome he he he..”

Ia tersenyum saat aku memasang tinjuku didepan wajahnya. Kaus T-shirt dan celana jeansku kembali terlepas akibat kenakalan tangan mang Nurdin. Dengan mudah mang Nurdin mengambil posisi 69 , tapi anehnya posisi itu dilakukan sambil berdiri.

“aduh-duh manggg, jatuh nihh, jatuhhh…”

“nggak akannn, kan ada mamang yang pegangin…, pegangan ke pinggul Mang Nurdin.. aja kalau Feby takut jatuh… he he he he…”

Kulingkarkan tanganku membelit pinggang mang Nurdin, rasa takut membuat otakku buntu. Aku baru tersadar, wahh, dalam posisi 69 sambil berdiri, ini artinya vaginaku?? Ohhh.., akhhhh, perlahan dan mesra batang lidah mang Nurdin menjilat belahan vaginaku seperti tengah menjilat hidangan terlezat.

“wahhh, asekk.asekk.. nyumm sllcckkk sllcckkk.. emmmm, nyott”

“adu-duh mangggg…, udah mang, udah.. awww..”

“jangan berisik, nanti Non Debbie bangun he he he,, nyummm.. mummmh”

Aku menggigit bibir bawahku agar desahan dan rintihan itu tidak keluar dari mulutku. Dalam posisi ini vaginaku menjadi bulan-bulanan mulut Mang Nurdin, kakiku melejang-lejang di atas kepala mang Nurdin karena rasa nikmat. Aku mendesah pelan agar suaraku tidak terdengar keluar kamar, batang lidahnya mengorek-ngorek belahan vaginaku kemudian mengulas-ngulas kerutan duburku.

“manggg??” Aku kaget saat ujung lidahnya menekan kerutan anusku.

“Bukan cuma memek yang lezat , bool Non juga nikmat rasanya he he he..”

“ahhhh.. hmmmpphhh…crrrr crrrrrrrrr”

Dengan telapak tangan kututup mulutku saat vaginaku berdenyutan, pahaku menjepit kuat-kuat kepala mang Nurdin. Rasa nikmat mengguyur tubuhku seiring dengan butiran peluhku yang semakin banyak membanjir, kedua tangan ku terkulai terjuntai dengan lemas. Mulut Mang Nurdin menjilati belahan vaginaku dan menyeruputi cairan vaginaku. Aku tambah kelojotan saat mulutnya mengemut bibir vaginaku, berkali-kali aku dibuatnya menggelepar menikmati puncak klimaks hingga tubuhku serasa lemas.

“Blukkk…” tubuhku dijatuhkan oleh mang Nurdin keatas ranjang, aku bergulingan menjauhinya, cukup sudah kenikmatan ini kurasakan. Kupeluk gulingku kuat-kuat saat Mang Nurdin naik dan merangkak menghampiriku dengan kasar ia merengut guling yang sedang kupeluk. Aku hanya terdiam saat mulutnya mengejar payudaraku sebelah kiri, aku meringis tertahan, hisapan-hisapannya kini cenderung kasar, mulutnya mencapluk puncak susuku dan mengenyot-ngenyot dengan liar, tangannya menangkup vaginaku dan meremas-remas gundukan mungil selangkanganku..

“hsssshhh. Hssshhhhh…” aku mendesis, aku sudah puas, amat puas malah, namun tampaknya mang Nurdin masih belum puas menikmati tubuhku

Kubiarkan ia menggeluti tubuhku yang sudah basah mandi keringat, keringat mang Nurdin bercampur dengan keringatku saat ia menaiki tubuhku dengan posisi wajahnya terbenam di antara belahan payudarakuku. Kurapatkan kedua kakiku rapat-rapat untuk mencegah hal-hal buruk yang kutakutkan. Aku takut oleh batangnya tapi aku juga semakin ingin menghisap benda hitam yang besar dan panjang itu, aku malu untuk mengatakannya, mana mungkin aku meminta langsung kepadanya, lumayan lama mang Nurdin menyusu sambil meremas-remas vaginaku.

“kayanya Feby pengen ngisep titit mamang ya…”

“ah ?? enggak koq mang…” aku berusaha menyembunyikan hasrat di dadaku, entah bagaimana caranya ia menangkap hasratku yang semakin menggebu-gebu.

“enggak mangg, ngak usah , e-ehhh…”

Selangkangan Mang Nurdin naik ke wajahku, benda besar itu tergantung dengan indah di hadapan wajahku.

“nggak usah bohonggg, mang Nurdin tahu koq, apa yang diinginkan oleh Febyy.., nih mamang kasih titit, tapi inget.., harus ditelen pejunya ya ??”

“ha-ufffhhh , hmmm.. mmmm”

Aku membuka mulutku saat mang Nurdin menjejalkan batang besar di selangkangannya. Aku meronta saat mang Nurdin menekankan batang hitamnya sedalam mungkin ke dalam mulutku, mataku membeliak dan pandangan mataku agak nanar. Ujung penis mang Nurdin tertanam masuk ke kerongkonganku, aku mencubit-cubit bokong mang Nurdin agar ia mencabut batang kemaluannya, semakin keras cubitanku semakin dalam pula mang Nurdin menanamkan benda besar itu ke dalam mulutku, sayup-sayup aku mendengarnya berkata.

“nahhh…, ini yang namanya deepthroat , Feby harus sering belajar supaya biasa..”

Aku tidak dapat bernafas dengan sebatang penis yang menancap dikerongkonganku.

“Ahaakkk…., uhukkk… uhukkk“ aku menggeleng-gelengkan kepala sambil terbatuk, kedua tanganku menggenggam batang penis mang Nurdin. Sesekali aku masih terbatuk dan berdehem kecil, kuremas batang miliknya sambil menghisap-hisap ujung benda itu yang bentuknya mirip kepala rudal, kuhisap kuat hingga benda itu memuncratkan cairan sperma didalam mulutku. Aku hendak memuntahkan cairan bau itu namun mang Nurdin melintangkan jari telunjuknya di depan bibirku, disertai sebuah ancaman.

“telan…, atau nanti dideepthroat lagi sama mamang..”

“glek.. glekk.. glekkk…” aku menelan sperma mang Nurdin, aroma sperma semakin menyengat saat aku berusaha menarik nafas, jari telunjuk dan ibu jari kanannya menekan kedua sisi pipiku , ia memaksa untuk membuka mulutku.

“gitu dongg, nih sisanya abisin,he he”

Tangan kanannya mengurut-ngurut ujung penisnya, lelehan pejunya yang tersisa masuk kebdalam mulutku, dan aku kembali menelan peju mang Nurdin.

“sudah mangggg…cukup…” aku merintih lirih saat ia membalikkan tubuhku.

“iyaaa.., sudahhh…, mang Nurdin cuma mau mijitin aja koq, Feby pasti cape..”

Ia menduduki bokongku, telapak tangannya bergerak mengurut lembut dari pinggang ke punggung, ahh, rasa pegalku sedikit terobati, aku menari nafasku dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan sesuai dengan instruksi Mang Nurdin.

“enak ?? “

“emmm.., enak manggggg…, “

Jari jempolnya menusuk daerah antara pinggang dan gundukan pantatku, kemudian menekan dan memijit-mijit disekitar situ dengan teratur, kedua mataku terpejam-pejam menikmati pijatan – pijatan Mang Nurdin yang merambat mulai dari bokong, pinggang, punggul, lengan, kaki dan merambat naik kembali ke atas ke arah punggung, rasa pegalku yang menyiksa tubuhku terusir oleh pijatannya.

“He he he.., Mangggg….” aku terkekeh saat sambil memijat bibir mang Nurdin menggeluti tengkukku

Aku merasa nyaman ketika mang Nurdin menindihku dari belakang, entah kenapa aku merasakan rasa aman berada di bawah tindihan tubuhnya yang tinggi besar. Kata-kata kotor dan mesum dibisikkan di telingaku. Kedua tangannya mencari dan menangkap sepasang payudaraku, aku memejamkan mataku menikmati remasan-remasan lembut mang Nurdin. Kami berdua tertidur kelelahan, hari itu terasa begitu indah, hari pertamaku berbugil ria bersama mang Nurdin, polos tanpa selembar benangpun yang menempel di tubuhku dan tubuhnya yang tinggi besar. Aku membalikkan tubuhku dan membalas pelukan mang Nurdin, aku tertidur di bawah tindihan tubuhnya. Aku gelagapan saat HPku berbunyi dengan nyaring, kugeliatkan tubuhku dibalik bed cover, hatiku terasa hangat, sehangat tubuhku ?? ehh.., astaga ada orang yang menindihku, ahhh, gila…,rupanya Mang Nurdin masih menindihku, kutepuk-tepuk pipinya, sambil berbisik keras.

“mangg , BANGUNG MANGG…”

“euhhh…, emmmhhh..hoaaammm. MMMFFHHH….”

“pssstttt. Mangggg…, jangan keras-keras nguapnya…”

Kututup mulutnya dengan tanganku, ia menepiskan tanganku kemudian melumat bibirku, sementara tanganku yang satu mulai menggapai-gapai berusaha meraih HPku di atas sebuah meja kecil di samping tempat tidur. Mang Nurdin melepaskan bibirku agar aku dapat menerima telepon.

“Hallooo…”

“Hi…Feb, lagi ngapain niyy…”

“lagi belajar….”

“hahh ? ngak salah…?? Shanti terkejut mendengar jawabanku.

“ha ha ha…“ aku hanya tertawa.

“ada apa nih Shan, jadi curiga he he he..”

Shanti tertawa lepas kemudian menjawab pertanyaanku.

“gini Febb…, besok aku sama Airin main ke rumahmu ya…”

“mo ngapain ??”

“biasa, pinjem internet, he he he he”

Aku tersenyum, sambil mendorong kepala mang Nurdin dari dadaku.

“yawdahh, jangan lupa ya.., bawa cemilan…”

“oceh, siap bossss, si u…thaa”

“tha..”

Aku buru-buru menutup Hpku.

“manggg, Geli tauuuu….”

Tangan mang Nurdin menekan Kedua tanganku ke atas kepala, bibirnya mencumbui lekukan ketiakku, menjilat, memangut dan melumatinya. Aku mendesah dan merintih saat batang lidahnya menari menggelitiki ketiakku.

“duhhh Feby manisss, mang Nurdin ngaceng lagi nihhh…”

“mang , ini sudah malammm…”

“justru itu.., tanggung…, mang Nurdin mau sekalian nginep aja ya..”

“TOKK.. TOKKK.. TOKKKK… Febyyy, bangun sayanggg, makan malam dulu..”

“iyaaa mahhhh, sebentar aku turunn…”

Dengan wajah ketakutan mang Nurdin merayap dan bersembunyi ke kolong ranjang, setelah mengenakan pakaian. Aku merapikan rambutku dan menyemprotkan sedikit perfume di bajuku. Aku menahan tawa sambil menutupkan pintu kamarku, entah kenapa geli sekali rasanya melihat mang Nurdin yang menatapku dengan tatapan hornynya dari kolong tempat tidurku

Aku turun kebawah menuju ke ruang makan, Papa, mama dan ciciku sudah menungguku, diselingi canda tawa, kami sekeluarga menghabiskan makan malam, obrolanpun berlanjut hingga jam 11.30 malam, jam 11.45, mama mengingatkan kami untuk tidur karena sudah terlalu malam. Aku membawa roti isi keju kedalam kamar, tak lupa kubawa sebotol minuman dingin dari dalam lemari es, dengan lahap mang Nurdin menyantap roti yang kubawa untuknya, glukk. Glukk glukk glukkk, ia menghabiskan sebotol pulpy orangeku.

“masih lapar mang ?? “

“sudah cukupp, kenyang…”

“mang , Feby mau tidurrr., ngantuk nihhh…”

“sebentarrr…, temani mang Nurdin dulu ya…”

Mang Nurdin melucuti pakaianku dan kembali menindih tubuhku yang bugil, dengan malas akibat mengantuk aku membalas lumatan-lumatan bibirnya Aku mendesakkan payudaraku ke atas saat ia melakukan hisapan-hisapannya pada puncak payudaraku. Gairahku kembali bergejolak, tangan kiriku mengelus-ngelus belakang kepala mang Nurdin yang tengah asik menyusu di buah dadaku yang sekal ranum sementara tangan kananku memeluk lehernya.

“ohhhh… mangggg, enakkkk….” aku mendesah sambil membenamkan ke-10 jari kuku-ku pada punggungnya

“mamang numpang nyelipin kontol dikit ya…”

“tapi jangan dimasukin mang…”

“tenang aja.., mang Nurdin janji…”

“nggak ..bolehh..!!, harus sumpah dulu….!!”

“iya mang Nurdin sumpah, hari ini cuma nyelip dikit dan nyolok bool, besok lusa masukin dikit..ke memek, setelah itu baru mamang ngentotin Feby he he he he”

“idihh.., mang Nurdin jorok…”

“nah sekarang, sekarang Non ngangkang…,dikit lagi, yang lebar.. nahhh”

Aku membuka kedua kakiku mengangkang, aku terperanjat sambil mendorong pinggul mang Nurdin saat merasakan desakan batang penisnya. Ia hanya tersenyum berusaha untuk memberikan rasa tenang untukku sambil merenggangkan kedua kakiku. Kepala penisnya kembali berusaha berendam dalam cepitan bibir vaginaku, lumayan lama ia berkutat dengan batang besarnya, ada rasa geli saat kepala penisnya mengulek-ngulek bibir vaginaku.

“ohhhhh…… “

Dengan spontan kedua kakiku menjepit pinggangnya saat ujung penisnya berhasil memasuki rekahan bibir vaginaku. Ada rasa hangat yang berkedutan dengan nikmat, tubuhku menggelepar nikmat, demikian pula tubuh mang Nurdin. Rasa nikmat ini jauh melebihi indahnya khayalan – khayalan mesumku selama ini, terlalu nikmat untuk kunikmati, begitulah perasaanku saat merasakan kedutan-kedutan alat kelamin kami yang menyatu.

“mmm-mmhanggggg…” suaraku gemetar menahan rasa nikmat.

“napa sayangg, enak ya ??” ia tersenyum saat aku mengangguk.

“pofffhhh….”

Ia menggerakkan penisnya seperti sedang mencokel vaginaku.

“ohhhhh….. “ aku kelojotan seiring dengan suara letupan alat kelamin kami yang terlepas.

“poc-pockkk.. cpoccckkk…” suara letupan alat kelamin kami berdua terdengar mirip seperti suara orang yang membuka tutup sebotol anggur merah, nafasku tertahan setiap mang Nurdin menyelipkan dan mencokel rekahan vaginaku, kedua mataku membeliak saat ia menggerakkan batangnya, memutar searah jarum jam.

“nnnggggghhh crrutttt. Crrrrr…….cruttt”

“nonn, kita cobain anal sex yuk…”

Aku terdiam saat ia membalikkan tubuhku, tangannya menarik buah pinggulku.

“nhhh. Nnnhhh.. “

Berkali-kali tubuhku terdesak kuat saat ia berusaha menjejalkan kepala penisnya.

“aaa…!!j-jangan dimasukin semua mangggg…”

Kedua tangannya begitu kuat mencengkram pinggulku.

“tenang manisss, cuma ujungnya doanng koq he he he”

“cabut mangggh.., cabuttthhh, periiihhhh!!”

“nggak perih segitu mah atuh..!!, ditahan sayang, jangan manja he he” ia berbisik di telingaku

Sekujur tubuhku mengejang hebat menahan rasa sakit yang mendera anusku, perih, pedih dan panas, sakit sekali rasanya saat batang yang besar dan panjang itu diamblaskan masuk kedalam liang duburku. Aku menggigit bantalku untuk melampiaskan rasa sakit yang bukan kepalang, apalagi saat mang Nurdin menghentakkan penis besarnya untuk melonggarkan jalan yang terlalu peret.

“pelan-pelan manggggg, saki..iitt.., sakitt sekali.. hkk hk.”

“jangan nangis sayanggg , nanti kedengeran gimana ??”

Mataku membeliak , penis besar itu semakin dalam merojok liang anusku.

“HEGGHHHH… ?? !!! unnggghhhhhhh AKHHHH…!!“

+/- 15 menit kemudian buah pantatku berdesakan dengan selangkangannya. Aku tidak sanggup lagi untuk menungging, tenagaku habis akibat menahan rasa sakit itu. Buah pantatku merosot turun, payudaraku mendarat di atas ranjang, aku terlungkup tanpa daya dibawah tindihan tubuh mang Nurdin, tangannya mengelus-ngelus punggungku dan juga rambutku yang hitam indah.

“hssshhhh.. hssssshhhhh…” aku mendesis dan meringis menahan rasa sakit saat batang besar itu mulai memompa liang anusku, pandangan mataku dikaburkan oleh linangan air mata

Mang Nurdin membenamkan wajahku pada bantal untuk meredam suara isak tangisku yang terdengar semakin keras , ia berbisik ditelingaku tentang betapa nikmatnya liang anusku, lidahnya terayun lembut menjilati belakang telingaku.

“pokkk.. pokkk.. pokkk…hhhhhhh.. pokk pokk pokkk pokkkkhh”

Kudengar suara helaan nafasnya, kemudian suara tepukan itupun kembali berlanjut memenuhi kamarku. Fantasi liarku menjadi kenyataan, aku mencoba untuk menepiskan rasa sakit dan pedih yang semakin memudar, kukuatkan hatiku untuk menikmati setiap sodokan-sodokan batang penis mang Nurdin, kudesakkan buah pantatku ke atas, aku berusaha menungging di atas kaki dan tanganku.

“nahhh.. gitu dongg, sipp lahh, Feby memang hebaaattt!”

“ahhh ahhh ahhh…..”

“Pokkk pokkkk pokkk…”

Tubuhku terdesak maju mundur mengikuti helaan batang penis Mang Nurdin, payudaraku yang terayun-ayun merangsang syaraf-syarat didadaku memberikan rasa nikmat tersendiri , aku merintih lirih merasakan lingkaran otot anusku yang rasanya seperti tertarik keluar dengan nikmatnya saat Mang Nurdin menarik batang itu lalu tertekan masuk kedalam saat ia membenamkan seluruh batangnya sekaligus hingga selangkangannya membentur buah pantatku yang bulat padat dengan keras dan menimbulkan suara “Plak…!!”, kesakitan yang nikmat, seperti itulah rasanya pengalaman pertamaku melakukan anal sex bersama mang Nurdin.

“aku. Ohh..,nnnhh mangggg…”

Aku semakin sulit mengendalikan luapan nafsuku saat kedua tangan mang Nurdin menggapai payudaraku yang menggantung dan melakukan remasan-remasan lembut, nafasku terhembus-hembus keluar saat batang besar mang Nurdin berkali-kali merojoki liang anusku.

“aawwmmhmmmmpphh crr crrutt cruttt…”

Dengan cepat mang Nurdin menjambak dan menarik rambutku ke samping bawah kiri hingga kepalaku terangkat tengadah ke samping kanan atas. Mulut Mang Nurdin membekap mulutku untuk meredam suara pekikanku, pompaannya semakin kuat dan pangutan-pagutannya semakin liar memanguti bibirku. Ia menghentak-hentakkan batang penisnya dengan liar, brutal sekali tusukan-tusukannya. Batang besarnya meledak di dalam anusku.

“Utsshhhh.. OUGHHH..!! CROTTT.. CROTTTT…”

Aku membalikkan tubuhku, mang Nurdin tersenyum puas, ia menarik bed cover untuk menyembunyikan tubuhku dan tubuhnya yang telanjang bulat. Suara nafasku bersahutan dengan nafasnya, aku benar-benar kecapaian, kubaringkan kepalaku di dadanya dan kupejamkan mataku. Ada rasa nyaman yang kurasakan saat kedua tangannya yang kekar memeluk tubuhku yang mungil dan mengusap keringat dipungungku, aku tertidur kelelahan.

“emmhhh…, “

Aku menggeliat di dalam bedcoverku, kugeliatkan tubuhku yang terasa remuk, terutama di bagian pinggang, bokong, dan akhhhh…! Aduhhhh…!! Anusku terasa perih saat aku mencoba untuk duduk, dengan menahan rasa pedih aku tertatih-tatih melangkah ke depan cermin besar di dalam kamar. Hari itu hari minggu, masih subuh. Cici dan kedua orang tuaku masih tertidur pulas di kamar masing-masing, kuperhatikan tubuhku ada bekas cupangan di leherku, dan juga bekas – bekas gigitan di puncak payudaraku. Aku terdiam didepan bayangan tubuhku, hanya diam, pikiranku pun kosong.

“hssshhh…,aduh…,hhhssshh, aaa”

Aku mencoba untuk melangkah dengan normal sambil menahan rasa sakit dianusku, kunyalakan kran shower, air hangat mulai mengucur. Kubasuhkan sabun cair merek Dove ke seluruh tubuhku. Tubuhku mulai bergerak erotis sambil mengusap-ngusapkan buih-buih sabun itu, aku tersenyum dikulum, membayangkan mang Nurdin yang pasti pulang dari rumahku dengan hati puas. Setelah selesai mandi aku mengintip dari jendela, becak mang Nurdin sudah menghilang dari depan pagar rumahku. Kedua orang tuaku tidak curiga karena mang Nurdin sudah sering merantai dan menitipkan becaknya di depan rumahku.

########################

Jam 02.00 siang..

“Feb, koq berdiri mulu sih…?? duduk napa ??” Shanti bertanya dengan suara tak jelas, mulutnya penuh dengan pizza.

“ah.., ngak usah…, aku sambil berdiri aja…, nyamm..” aku menggigit pizza ditanganku.

“agak anek kalo makan sambil berdiri.., kaya kuda…, sini duduk..” Airin menggeser duduknya memberikan ruang untukku.

“kebanyakan duduk.., pegel…” aku mencari-cari alasan

kupaksakan memasang senyum sambil menahan rasa sakit yang kembali menyengat dianusku, percakapan mulai memanas saat menyempret gambar-gambar panas didunia maya, aku memakai kaus sweater abu muda dengan kerah tinggi untuk menutupi bekas cupangan dileherku.

Begitulah eps kali ini, Anal Untuk Feby

(bukan Melati untuk Marvel ya ^_^)

Bersambung…, c u

Thanks for reading….
----------------------------------
34 komentar Post your own or leave a trackback: Trackback URL
  1. samah mengatakan:
    akhirnyaaa dpt pertamax jg ni…mantep ceritanya, puas bgt…khas BB bgt…
  2. robert sasmita mengatakan:
    Pertamax…
    mau donk Feb..
  3. l lawliet mengatakan:
    emang ci yo ini penulis yang multi talent
    dari yang seks komedi, fantasi, rape, fanfics dan sekarang udah merambah eksibisionist.
    wa si cuma bisa manggut-manggut doang.
    palagi nulisnya turbo gitu (pke nos y sis??)?
    hehehehe
    wow top dah ci yo
    wa ga tau lagi dah mau bilang apa klo besok2 ci yo pensiun dari kbb
    pasti tiap awal bulan kangen ama ci yo
    huikz huikz,
    melas mode : on nih,
    Re: gw juga pernah kepikir gimana ya kbb bbrp tahun ke depan kalau kita2 dah pensiun? pastinya gw sampe duduk di kursi roda ga akan pernah lupain kebersamaan kita di sini bermupeng ria, hikss…hiksss…terharu
  4. Sufe mengatakan:
    maneteeeebbbb
  5. Mr R mengatakan:
    bagus sis yo. tapi kok gak diperwani si feby dan ci debie nanti digarap juga? ^^
    bisa dipublishkan gambarnya ci debie gak? pengen tau seperti apa.
    Re: sabar ada gilirannya
  6. Teddy mengatakan:
    Awal bulan emang waktunya untuk ceritanya sis yo keluar dan cerita yang bagus tapi terkesan agak terburu-buru ya masa baru bagian 2 udah langsung dikasih mang nurdinnya harusnya lebih ditahan lagi dulu baru nantinya dikasih tapi ya itu hanyalan komentar dari seorang penulis pasif (maksudnya hanya membaca dan memberi komentar belum bisa menulis sendiri cerita yang seperti ini) dan semoga cerita ke tiganya tidak harus menunggu sampe bulan depan ya (berharap dan memelas kepada bro shu) ceritanya sis yo (bu mensexneg) memang patut untuk ditunggu sih tapi ya kalo bisa sih jangan sampe sebulan (harap mode ON) karena takut lupa dengan cerita sebelumnya kalo terlalu lama hehehehehehe maju terus blog KBB dalam melahirkan penulis yang berbakat dalam membuat para mupengers di negeri ini bahagia dan semoga semua cerita yang ada di blog KBB ini tetaplah sebuah cerita didalam blog KBB ini dan jangan dijadikan terjadi di kehidupan nyata ok
    Re: pelan2 bro kalau cepet2 rilisnya kan yg seblumnya ga sempat dinikmati dulu, kaya makan aja dikit2 jadi lebih enjoy gitu. maju terus permupengan indonesia, berantas kaum munafikers!!
  7. eL- mengatakan:
    sis yo emg yahud :p ceritanya waw. haha
    bnr tuh, kykny lbh seru kl masih mau mau nggak nggak febyny. hehe
    cm saran aja :p
  8. akang mengatakan:
    sampe ngilu ni pantat..but mantap sis yo..
    Re: kok bisa? jangan2 waktu baca pantatnya kecolok apa ya?
  9. hello K!tty mengatakan:
    * Bro samah , Bro robert,sis sufe, mr R
    makasih yach, ^_^,
    gambar cicinya ?? sementara belum ada, tar aku cari-cari dulu he he he
    *Bro I lawliet
    aduh, makasih,
    ia bro aku belajar dikit dikit niy ^_^
    *Bro Teddy
    sebenernya bukan dikasih sih,masih virgin koq, tapi di eps kedua ini feby mendapat pengalaman anal sexnya yang pertama, apakah rasa pedih dan sakit akan membuat feby jera ?? atau ia akan semakin menggila mencari keingin tahuannya akan kenikmatan?? atau ada kejadian apakah yang akan mempengaruhi feby tentang hal itu ?? kita lihat saja eps berikutnya ^_^
    betul itu Bro Ted , kita sejalan, sesuai ama disclaimernya diatas Yo ^_^
    Re: wah sis yo bikin pertanyaan yg penasaran ya
  10. sir_mike_n_jess mengatakan:
    wah wah wah…. akhirnya keluar juga.
    ini nih yang udah ditunggu tunggu.
    cerita yang sangat menarik.
    HAhahaha… jadi gak bisa duduk hahahaaha
    suka banget adegan itu…
    two thumbs up sis.
    sis yo emang gak ada matinya!!!!
    Re: ga bisa duduk knp bro?
  11. Pendekar Maboek mengatakan:
    wao febby is back! ternyta yg masuk k dlm rumah d seri yg prtama tu ci debbie y? makin seru nih ngikutin petualangan innocent febby, udah mulai meng-eksplor dpan blkang atas bwah ^_^Y
    febby udah mlai nakal nih, udah mulai suka main smbunyi2n n jg udah mulai nyempet2 bhaya, klo d bikin si febby jd mkin liar psti ni crita jd mkin seru sis, apalagi klo ci debbie ato shanti jg di libatin d seri2 brikutny wah pasti bkal aq tunggu deh ni crita tiap tanggal muda, klo perlu aq tandain d kalender pke spidol bsar2 biar ngga ampe lupa he he he
    btw slain becak bang nurdin, udah mulai masuk iklan2 lain nih k dlm crita y sis? kyk sabun dove, pulpy orange, ampe es campur d jln ***, kykny proyek pngajuan proposal iklanny sukses nih? :)
    Re: apakah itu berarti sis yo itu konsumen setia sabun dove? suka es campur juga ya sis? sama loh gw juga, apalagi kalau ada durennya hmmmm ga tahan deh…
  12. andranih mengatakan:
    feby oh feby 1 love you full hak hak hak cici yo emang pancen oye mantap tenan
  13. keihin mengatakan:
    yg ni lumayan…. sama-sama bikin pusing….
    lanjutkan…..
  14. Minami mengatakan:
    wah seru ni :) namanya juga sis Yo! lanjut terus!
    Moga2 cepet kluar yang berikutnya hehe
  15. Mr R mengatakan:
    oya sis. ^^ mau nanya nih? gimana ya tentang cerita baru yang pake gambar hwang wei ting atau rainy yang itu sis? pengen liat kalau yang buat sis yo. pasti hebat, imajinatif dan kreatif sis. ^^
  16. rizmel mengatakan:
    wah
    ini dia nih
    seri Feby yang udah q tunggu-tunggu dari kmrn”
    hhi
    asiiiik
    Re: hi sis dina, masih sibuk ga? dah nulis lagi?
  17. Ninja Gaijin mengatakan:
    great story, yo!
    di episode ini feby kehilangan keperawanan anusnya… berapa lama lagi sampai keperawanannya hilang semua…
    Re: pelan2 tapi pasti nih
  18. yobe sakit jiwa mengatakan:
    menunggu dan terus menunggu, akhirnYa muncul juga nih…
    dari dulu saya suka banget sama cerita kaya gini, soalnya saya paling seneng kalau melihat seorang cewe cakep, muda, tajir, ngentot sama orang yang jauh banget umurnya di tambah jelek dan tua.
    hmmm…, btw kontol saya ga turun turun nih semenjak baca cerita ini…, ngaceng terus…,
    heee
    oia, saya mohon sama penulis cerita ini, untuk terus melanjutkan cerita ini ke episode berikutnya,,, kalau bisa ceritanya jangan sampai ad PESTA SEX, mending one to one aja oke cuy…
    di tunggu banget terusanya, saya mohon, please…
    Re: wah bukannya justru kallau ada party justru asik, lebih wild gitu lho
  19. hello k!tty mengatakan:
    *Bro el, Bro Keihin, Bro Andra, Bro Akang
    Mkasih, iya.., mau mau malunya kan udah..
    nah karang sisi nekatnya dikembangin dikit… he he he
    setelah nekat , pengembangan sisi (……………….) bakal diulas di eps 3…
    *Bang pendekar.
    iy bang, it pasti, dari malu malu mau , jadi kucing beneran meowwww ^_^
    jadi nyerempetnya ada…, terus, takut ketahuanny ada dicerita ini, nahh kalau temen-temennya dan cicinya…, tar ada dikit dieps 3, dan mungkin sedikit rahasia (baru ide yang nongol jadi ngak janji dulu hi hi hi)
    iy niy, pake dove biar asik dan ngak nahan kalo lagi mandi (ups)
    Re: kalau gitu sis yo pasti kulitnya halus tuh kan pake dove hihihi
    *Bos Shu
    wah sibos penggemar es campur juga ternyata, pake milk yang banyak.., nyummmm nyummmm,
    Re: iya enak, seger, tapi kalau kebanyakan susu eneg dong sis. yang es campur pake duren di ip lumayan enak sis, tapi mahal bo
    *Bro minami
    mkasih yak, minami juga moga-moga rikkunya terus berkembang… semakin dahsyat…dengan ide yang makin yahud… ^_^
    *MR R..
    blum…, ntar ya , blum ada ide soalnya
    *Sis Rizmel
    hi sis, how du yu du kabarnya ??
    waw lagi sibuk ngapain niy ?
    mkasih sis he he he…
    *Bro NG
    Butul itu kata bos shu,
    harus pelan-pelan…,
    soalnya banyak tanjakan dan jalan yang berliku , mana ujan deras lagi (kaya lagi nyetir mobil^_^ Y)
  20. asiiik mengatakan:
    tariik nafas dulu…..hos hos….Muantep….dapet ilham dari mana…baca ginian koq bisa ngaceng yah
  21. richa mengatakan:
    i like this
  22. Mr R mengatakan:
    ok. aq tunggu ya sis. sluurp.. sudah gak savar nih liat cerita fanfics lagi dari sis yo. ^^
  23. penjaga taman langit mengatakan:
    sis yo…….gak akan komen lah sama ceritanya , udah bagus apa lagi yg mesti dikomentari coba…..
    cuma itu tukang becanya…halah halah…bikin sirik aja deh…..
    ngomong ngomong ini cerita beneran gak sih..???
    (wkwkwk…becanda deng…..hari gini masih ada aja yg nanya gitu…..halah halah……!!!!)
  24. A B C = Aligator Buaya Crocodile mengatakan:
    itu td lu nanya
    wkakaka
  25. hello K!tty mengatakan:
    *Bos NAga
    ahh yang bener , malah iri ama mamang Nurdin ??
    he he he he…, mkasihhhh ya ^_^
    *Bro/sis Richa. asik, yobe
    mkasih atas yak he he
    & mkasih nih sarannya, aku tampung dulu
    Re: ehhee sis yo juga suka ama gambar mang nurdinnya ya?
  26. Diny Yusvita mengatakan:
    Weleh, akhir2 ini gw selalu telat komen.
    Sis Yo mantab, tp kl bisa ke depannya dibikin mau-mau ngga gt, jadi ada rasa perburuan tersendiri xixixi.
    Trus jangan di urai kl kita kagum dengan ‘benda tumpul’ lelaki, hati wanita khan sedalam palung di lautan cieee, mending di buat mang nurdinnya ngiler abis sama febby punya body.
    Eksplore semua, pembaca kan membayangkan tubuh si wanita (beauty) adalah benda pusaka, jadi harus kita dramatisir dengan kata2, tp jangan berlebihan juga. Baru di endingnya menguraikan si wanita kecanduan juga hak hak hak !.
  27. Yakuza mengatakan:
    Siip d… lanjutannya donx. tp kali ini si feby HARUS MAEN SM PAK HARSONO,GURU GEMBROTNYA. MANTAFFFF!!! iya donx. klo maen sm tmen ato tkng becak ud lumayan bnyk crita kyk gtu. Kan klo maen sama Cowok2 gendut gtu jarang. sapa kek, tukang kebun yg gendut, tukang ojek gembrot,ato sm papinya yg chinese ndhut itu.. sipp dahh.. pokoknya cowoknya HARUS GENDUT. HEHEHEEH…. THANX .GW TUNGGU kelanjutanya ya….
    Re: kayanya pecinta cowok gendut nih :D
  28. Hyper mengatakan:
    Good Job…
    Nice story…
    Tp kurang lengkap… blm sampe’ ML trs tuuh….
  29. Fedophila_Sex mengatakan:
    Wah keren neh, kapan MLnya neh? Sayang2 tuh si Febby
  30. hello K!tty mengatakan:
    *Bro Yakuza
    mkasih ya ^_^
    wahh, sama yang gemuk gemuk…
    berat ah
    tar gepeng dong hihi hi
    *Bro Hyper & BroFediphila
    mkasih apresiasinya , ya namanya juga seri 2,
    feby nya masih rada malu dikit he he he
    Re: btw seri 3 dah siap blm sis?
  31. oh yeah.. mengatakan:
    mba atau pun mas atau mbok yang bikin cerita ini.
    cepetan dong keluarin lanjutannya.
    udah kepengen nih…
    uhhhhh… ohhhhh… crot.. crot.. crot..
  32. dodo mengatakan:
    Waaahhhh sedap memang si mang nurdin kapan bisa dapetin perawan si feby sekalian cicinya udah ngga sabar nih
    Re: sabar kita tunggu kejutan bu mensexneg berikutnya
  33. Hello mengatakan:
    Gile, lama amat cerita lajutannya gak keluar2…. Jangan2 pengarangnya lupa nih ceritanya masih bersambung :p
  34. aan mengatakan:
    Muantap dah!!!!!! Ne yg nulis cwek po cwok bos,,,,,

Arabian Madness 5: Rescue Team XXX

  • Cerita ini hanyalah fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/ kejadian/ peristiwa maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
  • Warning…!! BACAAN KHUSUS DEWASA!!, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read for your own risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!)
  • Mkasih buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini buat mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan untuk memposting cerita-ceritaku.
  • Mkasih buat seseorang yang sudah membantu mengedit cerita-ceritaku ^_^, ( Y^_^Y)
  • Nggak lupa, makasih juga buat mupenger’s yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s u All ^_^
  • Say NO To RAPE ,DRUG’S & Crime’s & Terorism in The Real World.
  • Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.
####################


Keiko Kitagawa

Hutan lebat itu menyembunyikan apa yang tengah terjadi di dalamnya, seorang gadis berwajah cantik jelita berlari ketakutan dikejar sekelompok prajurit berpakaian loreng-loreng. Ia terus berlari hingga mendengar suara air terjun dari kejauhan. Keiko terus berusaha berlari sekencang mungkin hingga suatu saat tubuhnya tersentak ke belakang, pergelangan tangannya terasa nyeri disambar oleh tangan kekar seorang prajurit berambut pirang. Keiko berontak dan terus berontak. tiba-tiba Keiko menggigit lengan si pirang bergigi ompong.

“Plakkk.!!, You BITCH…”

James menampar sambil memaki Keiko Kitagawa.

“Soldier, we’ve job to do…”

Seorang berwajah seram berkulit hitam mencegah penganiayaan lebih lanjut, rambut si negro memutih dimakan usia, wajahnya yang keriput tampak dingin tanpa ekspresi.

“Sorry Sir, I lost my temper…”

“Wo-ho-HOO, she is hot, prepare your dick!”

Tom menceracau sambil mendelikkan matanya, ia terpana oleh kecantikan dan kemulusan tubuh Keiko. Sesuatu milik si negro menggembung di bagian selangkangan.

“Sirr…??”

“I mean prepare her to fuck, errr, plane…,you know what I mean!! Back to the plane…!! ASAP…!!” si negro berteriak nyaring ngak karuan mirip orang pikun keinjek onta.

“Yes Sirr…!! But, errr, the plane is over there!“ jari telunjuk Steve menunjuk ke atas langit, Tom menegadahkan wajahnya ke atas, dengan tegas Tom mendelik, ia membentak Steve.

“You don’t have to tell MEE..!! Understoodddd..SOLDIERRR…!!”

Bibir Tom yang tebal manyun, matanya beringas memandangi para prajurit yang ketakutan. Tom The Killer, begitulah anak buahnya menjuluki Tom seorang negro tua bertubuh kekar, berambut cepak, tegas, tidak pandang bulu, kecuali bulu jembut milik Keiko, mata Tom yang beringas tiba-tiba mengerling mesum ke arah gadis itu.

Cegluk-cegluk, ahem-ahemm, Tom naksir berat sedangkan Keiko eneg berat, dengan tegas Tom memerintahkan Para prajuritnya untuk mengintai dengan mengikuti jejak kaki Keiko sedangkan ia sendiri yang akan menginterogasi gadis itu. Keiko merinding ketika wajah bercodet itu mendekat, dengan teliti Tom mulai menginterogasi Keiko, ia mencegat langkah Keiko yang hendak menghindar kemudian mendesakkan tubuh Keiko pada sebuah dahan pohon.

“Katakan siapa namamu..!!”

“Keiko…”

“Keiko siapaaaa ?? Tukang sayur ??, Tukang pijit ??ato Tukang Jamu ?? Jawab yang jelas….!! ”

Tom mulai meradang akibat nafsu yang meledak-ledak.

“Keiko Kitagawa…”

“Ohh, Keiko Kitagawa toh, profesi?”

“Actress…”

“Hemm begitu ya, ukuran bra??”

“Hhhhhhhhhh…!! “

Keiko mendengus kesal ia tidak menjawab pertanyaan Tom yang mulai melecehkannya. Tom juga ikut mendengus keras menahan nafsu yang menggelegak, diborgolnya tangan gadis cantik itu ke belakang dan didudukkannya Keiko di atas sebuah batu besar.

“Come here baby…, just sit here…. He he he”

“Brekkk.. Brettttt… Brekkkk”

Dengan kasar tangan si negro merobek-robek baju dan merengut bra Keiko

“Heiii,!! HENTIKAN, BRETTT BRETTT…!HENTIKAN!!Awwww…!!”

“Wo-Ho Ho, I love nipples…!!” si negro mencubit puting Keiko kemudian menampar-nampar buah dadanya.

“auhhh…,n-noo, ahhhhh”

Keiko meronta, jemari si negro semakin lincah mencubit-cubit putting susunya. Tom the killer tampak ahli saat ia memilin dan melinting-linting putting susu Keiko yang berwarna coklat kemerahan, ia menyeringai saat jari tengah dan jempolnya mencepit kemudian menarik-narik puting susu Keiko yang mengeras karena terangsang.

“I see, your nipples getting hard , slckk ckkk slckkkk….Hummmm, Umh”

Ujung lidah si negro menari melingkari ujung putting susu Keiko yang mengeras, mulutnya terbuka lebar kemudian mencaplok puncak payudara gadis itu, NYOTTTTT….!! Dengan kuat si negro mengenyoti puncak payudara Keiko sebelah kanan.

“Noo, please.., s-stop it..akkhh”

Keiko menarik-narik punggungnya ke belakang agar hisapan mulut si negro terlepas dari puncak payudaranya, kedua tangan Tom menjepit pinggang Keiko yang ramping, posisi tubuh keiko agak menjengking ke belakang dengan mulut Tom yang menempel kuat di puncak payudaranya.

“Haummm, Mummhhh, Ummmhhh, NYOTTTT.. NYOTTTHHH..!!!“

“Ohhhh, jangannn, emmm, akhhsss awwww…!!”

“Your body odore smell so good, I know you can’t resist me Keiko, nobody in this world can resist big black bone temptation” sambil berusaha mensugesti Keiko. Si negro mulai melepaskan pakaiannya sambil menari striptease, lidahnya terjulur-julur keluar mirip seperti seekor komodo.

“Tatap mata saya….!! Hiiiissssshshhhhhh“ Tom mendesis keras, ia mencoba untuk mensugesti Keiko Kitagawa.

(Red : Gubrakkk….!! Tom Rafael @_@ )

“Tuinngggg….”

Sesuatu mengacung di selangkangan Tom, benda itu terlihat begitu perkasa dan kuat dengan kulit zakarnya yang hitam dan dikelilingi oleh urat-urat besar yang bertonjolan.

Tom tersenyum mesum, dicumbuinya leher jenjang gadis cantik itu dengan penuh nafsu, geraman Tom bercampur dengan suara desahan Keiko. Tom melepaskan borgol di tangan Keiko karena merasa sugestinya telah berhasil 100 %, bibir Tom manyun dan maju ke depan hendak mencium bibir Keiko.

“Plakkkk…..” sebuah tamparan keras mendarat di wajah Tom.

“Sialan….!! Gue gagal….!!” Si negro mengumpat kesal.

“Plakkk awwww…” Sebuah tamparan balasan mendarat di wajah Keiko.

“Auhhh, Owww, Owww , Akhhhhh…”

Disertai suara geraman keras Tom the killer menubruk gadis cantik itu, ia membelit pinggang Keiko. Belitan Tom semakin kuat hingga tubuh Keiko menggeliat menahan rasa sakit, pinggangnya serasa remuk, semakin kuat Keiko meronta, semakin kuat pula Tom membelit pinggang gadis cantik itu. Tom melonggarkan belitannya saat rontaan Keiko semakin lemah dan berhenti melakukan perlawanan. Tubuh mulus Keiko merosot dalam dekapan Tom the killer. Tinggi tubuh Keiko hanya sebatas dada Tom. Tangan kiri di negro mencengkram bahu Keiko, sementara tangan kanannya mengangkat dagu gadis cantik itu. Bibirnya yang tebal meraup bibir Keiko. Gadis itu mendorong dada si negro kemudian…

“Srettttt……..” Keiko mencakar bahu Tom hingga berdarah.

“Youu bitchhhh… hmmm, but I won’t hurt you, you’re too legit..kaya ketan…..he he he he “

Dengan kasar Tom membalikkan tubuh gadis itu dan kembali memborgol tangannya ke belakang. Tangan Si negro menampar-nampar bokong gadis cantik itu kemudian mengelus buntalan buah pantatnya. Kehalusan dan keempukan buah pantat Keiko membuat jakun di tenggorokannya bergerak turun naik akibat menahan nafsu bejat diubun-ubunnya. Tubuh Tom melorot turun, ia bersujud di atas kedua lututnya. Tangannya menarik penutup tubuh bagian bawah hingga tubuh Keiko polos tanpa selembar benangpun menutupi tubuhnya yang seksi mulus. Bola mata Tom membeliak, bibirnya yang tebal berkali-kali mengecupi bokong Keiko, Krepppp…!! Gigi si negro menggigit buntalan buah pantat Keiko yang bulat padat.

“Uhhh, jangan, akhh, lepaskannn aku keparattt…!!”

“Cupp.. cupphhh cupphhh….ssslllppphhh.. ckk Cuppphh,, slllccckkk”

Tanpa mempedulikan penolakan dan cacian dari gadis itu, bibir Tom semakin gencar menciumi buah pantat Keiko, dijilat dan digelitikinya belahan vagina Keiko dari arah belakang sambil sesekali batang lidah Tom menggelitiki anusnya yang mengkerut kegelian, tanpa sadar Keiko merintih lirih menikmati cumbuan-cumbuan si negro yang merambat naik kepinggul, pinggang, dan ke punggungnya.

“Do you like it baby ??sniff sniff ahhhhh, your hair smell so good”

Tom mengelus-ngelus rambut Keiko, ia membenamkan hidungnya yang pesek ke rambut Keiko di bagian belakang leher. Endusan-endusan Tom merambat ke belakang telinga Keiko. Gigi depannya menggigit lembut daun telinga Keiko kemudian gigitan-gigitan lembutnya mengikuti rahangnya hingga ke arah dagu

“ennnn--hhh, ahhh, nnnnnnhhhhhh…Mmmmmhhh, emmhh emmhh..!.”

Dengan cepat bibir Tom menyergap bibir Keiko sebelah bawah, ujung lidahnya menyusuri sepanjang bibir gadis cantik itu, dari sudut bibir sebelah kiri ke sudut bibir sebelah kanan, 1 kali, 2 kali, 3 kali dan pada jilatan yang keempat lidah Tom mendesak masuk ke dalam mulut Keiko, ia menjulurkan batang lidahnya lebih panjang lagi saat Keiko menghisap-hisap batang lidahnya. Saling menghisap lidah masing-masing merupakan kenikmatan tersendiri bagi dua insan yang sedang berciuman. Ditambah dengan gigitan-gigitan ringan pada bibir bagian atas dan bawah, membuat suasana berciuman makin panas saja. Kehangatan air liur turut menciptakan gairah seks yang meninggi di kepala Tom dan Keiko. Pengaruh gairah seks ternyata lebih ampuh daripada sugesti Dedy Corbuzier. Keiko berdiri pasrah, ia mendesah-desah saat si negro mencumbui tengkuknya, tangan Tom merayap ke bawah untuk membuka borgol yang membelengu tangan Keiko. Ia membalikkan tubuh Keiko menghadap kepadanya.

“emmmhh Ckk Mmmmhh Mmhhhhh…!!”

Keiko semakin antusias membalas ciuman-ciuman Tom, bibirnya menyambut bibir tom yang tebal, kedua tangannya bergelung pada leher Tom yang kekar dan tangan nakal Tom mengusapi pinggang rampingnya. Jemari Tom menjengkingkan pinggang gadis itu kemudian mencumbui sela-sela lehernya yang jenjang. Keiko mengangkat wajahnya keatas memberi ruang agar si negro lebih leluasa untuk mencumbui batang lehernya.

“Anhh-ahhh-, hmmhhhh….ahhhhhh”

Dengan mesra Tom the killer mencumbui dan menjilati batang leher Keiko Kitagawa. Cumbuan dan jilatan-jilatan batang lidahnya merayap turun ke pundak, bahu kemudian merambat kembali menaiki lehenya. Tangan Tom menggenggam induk payudara Keiko yang mengenyal sambil meremas-remas payudaranya. Tom berbisik mesum kemudian melumat daun telinga Keiko sebelah kiri, Tom menyelipkan batang kemaluannya di antara pahanya. Paha gadis itu merapat menjepit batang kemaluan si negro. Tom menggeram lirih merasakan himpitan paha itu, begitu halus hangat, menjepit benda kebanggaannya. Si negro membelai-belai rambut Keiko, ia memaju mundurkan batangnya pada himpitan kedua paha gadis itu yang halus mulus.

“Tell me babe, do you want me to go inside??”

“Nn-Noo-, “

“Really ?? Your lips say no, but your body say yes, something flood down here, soo warm and moist”

Jemari Tom mengelus belahan bibir vagina Keiko yang basah oleh lendir-lendir kewanitaannya. Lidah keiko sedikit terjulur dari bibirnya yang merekah, wajahnya tampak renyah menikmati jemari si negro yang mengelus dan meremas-remas selangkangannya.

“ohhhhhhhhhhhhhh….. “ Keiko mendesah panjang saat Tom kembali bersujud di belakang tubuhnya

Dengan mesra Tom merekahkan buah pantat Keiko, lidahnya terjulur keluar sepanjang mungkin kemudian membelai belahan buah pantat itu.

Pinggul Keiko bergoyang menghindari jilatan-jilatan batang lidah si negro yang asik menggelitiki belahan pantatnya, terkadang ia menarik pinggulnya ketika lidah Tom menusuk nakal lingkaran otot anusnya yang berkerut-kerut antara takut dan horny, si negro menarik batang lidahnya dari anusnya.

“Please…, errhh, Pleaseeee…Don’t”

“Don’t what baby?? “

“Please don’t stop, Nigger..”

“Sure babe, I’ll change your asshole into sperm tank, I bet you’ll like it”

Tom memberikan perintah agar Keiko berdiri sambil bertumpu pada sebatang pohon besar yang roboh melintang, mungkin akibat badai dua hari yang lalu. Pinggulnya ditarik oleh si negro menungging ke atas, sepasang kakinya yang mulus berdiri merenggang lebar mirip seperti sebuah huruf V yang terbalik, telapak tangan si negro mengelus-ngelus buah pantatnya. Si negro mulai menggesek-gesekkan batang kemaluannya yang hitam, besar dan panjang, pada anus gadis itu.

“Scrattcchhhh….. uhhhhhhh..”

Keiko membenamkan kesepuluh kukunya pada batang pohon di hadapan wajahnya saat batang penis Tom mendorong liang anusnya. Semakin lama bibirnya semakin meruncing, wajahnya mengernyit menahan desakan kuat yang amat menyakitkan. Kepala penis Tom terus menggali dan menggali kerutan otot anusnya. Tom membasuh ujung penisnya dengan lelehan cairan vaginanya kemudian kembali berusaha membongkar kerutan otot anus tersebut.

“BLOSHHHH….!!AWWWWWW….!!its..H-Hurrtttsshh.., Arrrhh..”

“Damn it..!! My dick is stuck, ohh YEAhhh”

“AWWWWW…!! NGEHHKKKKHHH…??!!” suara jeritan Keiko yang melengking mengaketkan seekor anak rusa yang sedang mengintip dari balik semak saat ujung penis Tom merobeki liang anusnya yang kecil mungil,

Seiring dengan masuknya batang besar itu selangkangan Tom semakin merapat hingga akhirnya selangkangannya mendesak buah pantat Keiko yang empuk-lembut. Tom menarik batang penisnya hingga sebatas leher penis saja yang tersangkut digigit otot anus Keiko. Mata Keiko mendelik saat si negro menjejalkan batang penisnya semakin dalam, batang besar si negro mulai bergerak maju mundur.

“Befffpphh, PLAKK BHEPPPHHH…PLAK PLAKK… PLAKKKK….!!”

“POFFFHH…..”

Tiba-tiba saja si negro mencabut dan menggunakan batang penisnya untuk memukuli buntalan buah pantat Keiko. Setelah puas memukuli buah pantat gadis itu, si negro memerintahkan Keiko agar menunggingkan buah pantatnya sebelum ia kembali menusukkan batang penisnya yang besar pada liang anusnya yang memar kemerahan akibat dihajar oleh batang yang hitam, besar dan panjang milik si negro.

“Akhhhh. Ahhhh AHHH..!! Too Bigggghhhh ARHHHH…!!”

“Urrhhhh, it’s so tight baby, You’ve got such a nice warm ass Keiko..!”

“Pokkk Pokk Pokkk Pokkk Pokkk….!!”

“Noo, ! I’m losing myself to pleasure Noo..!!Ohh Whyy ??”

Sebagian dari diri Keiko masih berusaha menolak kenikmatan yang diberikan oleh batang penis Tom. Setelah puas menyodomi gadis itu, si negro membalikkan tubuh Keiko, telapak tangannya mengusap mengusap peluh dileher gadis cantik itu, jemari Tom merayap perlahan kebawah meraba permukaan vagina gadis itu.

“Hmmm, soo this is Keiko’s pussy , feel soo warm”

“Ohh please stare it, stare at my naughty pussy”

Keiko menyodorkan vaginanya saat si negro berjongkok dihadapannya.

“Emmmh,, Ooooooooohhh THomppphhh…”

“Do you like it baby??”

“Yessshhhh emmhhh Moreee… Moreeee … Uhhhh Yessshh…”

Wajah Keiko terangkat-angkat keatas, kedua matanya terpejam-pejam keenakan. Keiko menundukkan wajahnya, ia memperhatikan Tom yang tengah asik menjilati belahan vaginanya sementara telapak tangan Tom tidak pernah bosan untuk merayapi kemulusan paha Keiko, batang lidah Tom mengejar vagina Keiko yang mundur karena kegelian.

“Do you want to taste my bone?” Tom bertanya sambil membalas tatapan Keiko.

“Yessh, Pleaseeee….”

Keiko berlutut dihadapan selangkangan Tom, kini posisipun berganti, si negro berdiri sambil berkacak pinggang, ia menyodorkan batang kemaluannya ke hadapan wajah Keiko yang berlutut diselangkangannya, telapak tangan Keiko mengelusi batang kemaluan Tom the killer, lidah Keiko terjulur menjilati batang kemaluan si negro, mulai dari biji kemaluan, merambat naik keatas ke arah kepala penis.

“Wow..!! You’re realy proactive, a young girl today, really is something else”

“Emmh, I can’t help it, it’s just soo delicious…, So bigg, huummmmhh”

“So let me teach you the art of deepthroat, open your mouth Keiko and eat my dick…” si negro mencelupkan kepala kemaluannya kedalam rongga mulut Keiko Kitagawa.

“Houff.., hummmmffhhh”

“If you rub your tounge against it, your saliva will spreading all over, yes, like that baby…, rub my dick, don’t fight it just eat it.., .”

Tom mendesakkan batang kemaluannya secara bertahap. Centi demi centi, batang kemaluannya yang besar dan panjang semakin dalam tertancap kedalam kerongkongan Keiko. Gadis itu menggerakkan kepalanya maju mundur, dengan senang hati ia menelan batang penis si negro. Tom membiarkannya bermain sepuas-puasnya, menjilat, mencumbu ,dan mengulum-ngulum kepala zakarnya

“Now, just lay down and relax, he he he”

Si negro membentangkan kain parasut, Tom memerintahkan Keiko agar berbaring di atasnya yang ternyata selain untuk terjun payung. Kain perasut berwarna putih itu kini memiliki kegunaan tambahan, menjadi alas untuk bercinta. Tom the killer merangkak, ia mendekati selangkangan Keiko. Kaki Keiko yang tertekuk mengangkang pasrah ketika disibakkan olehnya, usapan dan kecupan lembut bibir tebal Tom semakin naik dan terus naik mulai dari betis, lutut kemudian merayapi paha bagian dalam. Sebuah suara desahan keras terdengar dari bibir Keiko Kitagawa ketika mulut Tom hinggap di bibir vaginanya dengan liar bibir Tom yang tebal menciumi belahan bibir vagina Keiko.

“Your nectar is so delicious, so sweet slllrrpp slllppppphh..”

“nnnhhhh.. nnhhhhhh… ohhhhhhhhhh hhssshhh shhhhhhh Nigger”

Keiko mendesah dan mendesis saat belahan vaginanya dinikmati oleh seorang negro yang usianya jauh lebih tua dari dirinya. Sepasang kakinya mengangkang pasrah, merasa diberi angin Tom semakin menggila mencumbui vagina gadis cantik itu.

“Crrrr Crrrrrr… Crrrutttttt…Ahhhhhhhhhhhhhh”

Tubuh Keiko tersentak kemudian mengejang-ngejang bagaikan tersengat aliran listrik ribuan volt, nafasnya berdengusan keras mirip seperti orang yang hendak dicabut nyawa. Bibirnya membentuk huruf “A”, seiring suara desahan panjangnya yang terhembus, pinggang Keiko terangkat keatas menahan rasa nikmat yang berlebih.

“ohhhhhhhhhh……Tommmm”

“Srrrpphhhh.. Srrrrupppphhhhh… Cupphhh Srrrupppphhh”

Setelah mengenyot cairan vagina Keiko hingga kering, bibir si negro mengecupi permukaan vaginanya, ciuman-ciuman panasnya merayap naik keperut dan terus naik keatas ke arah dada Keiko.

“Ahhhhh, scratccchhhh….”

Kedua tangan Keiko terentang kesamping kemudian mencakar kain parasut berwarna putih saat wajah Tom terbenam diantara belahan buah dadanya. Keiko menggeser payudaranya menghindari jilatan dan hisapan mulut si negro yang menggelitiki gundukan payudaranya yang padat bergantian mulai dari payudara sebelah kanan kemudian pindah kepayudara sebelah kiri, disertai dengusan keras bagaikan seekor banteng yang terluka Tom mulai memasang posisi, ia meletakkan batang penisnya di permukaan vagina Keiko, ia seolah sedang mengukur sampai sejauh mana batang penisnya dapat menyodok liang kenikmatan vagina itu.

“Sweet little pussy, HERE I COME….!! ”

Tom mulai menjejalkan kepala penisnya, si negro menggeram saat ia berkutat untuk membongkar lingkaran otot vagina Keiko yang kecil mungil. Lelehan peluh mengucur deras melelehi tubuh Keiko yang seksi mulus saat ia mengejang menahan desakan-desakan batang penis Tom yang begitu gencar dan giat berusaha membongkar belahan liang vaginanya.

“Damn your pussy hole is too small for my bone…”

Tom mencoleki cairan vagina yang meleleh dan melumasi batang penisnya yang hitam dengan cairan vagina Keiko, dengan bernafsu si negro kembali menjejalkan batang besarnya berusaha mendobrak keangkuhan liang vagina Keiko. Berkali-kali Tom menggeram gemas, liang vagina Keiko terlalu mungil bagi batang penisnya, dengan paksa si negro menekankan kepala penisnya pada belahan liang vagina gadis itu.

“AWWWWW…..!!NGe-hakkksshhh…..!!!” Keiko menjerit keras saat liang mungil di selangkangannya dikuakkan dengan paksa

Secara otomatis lingkaran otot vagina Keiko mengkerut menghalangi masuknya benda asing yang menyesaki liang vaginanya. Mata Tom membeliak saat otot vagina Keiko mengkerut menggigit leher penisnya,

Berkali-kali Tom menelan ludah, kedua mata Tom tampak sayu seperti orang yang sedang mengantuk saat ia menekankan batang besarnya merojok liang vagina Keiko. Sementara kedua mata Keiko membeliak-beliak saat benda besar itu terbenam semakin dalam pada rekahan liang vaginanya.

“nnnhhh. Nnhhhh nnnnnnn-ahhhhhhh…”

Tubuh Keiko menggeliat resah saat gerakan batang penis Tom tertahan oleh sesuatu. Si negro tersenyum lebar, ia tahu persis apa yang menghalangi laju batang penisnya, tom mengambil ancang-ancang kemudian menghentakkan batang besarnya berkali-kali, direngutnya keperawanan Keiko dengan kasar dan liar.

“Brrrttt. Drrttt brrrtttttttt…..”

“Arrhhh..!! It’s hurtt., HURTTTT, you are killing MEEE.. ARRRRHHHH!!”

Keiko menjerit kesakitan saat penis besar milik Tom merengut paksa kegadisannya. Ia menangis dengan sebatang penis besar tertancap di belahan vaginanya. Wajahnya mengernyit menahan rasa sakit dan pedih luar biasa yang mendera vaginanya, rasa sakit dan pedih semakin menggigit saat Tom menggenjot-genjotkankan batang penisnya.

“cleppphhh.. bleppphhh.. blepppphhh…!!BLEPHHHHH…!!”

Si negro menyodoki vagina Keiko hingga batang penisnya mentok di dalam himpitan liang vagina peret itu. Tom menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan kemudian berkali-kali mendesak-desakkan selangkangannya pada selangkangan Keiko, ia tidak mempedulikan Keiko yang menggeliat kesakitan setengah mati.

“Ohhh, I’m dying..” tanpa sadar Keiko mengeluh menghadapi gaya bercinta Tom yang liar, tangisannya berselingan dengan suara ringisan dan erangan keras saat penis besar itu mengaduk – ngaduk liang vaginanya.

“HA ha ha, don’t worry Keiko, you’ll get used to it..”

Posisi Tom mirip seekor katak besar yang sedang kawin, kedua kaki Tom mengangkang membentuk huruf “Y” meneduhi tubuh bagian bawah gadis cantik itu sementara kedua tangannya bertumpu disisi bahu Keiko sebelah kiri dan kanan, penis besarnya mengisi liang vagina Keiko. Batang besar itu ikut terangkat keatas saat Tom mengangkat selangkangannya ke atas dan amblas disertai suara tumbukan keras saat si negro menghempaskan batang penisnya ke bawah sekaligus.

“Bleppppp.. Blepppphhh.. Blepppphhh.. BlepppphHH..” terdengar suara celupan keras saat Tom mencelup-celupkan batang besarnya ke dalam cepitan liang vagina Keiko.Keiko mengernyit sambil merintih saat benda besar di selangkangan Tom memompai belahan vaginanya dengan gerakan yang teratur.

“ohh, yessss, ahhh,..!! aa-ahhhhhhh nigger…“ Keiko semakin rajin mendesah saat rasa sakit yang mendera vaginanya mulai terkubur oleh rasa nikmat,

Gairah Keiko meledak dengan dahsyat, ia mengangkat – angkat vaginanya ke atas menyambut sodokan-sodokan batang penis si Negro, mulutnya ternganga-nganga saat batang penis Tom menggenjot-genjot vaginanya. Lelehan peluh yang membanjiri tubuh mereka berdua membuat persetubuhan interracial di atas kain parasut berwarna putih itu semakin memanas, suara rintihan lirih disambung oleh suara rengekan-rengekan kecil Keiko saat tubuhnya yang mulus terguncang hebat dihantam oleh batang penis Tom yang besar panjang

“Akhhhhh…, Crrrr Crrrrr rrrrtttt…Hssssshhhhh.”

Tubuh Keiko mengejang-ngejang di bawah tindihan tubuh si negro, telapak tangan Tom membelai pipi gadis itu. Berkali-kali bibir tebal si negro mampir mengecupi bibir mungil Keiko yang merintih menahan denyut-denyut kenikmatan, dengus nafas Keiko terengah seperti orang yang habis berlari, denyutan kuat itu perlahan-lahan melemah meninggalkan jejak-jejak kenikmatan. Keiko mendesis keras saat penis besar itu ditarik oleh pemiliknya hingga terlepas dari cepitan liang vaginanya. Tanpa membuang waktu si negro membalikkan posisi tubuh Keiko Kitagawa. Selangkangan Tom menaiki buah pantat Keiko, ia menarik pinggul Keiko agar buah pantat gadis itu menungging. Sesuatu mengincar belahan vagina Keiko dari arah belakang dan…sleppphhh, benda besar itu melesat menusuk bibir vagina Keiko.

“Ge-JROSSSSHHHH…! AWWWWWW….!!”

Kedua mata Keiko membeliak, ia menjerit keras saat tubuhnya tersungkur kedepan, gadis cantik itu meringis saat merasakan sodokan-sodokan susulan dari batang besar milik si negro yang membuat tubuhnya tersungkur-sungkur ke depan. Batang penis Tom merayap masuk ke dalam belahan vaginanya centi demi centi, batang penis milik Tom yang besar panjang tidak dapat bersembunyi dengan sempurna di dalam himpitan belahan vagina mungil itu, rupanya batang besar itu terlalu panjang bagi liang kenikmatan Keiko.

“pefffhhh Peffffhhhhh…!! Plakkkk Plakkk Plakkkkk…!!”

“Uhhh, unnhhhh…., Akhh akhhh ahhhhh”

Tubuh Keiko terayun maju-mundur dengan kuat saat penis besar seorang negro menghantami belahan vaginanya dalam posisi doggy style. Tom begitu bersemangat memacu batang penisnya yang besar panjang, nafasnya memburu keras di sela suara pekikan-pekikan dan rengekan gadis cantik itu, belum begitu lama batang besar itu menggasaki belahan vagina Keiko tubuh gadis itu sudah gemetar menahan sesuatu,

“PLAKKKK…!! PLAKKKKK…!! PLAKKKKKK…!!!!”

Tom tahu dengan pasti apa yang sedang dipertahankan oleh Keiko, ia menghentak-hentakkan batang penisnya dengan lebih liar, dihentakkan dan disodokkannya dengan sekuat tenaga merojoki liang vagina Keiko, gadis itu semakin goyah dan rapuh saat rekahan vaginanya yang mungil ditumbuk berkali-kali oleh sebatang penis yang besar. Penis si negro bergerak begitu kasar dan liar,maju-mundur menghentaki vaginanya.

“HEARhhh…!! Take this, thisss, and tHISS…!!”

“Dhubbbb.. Bhubbbbb.. Brussshhhh…!! Jrebbbbbb…!!”

“OWWWWWW…. Crrrr Cruttttt cruttttt….” mulut Keiko ternganga lebar membentuk huruf “O” ketika batang penis Tom meluluh lantakkan benteng pertahanannya. Batang penis si negro menggarap vagina Keiko hingga gadis itu mengalami beberapa kali kenikmatan puncak klimaks. Telapak tangan Tom mengusapi punggung Keiko yang basah oleh butiran keringat, pofffhhh, terdengar suara letupan batang besar itu ketika dicabut oleh pemiliknya dari himpitan liang vagina Keiko. Si negro berdiri sambil berkacak pinggang.

“STAND UP GIRL…!! NO TIME To WASTE..!!”

Dengan gaya militer Tom berteriak keras memerintahkan Keiko untuk berdiri, perlahan Keiko bangkit menghampiri si negro. Tangan Tom mencengkram buah pinggul Keiko kemudian dengan mudah ia mengangkat vagina gadis cantik itu dan menariknya ke arah batang penis hitamnya yang mengacung keras.

“I’ll make you scream Keiko.. he he he”

“P-Please, no more.., “

Keiko merintih memohon pada si negro

“WHATTTT..!! No more ??!! I want more..!! Blesssshhh”

“OWWWWWWWWWWW..!! annnnhhhh…!! NIG-NIGGERRR..!!”

Keiko menjerit saat batang besar itu membelah belahan vaginanya, tanpa ampun Tom mengamblaskan batang besarnya ke dalam belahan sempit di selangkangan Keiko. Kedua tangan Tom menyangga buah pantat Keiko, batang penisnya yang besar panjang terayun mengocok-ngocok belahan vagina Keiko yang memar kemerahan akibat disodok – sodok dengan kasar olehnya.

###########################

Di tempat lain – Ahmed’s castle

Seorang prajurit mengendap-ngendap mengintai, sementara ketiga orang temannya yang lain membius kemudian menculik Mihiro dan Ayaka. Sementara yang lain berjaga-jaga jika ada keadaan yang tidak diduga. James, Buddy, Don, dan Steve tersenyum, mereka mundur teratur sambil membawa oleh-oleh yang membuat selangkangan mereka terasa sesak.

“I hate Tom..!!”

“Yeah me too.., that old bastard…!!”

Tiba-tiba James mengutarakan pikiran jahatnya, ia berencana melenyapkan Tom. Para prajurit itu kembali ke tempat Tom dengan berbekal rencana jahat.

##########################

“Peffffhhh pofffhhh fleppphhhh...bllepppphhh…!!”

Tom semakin terlena mengayunkan batang besarnya. Keiko hampir menangis karena kelelahan melayani nafsu seorang negro tua bertenaga banteng dengan batang besarnya yang hitam panjang. Benda besar itu seakan tidak pernah puas mereguk kenikmatan dari tubuh mungilnya yang kelelahan, ia mendesah saat batang penis si negro mengocoki pelan vaginanya dan kembali memekik-mekik keras saat batang penis Tom menyentak dan menghentaki belahan vaginanya dengan brutal. Sambil menikmati belahan vagina gadis itu Tom berjalan ke sana kemari, ia menyanyikan sebuah lagu yang tidak jelas judulnya. Tom bersandar pada batang pohon besar, tangan kanannya mendekap buah pantat Keiko sementara tangan kirinya menggerayangi lekuk liku kemolekan tubuh gadis itu, ia mengayunkan batangnya dengan lembut seolah-olah ingin menikmati himpitan vagina Keiko yang peret, detik demi detik tusukan-tusukan Tom semakin cepat, menumbuki rekahan liang vagina gadis itu.

“Clepp Cleppp Bleppphhh Bleebbbbhhhh”

“ARGGGGGHHH… CROOOOOOTTTT…. CRROTTT…”

Kedua tangan Tom membelit tubuh Keiko seakan sedang berusaha meremukkan tubuh mungil gadis itu, spermanya menyembur mengisi vagina Keiko. Tubuhnya merosot kemudian kebawah kaki si negro saat Tom melepaskan dekapannya, gadis cantik itu mengerang lemah kemudian terkulai seperti benang basah. Batang besar Tom menggantung puas di selangkangannya. Tom tersenyum ia merasa bangga berhasil mempecundangi gadis itu. Si negro melangkahi tubuh Keiko.

“Dorrrr…. “

“AKHHHHHHH……” tubuhnya ambruk dengan sebutir peluru terbenam di punggungnya. Tom berusaha menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang sudah membokongnya.

“Yoooouu..!! Ngossshh Ngosssshhhh…, Urhhhhhh.”

James, Buddy, Steve dan Don tersenyum sinis saat Tom menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah melemparkan tubuh Tom ke jurang, para prajurit asal Amrik itu membaringkan Ayaka, Miriho dan Keiko di atas hamparan kain parasut.

“Poor little girl he he he…”

Dengan sabar James dan kawan-kawan menunggu ketiga gadis itu siuman. hari menjelang siang ketika ketiga gadis cantik itu mulai sadarkan diri, beberapa orang segera mengepung Ayaka dan Mihiro kemudian menerkam tubuh kedua gadis cantik itu.

“NOOOO…!!l-let me gooo…, NOOOO…!! “

Keiko meronta saat James memanggulnya di bahu kanan. Jeff dan Dave mengekori James yang melangkah tergesa ke arah suara air terjun kecil. James menegadahkan kepalanya ke atas, memperhatikan aliran air yang tercurah dari atas ke bawah, mengikis batu terjal berwarna hitam hingga membentuk tonjolan-tonjolan yang alami, hijaunya lumut menjadi penyedap yang membuat James dan kedua temannya menjadi lebih horny, dengan lembut James menurunkan Keiko, Dave dan Jeff menyeretnya ke bawah curahan air terjun.

“Let me gooo….nooo…”

Tubuh Keiko menggigil kedinginan saat curahan air terjun mengguyur tubuhnya, kedua prajurit itu memandikan tubuh mulusnya hingga bersih. Dave dan Jeff mendorong tubuh Keiko ke arah James yang berusaha menenangkan Keiko yang terus meronta, membujuk gadis cantik itu. Rontaan Keiko baru berhenti saat James berjanji akan memulangkan gadis itu ke Jepang, tentunya dengan sebuah syarat yang sangat mahal, Keiko harus melayani nafsu binatang ketiga orang prajurit bule itu.

James tersenyum saat Keiko terdiam, telapak tangannya mengusap wajah Keiko Kitagawa, Keiko sedikit berjingjit sambil mengalungkan kedua tangannya keleher James, janji dan juga dekapan hangat James mebuat Keiko Kitagawa menyerah, kehangatan itu semakin terasa saat Dave dan Jeff ikut memeluk tubuhnya dari samping kanan dan kiri.

“Hummhhh.., emmhh CuphhhEmmmm, Slllcckk Ckk Mmmmmhhh”

Keiko bersujud menyembah tiga batang penis milik ketiga orang pria itu, lidahnya terjulur menjilati batang milik Dave di sebelah kiri kemudian pindah ke tengah menjilati batang penis James, kemudian mulutnya pindah lagi ke kanan untuk mengulum batang penis Jeff. James duduk di bawah ia menarik bokong Keiko dan meletakkan belahan vaginanya di atas kepala penisnya. Wajah Keiko terangkat ke atas saat gadis cantik itu berusaha mendesakkan vaginanya ke bawah. Batang penis James yang besar menyelinap memasuki celah vaginanya. Keiko mendesah keras sambil menaik turunkan vaginanya, James mencengkram pinggang Keiko kemudian membantu gadis itu menaik turunkan tubuhnya, punggung Keiko bersandar ke belakang pada dada James saat dua kepala meluruk mengejar payudaranya yang bergerak indah, tangan Dave dan Jeff mengelus-ngelus permukaan paha Keiko bagian dalam.

“Slllccckkk ckkk ckkkkk….”

“Ohhhhhhh…”

Keiko mendesah saat Jeff dan Dave bekerja sama menjilati puting susunya,. “Nyotttt.. Nyoootttttt… Nyootttttttt….” berkali-kali mulut mereka menghisap dan mencumbui payudara Keiko. Keiko merasakan dirinya seolah sedang disantap perlahan oleh James, Dave dan Jeff. Kedua matanya terpejam-pejam menikmati kemesuman yang sedang diperbuat oleh ketiga orang prajurit bule itu terhadap dirinya, sementara ia menggerakkan vaginanya turun naik dengan teratur pada batang penis James. James menusukkan batang penisnya ke atas dengan lembut, kedua tangan Keiko mengocok-ngocok batang penis milik Jeff dan Dave. Lidahnya terjulur menjilat ke kiri dan kanan memainkan dua batang penis panjang besar yang semakin mengeras dalam lilitan-lilitan batang lidah gadis itu, sesekali Jeff dan Dave bergantian mencelupkan kepala penis mereka ke dalam mulut gadis itu.

“Harder.. Jamesss, harderrrr…”

“Are you sure ??”

“Yesss, fuck me harder…!!Ahhhhh, ahhh!!” Keiko menjerit keras.

James segera menusuk-nusukkan batang penisnya ke atas dengan kuat, disodoknya hingga Keiko mendesah keras, tubuh mungil Keiko terlompat ke atas saat batang besar milik James menghajar belahan vaginanya. Jeff dan Dave meremasi buntalan payudara Keiko yang padat kencang kemudian bersama-sama mengenyoti puncak payudara gadis itu.

“Auhhhh.. Crruutt cruuttttt….”

Tidak membutuhkan waktu lama bagi James untuk menundukkan Keiko kitagawa, James tersenyum saat dinding vagina gadis cantik itu berkontraksi dengan kuat, cairan vagina Keiko membasuh penis James yang terselip didalam vaginanya, James terus menghentakkan batang penisnya menghajar cepitan vagina Keiko yang nikmat tiada taranya, berkali-kali keiko merintih dan mendesah ketika dirinya mencapai puncak klimaks, Keiko menggigit bibir bawahnya , matanya terpejam menikmati semburan lahar panas milik James yang menyembur dahsyat didalam jepitan liang vaginanya.

“Croottthhhh Croottttt….!!”

“Ohhhhhhhhhhh, Dave…”

Gadis cantik itu mendesah saat menggendongnya dalam posisi berdiri berhadapan, keiko mengalungkan kaki mulusnya untuk menjepit pinggang Dave, ia menjerit kecil saat dave menghentakkan batang besarnya dengan kasar, belum juga keiko sempat menguasai diri, satu tusukan kuat dilubang anus membuat kedua mata Keiko mendelik, liang vagina dan liang anusnya terasa sesak diisi dua batang penis yang besar panjang milik dua orang pria bule.

“Ahh-ahh ahhhhh, Uhhhhh-hhssshh akkhhhh” wajah Keiko terangkat keatas sambil menjerit keras kemudian tertunduk kebawah saat dua batang penis itu bergerak sekaligus mengocok-ngocok liang vagina dan liang anusnya, terkadang bibir keiko meruncing saat dua penis itu bergerak kasar dan liar, bibir Dave memanguti bibir Keiko, terkadang Keiko menolehkan wajahnya ke kanan belakang untuk berciuman dengan Jeff.

“URHHH, YEAHH, “ Dave berteriak keras sambil menyodomi Keiko

“YEARRHH…” Jeff menggeram sambil membelah vagina gadis itu

“Aww. Ahh ahh ahh ah h ahhhh” Keiko menjerit dan memekik keras kewalahan, sesekali batang lidahnya terjulur keluar saat batang-batang besar itu menusuk terlalu dalam

Mata Keiko sampai terbalik keatas hingga terlihat bagian putihnya saja saat cairan klimaksnya meledak dengan dahsyat Cruttt.. cruttttt…., KECRUTTTT…!!

Jeff dan Dave menggarap tubuh mulus Keiko dengan berbagai aksi double penetration, kini Keiko dibimbing menaiki tubuh Jeff. Belahan vagina Keiko dibelah oleh penis besar milik Jeff, kemudian liang anusnya dirojok oleh batang besar milik Dave, tubuh mungilnya meringkuk terjepit di antara tubuh dua orang prajurit bule, sodokan demi sodokan menghantarkan Keiko menuju puncak klimaks, lendirnya membanjir hingga meluap keluar dari sela vaginanya saat penis milik Jeff menghentak kasar membelahi belahan vaginanya.

“Hummmmppphhh….mmmemmmmmmpphh”

Mulut Keiko yang menganggur disumpal oleh batang penis milik James yang kembali bergabung menyerang dan menikmati kehangatan tubuh gadis itu, dua batang penis milik Dave dan James menyembur dahsyat di dalam mulut, dan anus Keiko. Ia terbatuk-batuk sambil memuntahkan sperma James.

“ah-haaaaaaahh….” gadis cantik itu mendesah saat tubuhnya dibaringkan dalam posisi terlentang

Jeff menaiki tubuh Keiko, beberapa kali mulutnya melumat dan menghisapi putting susunya yang mengeras. Keiko memekik saat Jeff menjebloskan batang penisnya sekaligus, tangan Jeff mencekal pegelangan kakiny kemudian mengangkangkan sepasang kaki gadis itu selebar mungkin mirip sebuah huruf V, sebuah serigai mendahului serangan dahsyat batang penisnya, tubuh Keiko terguncang hebat, rintihan demi rintihan diselingi suara desahan dan erangan lirih.

Keiko bergidik saat matanya bertatapan dengan mata Jeff, sorot mata seorang prajurit yang liar dan garang, matanya menatap buntalan susunya yang bergerak seirama dengan sodokan-sodokan batang penisnya. Jika ia menyodok dengan lembut payudara Keiko terguncang perlahan, jika menyodok dengan kasar maka payudara Keiko terguncang dengan kuat, dan Jeff sangat menyukai gerakan payudara yang terguncang hebat saat ia menyodok nyodokkan batang penisnya dengan brutal. Batang besar Jeff mengenjoti vagina gadis itu ditumbukinya liang vagina Keiko sekuat mungkin..

“Clepp Clepp Clepp Cleppppphhh”

“Ahhh, !! Ahhhh..AAA..!!P-PLEASE STOPP…”

“Stop ?? Huhh..!! No Wayyy… ”

Birahi Jeff semakin memuncak kala Keiko merengek kewalahan menerima. Sodokan-sodokan maut Jeff yang melesat dengan prima menyodoki belahan vagina gadis itu, dengan mengandalkan genjotan-genjotan supernya Jeff memenangkan pertarungan yang panas dan liar itu dengan gemilang.

“Cruuttt. Crutttt… ohhhhhhhhh”

Jeff meraih tubuh Keiko, dengan langkah gontai akibat kelelahan Keiko berusaha melangkah, Jeff menggiringnya masuk ke dalam air. Dengan bersemangat Jeff mencuci vagina Keiko kemudian membasuh membersihkan payudaranya. Setelah bersih Jeff mendudukkan Keiko di atas lempengan batu besar. Kedua kaki Keiko mengangkang, ia tahu apa yang akan dilakukan oleh Jeff saat kepala si bule meneduhi vaginanya, dengan berdebar-debar Keiko menunggu aksi berikutnya.

“Ohhhhhh. Ahhhhhhhhhh, ahhhhhhh”

Keiko mendesah saat jari Jeff mengurut-ngurut tonjolan clitorisnya, jari telunjuk dan jari tengah Jeff merapat kemudian mencoblos belahan vagina gadis itu,

“crossssshhhhh…awwww”, Keiko memekik kecil, wajahnya tampak semakin sensual , kedua matanya nampak sayu memperhatikan jari Jeff yang tertancap di belahan liang vaginanya.

“sleppp.. sleeeepppp. Sleppppppp…..”

Sambil menusuki liang vagina gadis itu dengan menggunakan kedua jarinya, Jeff menjilat-jilat belahan vagina Keiko dan mencokel-cokel clitorisnya, James berbaring di sisi kanan Keiko, tangannya meremas-remas payudara Keiko bagian kanan, sementara Dave berbaring di sisi kiri, ia ikut meremas payudara Keiko bagian kiri, sesekali lidah James dan Dave mengejar putting susu Keiko yang runcing mengeras kemudian mengemut puncak payudaranya yang padat. Tangan Keiko mengusap batang penis James dan Dave, kemudian mengocok-ngocok batang penis kedua pria bule itu yang berdecak menikmati kocokan-kocokan tangan gadis itu. James dan Dave menggeram saat kocokan-kocokan Keiko semakin kuat, Keiko memekik kecil saat batang penis Jeff yang besar kembali merojok belahan vaginanya, sementara James dan Dave berlomba menggeluti dan mengenyoti payudaranya yang terguncang hebat saat Jeff memacu batang penisnya merojok-rojok belahan vagina Keiko.

“Jrebbb.. JrebbbbBluessshh Gejrotttt..!! Blephhhh sephhssshhh..!!”

“Owww Akkhh nnnggghhhaaaaaaaaakkhhh…”

Suara Keiko terdengar semakin parau akibat terlalu sering menjerit melampiaskan rasa nikmat, tubuh Keiko yang seksi mulus digilir oleh tiga orang pria bule, terkadang Keiko dikeroyok bersama-sama hingga gadis cantik itu termegap kehabisan nafas, suara rintihan lirih dan denyutan puncak klimaks vagina Keiko seolah menjadi pemicu meledaknya semburan sperma tiga batang penis milik James, Jeff dan Dave didalam liang vagina, anus dan di dalam mulutnya. Ketiga pria itu mengerubuti dan berebutan menjilati lelehan keringat gadis itu.

“ssslccckkk….!! ckkkk.. slllccckkkkkk!!”

James dave dan Jeff memanjakan sekujur tubuh Keiko dengan jilatan-jilatan batang lidah mereka, tubuh Keiko menggelinjang lemah saat jilatan jilatan batang lidah ketiga pria bule itu menggelitiki wilayah-wilayah tubuhnya yang sensitive.

######################

Pagi hari

“errrrhhhhhh…” Ahmed mengerjap-ngerjapkan matanya

“Tuan sudah sadar…”

“WADOWWW…, Ohhhhhh…tobattttt…..jangan pegang-pegang..!! GOBLOK SEMUA…!! Gubrakkk…!! HADOWWW, Koq nggak dijagain sihh, ?? !! Kan jadi jatoh nihhhhhh…., Ngehakkkkk…ancur dah pantat GUA…”

“Emmm anu ehh anu itu, jadinya dipegangin ato jangan tuan ?? “ hampir bersamaan Hasan dan Halim bertanya pada Ahmed

“ya dipegangin atuh, tapi bukan sama kalian, Emangnya gua cowo apaan dipegang-pegang sama cowo lagi..!! panggil Ayaka n Mihiro kemari “

“Cepat panggil Nona Ayaka dan Nona Mihiro kemari…!!”

Hasan berteriak keras memberikan perintah kepada salah seorang prajurit agar segera memanggil Ayaka dan Mihiro, tidak berapa lama prajurit itu kembali sambil berteriak-teriak.

“Tuannn…, !! Tuannnnn…Hasan!! Mereka hilang..!! saya menemukan ini dikamar mereka….., sepertinya mereka berdua telah diculik…”

Hasan menyambar dua lembar sapu tangan dari tangan si prajurit dan memberikannya kepada Ahmed. Si gila berteriak keras seperti seekor macan yang terluka, dengan geram ia menurunkan perintahnya.

“Hubungi semua pasukan kita, termasuk-pos-pos jaga di pinggir pantai, cepat kejar mereka…, ingat jangan sampai Ayaka dan Mihiro terluka”

Rasa khawatir membuat Ahmed melupakan rasa sakit yang dideritanya, dengan gagah Ahmed memimpin pasukan berkuda, terdengar suara bergemuruh saat pasukan berkuda mengejar kearah utara, +/- 15 menit kemudian…, seseorang menghubungi Ahmed…

“Tuann…!! Mereka terlihat di selatan….”

“Goblok…!! Hehh…!! kalian semua jawabbb yang benar…!! Siapa yang menyuruh kalian mengejar keUtara… HAH ?? Mereka itu ada di selatannnn… NYAHO !! bego semua. Ayo jawab sapa yang NYURUH…!!“

“emmm, T-Tuan yang nyuruh…”

“Tuan ndasmu…!! Semuanya…!! cepat ke SELATANNN….!!Hiaa Ctarr..!!”

Ahmed semakin cepat memacu kudanya saat mendengar suara tembakan yang saling berbalas , Huppp, Ahmed mendarat dikedua kakinya,dengan berbekal sebuah senapan AK-47 Ahmed dan pasukannya menerjang maju ke medan pertempuran.

“dorrrr..!! Dorrrr…!!”

“Dhuarrr.. Dorrrr.., dorrrrrr…!! Broootttt….?? Booommm!!”

(Red : Huhh ?? suara apaan tuhh…!!)

Missile anti serangan udara super canggih melesat menghajar pesawat jenis Stealth milik Amrik dan pesawat –pesawat jet milik para sekutu yang mati kutu, kapal-kapal selam saling menyerang dengan terpedo untuk menjatuhkan lawannya,butir-butir peluru menyalak merengut nyawa yang diincarnya, keadaan mirip seperti perang teluk tapi dengan situasi yang berbalik pasukan Arab yang menang dari kesewenang-wenangan pasukan berambut pirang.

“Tuannn… Tolooongggg….”

“Istrikuuuu…..!! Oiiiiii..!! lepaskan mereka keparat…”

Ahmed menyingsingkan pakaiannya yang bentuknya mirip seperti baju daster kemudian mengejar James dkk. Jatuh bangun Ahmed mengejar kedua istri dan seorang calon istri barunya, butir-butir peluru menyalak merengut nyawa gerombolan James hingga akhirnya hanya James dan Steve sajalah yang tersisa, mereka memanggul tubuh Ayaka, Keiko dan Mihiro di pundak mereka, kedua prajurit itu melompat keatas sebuah perahu karet yang menunggu di pinggiran pantai. Ahmed menghentakkan kaki kanannya dengan kesal, ia gagal menyelamatkan Ayaka dan Mihiro termasuk gagal mempersunting Keiko, dengan gagah berani pasukan Arab memukul mundur pasukan sekutu dari pulau mereka, sorak-sorai kemenangan dan suara tembakan diudara mengiringi kemunduran pasukan Sekutu.
hancur hancur hatiku
hancur hancur hatiku
hancur hancur hancur hancur hatiku
hancur hancur hancur hancur hatiku
Reff :
hancur hancur hancur hatiku
hancur hancur hancur hatiku
hancur hancur hancur hatiku
hatiku hancur
hancur hancur hancur hatimu
hancur hancur hancur hatimu
hancur hancur hancur hatimu
kasian de lo….
Ahmed menyanyikan sebuah lagu yang didapatnya dari situs Youtube.com dengan nada sumbang. Ia menari di tepian pantai, si Arab memang berhasil mempertahankan kerajaannya namun dengan pengorbanan yang sangat besar, Ahmed kehilangan cintanya…

The End….

Pesan Editor (my secret editor ^_^):

Hallo para pembaca setia karya Yohana, saya selaku editor cerita mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan segala masukan pada cerita karya Yohana. Saya selaku editor mengaku banyak sekali kesulitan dalam pengeditan karya Yohana dikarenakan banyak penulisan yang salah dan waktu yang saya miliki sangat sedikit untuk mengedit cerita. Mengapa saya menawarkan untuk mengedit karya Yohana? Karena saya sangat kagum dengan karyanya dan kreatifitasnya. Semoga para pembaca tetap mengikuti cerita cerita Yohana. Salam dari Editor. Jika ada penulisan kata yang masih salah, saya memohon maaf yang sebesar besarnya.

Regards,

***z a.k.a Editor

Yohana :
  • Me Too, I’m sorry too,jika many time jari-jariku kepeleset ^_^
  • ***z , moga sukses testnya ya n bisnisnya juga & thank’s u ya.
-----------------------
27 komentar Post your own or leave a trackback: Trackback URL
  1. GaKoRu mengatakan:
    Pertamaxxx..
    komen dulu ah baru baca..
  2. pimp lord mengatakan:
    damn good…
    it’s pays to keep on refreshing this page….
    make me horny…
    nice work sis…
    Re: pimp lord kapan berkarya lagi nih? dah lama
  3. natsu dragneel mengatakan:
    hore akhirnya bisa nulis komen pertama.
    good banget ceritanya, semoga bisa liat lanjutannya, tapi kok selesai sih
  4. ThaNaTos mengatakan:
    aku juga mau jadi editornya Yohana ^_^
    Re: wah penggemar yohana banyak juga ya
  5. GaKoRu mengatakan:
    hoho.. nice story..
    hmm, gw punya saran, ada artis JAV yang namanya megumi ishikawa. kyknya kalo dibuat cerita tentang dia cock bgt deh, soalnya dia tu emang ‘kbb’banget..
    hehe..
    cheers..
    Re: kbb gimana nih maksudnya
  6. Mr R mengatakan:
    artis dan model lainnya sis yo. artis chinese dan korea hwang wei ting, boa atau charlene choi. ^^
    buat sis yo. mantaf dan ciamik pol.. hehe…
    bagi yang mempunya imajinasi tinggi pasti dapat merasakan nikmat. ^^
  7. hello K!tty mengatakan:
    *MR R
    mkasih ^_^
    Hmmm, kayak kenal.., charlene Choi yang maen butter fly lover kan ya …..
    Re: wah kayanya sis yo penggemar sinema asia juga ya
    *Bro Thanatos
    wahhh, baiknyaaaa ^_^
    *Bro Natsu
    iy ni, yang arabian emang konsepnya cerita pendek alias cerpen sih… ^_^
    *Bro Pimp
    Mkasih Bro Pimp
    jadi terbang idungnya niy, tangkepin dung idungnya ^_^
    *Bro Gakoru
    mkasih Bro,
    usulna aku tampung dulu yak
  8. Diny Yusvita mengatakan:
    Wah, awal bulan selalu Sis Yo, asiiik ^o^. Gw paling engga bisa bikin yg kayak gini…top !! angkat rok ups keliatan deh xixixi angkat jempol buat Sis Yo ^o^.
    re: ups masa angkat rok hihihi malu dong
  9. Diny Yusvita mengatakan:
    Sis Yo, kl bisa cari foto beastnya org Jepang tuh biar lebih hot, kaya shusaku / isaku gethu…tp versi orangnya.
    Bang Shu coba bantu tuh, pasti asik…gw mau ikut bikin adegannya kl gitu Sis ^o^
    Re: boleh tuh kan di jav co nya biasa jelek2 tar kalau ada yg pas gw capture deh
  10. viggo mengatakan:
    nice story……….. lidahq sampe melet2 kayak ular hehehehe
    btw bro Shu ada gak yang punya cerita ENNY ARROW ( cerita dewasa dari jaman stensilan tuh) lagi pingin nostalgia nih…………
    Re: ada rasanya di forum bluefame, masuk situ aja deh ada kok
  11. GaKoRu mengatakan:
    hemmmm..
    udah katam duakali neh..
    hehe.. gw cuman mau ngadu doang..
    baydewei, mungkin ga ya kalo kita2 orang bermuka pengen ini ngadain gathering..
    Kalo bisa sihh, ntar bikin sandiwara gitu tentang eliza, hayoooo,, siapa yg bersedia memerankan tokoh elizaa???
    gw jadi girno juga gapapa dah..
    kalo pak susaku ntar mau jadi siapanya hayoo???
    wkwkwkwkwk..
    .:cheers:.
    Re; wahaha…kaya teater koma aja, tar ini namanya teater titik, gw juga mau jadi beastnya aja ah, hahaha, sapa mau jadi eliza cs? sis yohana cs kah?
  12. AdhYndHa oN tiMe mengatakan:
    AwWw.. GiLa euYy..
  13. yohanalover mengatakan:
    kemarin cerita gita gutawa sekarang cerita keiko kitagawa oke untuk itu kita samakan suara kita ketawa semua ha ha ha ha cukup sekian terima kasih.
    cerita cici yo banyak ada seial school diary. ujang the series, terus cerita feby (kapan tuh lanjutanya) betul juga kata bro thanatos cici yo perlu manager untuk menghandle dalam seluruh kegiatannya (salah satunya yakni mengedit cerita yang akan di publish)
    ntar aku kirim cv ke cici yo ke imel cici yo buat jadi asisten atau manager cici yo.
    Yohana : lho ini kan daftar belanja di pasar
    yohana lover : ups sory salah ambil map yang benar yang ini hi hi hi
    Re: iya ya schoolgirl diary dah lama ga lanjut nih
  14. Beastmode mengatakan:
    Oh bro Henz jadi editornya ya? Good good.
    Busyet dah itu fotonya, dapet dari mana bos? Keiko emang mantap abiezz. Thanks berat nih buat sis Yo udah bikinin ceritanya. <3
  15. Johny Alex Panjaitan mengatakan:
    Bosen nih’ lanjutan Ranjang yang ternoda kemana nih? masa g muncul2??!”!@
  16. GaKoRu mengatakan:
    RYT nya manaaa???
  17. dr h mengatakan:
    Adoohh. emang sis Yo ga pernah kehabisan bahan bikin org pada meriang sampe basah.
    kapan2 pasukan arabnya masuk korea dunk
    btw skrg pake editor pula?
    gw sih pengen jg pake editor. sekalian klu pegel ada yg mijitin, pas haus bisa bikinin minum, pas laper bikin nasgor, pas mupeng bikin lempeng.
    Re: iya ya yg korea punya blm ada tuh
  18. Hello K!tty mengatakan:
    *Dr H
    mkasih Dr, jadi tersanjung dan tersandung nih ke ke
    ha ha ha ha, itu sih harus nyari sex-kretaris ,
    kalu pegel bisa dilicin pake setrikaan
    (Ceossshhhhh…)
    kalu mupeng bisa ditarik pake tali biar lempeng terus…
    *Bro Beastmode *Bro On Time
    itu teh nyari di om google
    Makasih juga tanggapannya dan udah baca ^_^
    *Bro Gakoru
    Si Bos jadi eliza versi Co nya
    dia diperas dan diblak mai ama ce-ce cantik
    *Sis Din
    wiw…, keliatannnnn ?? (awas banyak yang ngintip hi hi)
    mkasih sis ^_^, waduhhh, versi orang aslinya ??
    kita kudu moto si Bos dulu kayaknya…., bos siap-siap actionnn (ceprett.. cepretttt)
    Bos Shu : Adohhhhh, adowwww, koq pake karet gelang sih
    (Diny dan Yohana nyengir kemudian lari bersama-sama)
    *Bro Viggo
    mkasihh ya ^_~ (ikut melet-melet tapi kaya komodo)
    *Bro Andra
    wahh, pake ada cvnya segala ??
    hahhh ?? tagihan kartu kredit sebanyak ini ??
    @_@
    Re: btw congrats lagi sis, ini ke 60 loh, hebat!! prett!! prettt!! (suara terompet,bukan kentut), dor-dor (suara petasan, bukan bom kok), crot…crottt…(suara botol campagne dibuka, bukan suara…..apa coba?)
  19. Pendekar Maboek mengatakan:
    Tuh kan awal bulan sangat identik dgn sis Yo he he…
    Wih kykny kursus bhs inggrisny sis Yo udah naik level advance nih, udah lancar bgt sih he he he, tp ga cm inggrisny yg naik level nih, jd penulisny jg naik level abis udah mulai bisa ngegaji editor pribadi, kalo semua penulis KBB puny editor pribadi kyk sis Yo bisa2 mr. shu ngga ada kerjaan lg ni selain tinggal posting2 aja he he he
    Btw gaya katak besar lg kawin itu kyk gimana sis? Sering ngintipin katak di rumah lg kawin y? haayooo… ntar aq bilangin ama katakny he he he
    Re: iya dong tiap awal bulan selalu bu mensexneg kita
  20. Hello K!tty mengatakan:
    *Om Maboek
    Ooo, soal bahasa inggris itu aku dapet nyolong dikit-dikit..,
    dari novel bhasa inggris gitu loh, kalo aku mah bahasa
    inggrisnya masih pas-pas-an, ngarti dikit,
    ngak ngartinya buanyaaakkk(kadang ampe mangap) , he he
    gaya katak lagi kawin ?? nah ini bisa dipraktekkan, lari yang keceng terus loncat dengan mempertahankan gaya mirip huruf X,
    (entar kalo dah mendarat pasti tahu rasanya kaya gimana
    hi hi hi hi)
    tenang..aja, kan kataknya aku kasih miras biar maboek ^_^
    Re: baru tau sis yo ternyata pengamat katak ya :) atau inget2 hasil praktikum sma dulu?
  21. Pendekar Maboek mengatakan:
    Gubrak! Katak kok dikasi miras? Emang udah cukup umur tu katak? He he he btw waktu ini gw udah coba gaya katak lg kawin yg ada pinggang rasany mau patah nih sis, ayo tanggung jwab! >_<
    Re: astaga dipraktekin juga? weleh2
  22. hello K!tty mengatakan:
    *Om Pendekar
    Waduh, ini pasti ada yang salah pengertian
    nyobanya dikolam renang dong…,
    jadi bunyina jeburrr
    bukannya Gubrakk..!!
    (kitakan lagi ngebahas perkatakan…)
    mana ada katak yang kawin didarat
    he he he…
    Re: wahahah bener juga ya, sis yo berbakat jadi pengganti dr boyke nih, bisa nemuin gaya2 baru. kalau gaya monyet kawin gimana sis? sambil berayun2 di akar pohon? :D
  23. hello K!tty mengatakan:
    *Bos Shu
    mkasih bos, ngak terasa sudah 60biji yak ^_^
    bukan dr boy ke ,kalo ce Dr Yo ke
    hehe he…,
    waah, cerita sc diary ?? aku lagi bikin yang ke 16 ..
    waduh apa aku yang lupa submit yak ?? tar aku cari lagi.. bos
    yang terakhir aku kirim eps berapa yak ??
    Re: makasih juga udah meramaikan tempat ini, kalau ga ada sis yo mungkin kbb ga sebesar sekarang, you are the legend deh! toast (pake pulpy). blm tuh sis gw blm nerima, apa masih di si editor?
  24. Mr R mengatakan:
    sis yo. request lagi sis. rainie yang juga boleh keliatannya galak tapi bodynya mantep dan mukanya manis banget sis. ^^
  25. Hello K!tty mengatakan:
    *Bos Shu
    ah bos shu terlalu memuji, ceritaku mah standar – standar aja ^_^, bagusan cerita nC tuch, ato ceritanya para suhu KBB yang udah banyak makan asam garam,
    oww, lupe deh, hens aku istirahatkan..
    aku ngak tega, dia ngedit ceritaku yang berjibun ini hi hi hi
    kelihatannya hens sibuk karang ini, jualan, vcd, agen juga, belum masuk univ, wuah berbagai macam kesibukan deh
    tar aku cari lagi sc eps 15-nya…
    Monyet sambil kawin ya bos ?? coba ambil tangga terus ambil tali, nah bos shu naek ketangga terus gelayutan n liat cermin hi hi hi (canda canda ^_^ V )
    *Mr R
    Entar Aku tampung dulu yak…, lagi bikin cerita horor sih sebenarnya.. , (wish me luck an Guts…yak @_@, turun naek nih mood nya . hmm, apa karena genrenya horror kali ya ??)
    Re: ah bu mensexneg terlalu merendah ah hehehe…kalau bro henz lagi sibuk gapapa gw yang rapiin aja sis, atau siapa sukarelawan lain juga boleh kok asal bener2 kerjanya. wah hebat mau bikin horror juga, sis yo ini multitalent banget sih, didoain cepet beres deh, mau liat horror ala yohana gimana, tapi ati2 tokohnya bisa ngedatengin waktu mimpi hihihihi
  26. Mr R mengatakan:
    ok tapi kalau gak salah rainie yang itu bodynya mantep abis soalnya dia hobby renang sis. sudah itu mukanya imut. tapi sayang payudaranya 32b pinggang 23 pinggul 33. oya sis, kapan rencana munculin cerita bernuansa arab? atau ini dimasukin ke arabian madness ta?
    sis, artis ini artis taiwan sis. ^^
  27. Sufe mengatakan:
    agak gak terlalu suka gangbang sih
Sungguh Puaskah Istri Anda ?