Jadilah Lelaki Perkasa, Seperkasa Kuda Putih

Friday, June 20, 2014

Agnes Monica XXX: Birth Of The Slut Queen

Agnes Monica

Sebelum cerita ini dimulai, mari kita tengok dulu beberapa cerita tentang Agnes yang telah terposting di blog ini. Bukan maksud pengarang untuk beriklan atau dan lain sebagainya. Namun bila anda jeli, dalam semua cerita tersebut agnes telah kehilangan perawannya ditambah dengan nafsu sexnya yang besar. Meskipun dibalik penampilannya yang tenang dan aksi panggung yang seksi namun tidak menjurus ke seronok itu, ternyata Agnes adalah seorang "Slut Queen". Namun tidakkah pembaca semua bertanya "Kok bisa ya Agnes kayak gitu?". Nah, dalam cerita inilah, pengarang mebeberkan sedikit rahasia permulaan kebinalan Agnes yang cantik dan seksi ini. Untuk selanjutnya silahkan disimak di bawah.



#############################

Once Upon a time in a gym

Suatu malam dalam sebuah gym di Jakarta, terdengar suara musik dan teriakan bersemangat.
"Thre, two, one, jump, thre, two, one, stop. Gimana Nes? Ok gak menurutmu?" tanya seorang laki-laki kurus nan gemulai.
"Nah, keren ini mas daripada yang tadi" sahut Agnes tersenyum, "ok, guys, kalian udah denger? Yuk sekarang kita latihan lagi, pake gerakan yang terakhir tadi ya!"
Ternyata yang berbicara dengan Agnes adalah instruktur tarinya. Rupanya Agnes sedang berlatih koreografi untuk video klip barunya.
"Yaaaa Omm...." sahut para penari latar serempak menggoda instruktur mereka.
"Hus, ses tahu!" canda sang instruktur pula, dan merekapun tertawa terbahak-bahak
"Ok segini dulu ya Nes, kamu perlu istirahat. Kamu abis konser lo" kata sang Instruktur.
"Ok, mas makasih ya" sahut Agnes menurut
Meskipun sebenarnya ia ingin sekali menyelesaikan koreografi barunya sesegera mungkin. Namun, ia pernah cedera akibat kengototannya itu. Kali ini ia tidak bisa membantah lagi. Segera ia menuju shower untuk membasuh badannya dan berganti pakaian.
"Semua, Agnes duluan ya!" teriak Agnes riang.
"Yoahh...." jawab lainnya ramah.

########################
The Lost Prisoner

Joni Bleki

Krosak...Krak...net...tot...tet....tot...Seseorang berlari di tengah kegelapan. Di belakangnya terdengar sirine saling bersahutan. Diapun mempercepat larinya, membelok masuk ke gang, dan dengan lincah bak kucing dia mampu meloncati pagar setinggi dua meter dalam dua langkah. Polisi yang mengejarnyapun kewalahan, ada yang turun memanjat pagar tersebut, ada yang memutar mobilnya mencari jalan lain. Namun terlamabat, dia telah lolos. Siapakah dia? Dia adalah Blek. Nama bekennya Joni Bleki (Bleki karena kulitnya hitam legam). Joni adalah perampok ahli dan seorang preman kelas kakap. Namun naas saat aksi terakhirnya merampok toko emas ketahuan oleh polisi. Dia dan kedua temannya Krebo item yang selalu membantunya mebongkar berbagai kunci toko maupun ATM, serta Bruno Condet yang pandai mengintai setiap target operasi mereka, serta selalu mengawasi daerah sekitar seperti siluman ketika kedua temannya beraksi, segera berpencar dengan Joni menjadi umpan karena dia yang paling gesit dan lincah seperti kancil. Mereka berjanji untuk bertemu di tanjung priok dan berencana melarikan diri ke sebuah pulau kecil tidak jauh dari Jakarta untuk bersembunyi. Terus ia pacu larinya tidak peduli walaupun nafas sudah tersengal. Dia pun sadar, suara sirine tidak lagi terdengar. Ia pun kini menghentikan larinya. Menengok ke kanan dan kiri, ada beberapa mobil terparkir di sebuah parkiran. Namun ada satpam yang menjaganya.
"Hhh.... gak masalah, cuman dua orang satpam gembrot." pikirnya.
Dengan perlahan ia mengedap-endap menghampiri mobil berwarna hitam BMW dan cekatan ia mengeluarkan alat-alatnya. Tidak sampai semenit ia telah masuk ke kursi belakang sebuah BMW hitam. Segera ia menyesuaikan diri agar tidak terlihat. Perlahan pula ia tutup pintu mobil itu agar tidak menimbulkan kecurigaan.

###############################
Bad Surprise

Malam itu Agnes segera menuju ke mobilnya di parkiran. Ingin ia segera pulang melepas lelah. Segera setelah ia masuk ke mobilnya, BMW hitam, ia segera memacu mobilnya. Memacunya cukup kencang setelah melewati pintu tol. Tiba-tiba
"Jangan bergerak!" seseorang menodongkan pistol ke kepala Agnes. "Jangan bergerak, diam, dan terus kendarai mobilmu. Sedikit saja kau mengacau, kepalamu ini akan kubuat lubang!" bisik Joni Bleki garang.
Agnes pun mengangguk, terkejut bercampur shok dan ketakutan. Nafasnya memburu dan dadanya naik turun.
"Siapa kamu?" kata Agnes.
"Bukan urusanmu sayang" kata Joni lagi sembari melirik ke arah spion depan melihat korbannya "Oho... ternyata ini mobilmu cantik" seringainya licik.
Agnes merasa tak nyaman dengan seringai Joni. Ia merasa lebih segera mencari cara untuk kabur.
"Orang ini pasti rampok, kalau aku kasih uang mudah-mudahan aja dia pergi" pikirnya.
"Pak, bapak mau apa? Kalo bapak mau uang, ini di tas saya ada banyak, bapak juga bisa ambil jam saya. Tapi tolong bebaskan saya, kalau bapak juga mau mobil, bapak bisa ambil ini mobil." Agnes memelas.
Joni pun meliriknya. Ia perhatikan Agnes dari wajah hingga pahanya yang mulus berbalut hotpants.
"Tenang aja cantik, kamu aman bersamaku, asal kamu menuruti apa kataku, kamu lebih berguna hidup cantik. Sekarang, ada belokan di depan, kamu belok kanan, awas jika kamu mengacau" ancam Joni seraya menodongkan pistolnya.
Agnespun menurut, ia mengikuti semua petunjuk jalan yang diberi Joni dengan pistol tertodong dikepalanya. Tiba-tiba Joni berkata,
"Ini peluru kaliber .45, mudah nembus kursi kulit bagusmu sayang, jangan kamu bilang-bilang sama penjaga tol, awas, saya mengawasimu dari belakang, jangan kau buka kacamu lebar-lebar." ancamnya ketika melihat pintu tol dari jauh.
"Selamat malam nona", sapa penjaga tol tersebut ramah.
"Malam pak", jawab Agnes agak getir.
"Eh non Agnes, langsung aja Non", kata petugas tersebut.
"Loh gak bayar pak?" sahut Agnes.
"Gak papa non, saya penggemar non, oh iya non, ati-ati di jalan, jangan brenti sembarangan, aye denger tadi ada rampok dikejar-kejar polisi, sampe sekarang masih buron. Terus, setau ane nih, tuh rampok suka membunuh semua orang yang ngeliat dia ngrampok. Ih serem... non." teroco petugas tersebut.
Jantung Agnespun berdegub mendengar perkataan petugas tersebut. Ingin dia berteriak namun tiba-tiba dia merasakan sebuah benda menekan pantatnya. Perlahan ia melihat moncong pistol terarah padanya dari kegelapan.
"Iya mas makasih ya", segera ia meninggalkan pintu tol.
"Bagus cantik, jangan sampai kau macam-macam denganku kalau tak mau nyawamu melayang" sahutnya sembari bangkit dari sela-sela tempat duduk.
Tampaknya cukup pintar juga Joni ini bersembunyi.
"Pak saya mohon jangan bunuh saya" Agnes kembali memelas.
"Diam lu!", Bentak Joni, "Kalo lu lakuin yang gua perintahin, lu bakalan selamet. Paham!!".
"Paham Pak" sahut Agnes terisak.

###############################
Escape Point

Krebo Item, Bruno Condet & Sarno

Kini Mobil BMW tersebut melaju kencang dan berbelok melalui beberapa tikungan sesuai petunjuk Joni. Akhirnya mereka sampai di sebuah pelabuhan. Joni sengaja membawa mobil tersebut melalui belakang pelabuhan. Ada spot yang aman dimana dia sudah menyogok penjaganya untuk tidak di utak-atik, Joni pun mengeluarkan sapu tangan,
"Nah cantik, kamu tutup matamu sekarang kalau kamu ingin selamat" bentak Joni.
Agnes pun menurut, mengira bahwa sang rampok segera ingin pergi tanpa ketahuan wajahnya secara jelas. Namun Joni memiliki rencana lain, segera ia mengoleskan obat bius ke sapu tangannya dan ia bekapkan ke wajah Agnes. Agnes pun meronta, namun dalam beberapa detik tubuhnya lemas, ia pun pingsan.
"Kamu lebih berguna hidup sayang, kamu harus berterima kasih padaku, kamu akan kujadikan budakku hahahaha...." tawanya seram.
Ia pun segera membawa Agnes, meninggalkan tas dan tak lupa mematikan hape Agnes. Segera ia mengendap-endap, memasuki lubang di pagar kawat yang memang telah sengaja disiapkan oleh petugas yang ia suap.
"Kemane aje lu Blek, lama bener" Kata seseorang menyapa Bleki dalam keremangan. "Diem lu Krebo, gua udah susah payah jadi decoy nih. Susah goblok lari dari mobil polisi." Sembur Joni.
"Wei, sabar Blek, kan udah perjanjian. Tapi santai barang selamat di dalam, sekarang kita tinggal goa aja, tuh Sarno udah nungguin, jangan sampe temen-temen dia curiga kalo dia bantu kita." Kata Krebo.
"Semua udah siap Bo?" Tanya Joni.
"Udah gua beresin semua, kita tinggal berangkat, eh apa tuh di pundak lu?" tanya Joni.
"Oh ini? Ini cem-ceman kita nanti Bo, ok punya" seringai Joni dan Krebo pun turut tersenyum. "Ayo kita berangkat nanti aku ceritakan di kapal" Kata Joni lagi
Dalam perjalanan laut Joni menceritakan kisahnya lari dari kejaran polisi dengan bersembunyi di mobil Agnes. Lalu ia mengancamnya untuk mengantarkan dia ke pelabuhan. Namun melihat Agens Monica seorang aktris cantik dan seksi membuat pikiran Joni berubah untuk tidak membunuhnya. Joni berpikir kapan lagi dapat menyetubuhi artis paling hot se ibukota ini.
"Laut aman Det?" Kata Krebo pada si sopir kapal.
"Beres Bos" sahut Codet.
"Eh Jon, la itu gimana mobil korban kita?" tanya Krebo.
"Beres Bo, tadi udah aku suruh Sarno urus tuh mobil. Bakal dia buang ke jurang nanti. Bo kali ini kita stop dulu aksinya. Polisi dah mulai waspada Bo, kalau tadi Codet nggak ngawasi dengan bener, bisa tewas kita semua." kata Joni.
"Hmmm..... boleh juga ide lo, apalagi ada" sahut Krebo melirik Agnes yang kini terikat di kapal.
"Tapi sebelumnya kita "Bungkam" dia dulu hahaha..." tawa Joni licik.

###############################
Nude Photos

Selama di perjalanan laut, Joni dan Krebo mengerjai Agnes yang sedang pingsan. Mereka telanjangi Agnes sehingga tidak sehelai benangpun menempel di tubuhnya. Kemudian mereka pun turut telanjang dan bergantian berfoto dengan kamera hape milik condet bersama Agnes yang sedang pingsan. Namun mereka licik. Hanya wajah Agnes saja yang mereka perlihatkan dalam foto tersebut. Mereka tidak berlama-lama berfoto, takut meraba-raba tubuh seksi Agnes yang kencang dan menggoda. Mereka sadar itu akan membangunkan Agnes dan membuat keributan di tengah kapal boat kecil mereka. Segera mereka memakaikan baju Agnes dan mengikatnya. Tak sampai 4 jam mereka telah sampai di sebuah pulau di lepas pantai Jawa. Meskipun pulau ini dekat dengan pulau Jawa, namun jarang ada orang singgah di pulau itu.  Kalaupun singgah, hanya di pantai saja, tidak sampai masuk ke dalam hutan. Mereka memanfaatkan kondisi pulau yang sepi dan jarang dikunjungi orang tersebut untuk menyembunyikan harta mereka serta diri mereka hingga keadaan aman. Merekapun berjalan masuk ke dalam hutan. Tak jauh dari pantai terdapat sebuah rumah cukup besar, namun tersembunyi dibalik hutan. Mereka segera meletakkan barang-barang hasil rampokan mereka serta membaringkan Agnes di sebuah ranjang. Kemudian mereka menutup pintu dan menguncinya.
“Ndet, jangan lupa kalo lu nanti ke kota, lu pantau situasi dan beli nih barang-barang buat si budak itu” seringai Joni.
“Beres bro, pokoknya nanti aku pulang kita pesta, lu didik dia dulu cara ngelayanin gue” balas Condet menyeringai.

#############################
Worst Nightmare Ever

“Mmmhhh…, eh, apa-apaan nih, dimana nih? Tolong…. Tolong…..tolong….” Agnes terbangun dan kaget mendapati tangan dan kakiknya terikat di sebuah ruangan.
Ia menangis terisak-isak dan berteriak meminta tolong. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan ada dua orang berperawakan tinggi dan hitam masuk ke ruangan itu, wajah mereka sangatlah buruk, membuat Agnes terkejut dan membelalakkan mata kepada mereka.
“Selamat siang nona manis, eh udah bangun rupanya” seringai Krebo pada Agnes.
“Si... siapa kalian..!!!” teriak Agnes ketakutan.
“Hahaha... gak nyangka gue bakal sembunyi di mobil Agnes Monica yang seksi ini” tawa Bleki dari belakang Krebo.
“Ka.. kamu...” Agnes terkejut, “Bukankah aku sudah mengantarkanmu, sekarang lepasin aku,” isak Agnes memelas.
“Hahaha..., janjiku hanya tidak membunuhmu sayang, kalo lo mau idup, lo harus mau jadi budak kami Hahaha...” bentak Bleki pada Agnes.
Mendengar itu, Agnes merasa bak disambaer petir di siang bolong, ia menangis,
“Jangan... jangan... pergi... atau.....” .
“Atau apa cantik? Silakan kamu teriak-teriak, ini di tengah hutan, tidak ada yang mau dengerin teriakanmu cantik Hahahaha....” bentak Krebo.
Melihat korbannya sudah tidak berdaya, Bleki pun mendekati Agnes.
“Jangan pak...” isak Agnes lagi.
Bleki tidak memperdulikan isak tangis Agnes, ia memegang kaki Agnes dengan kencang dan meraba-raba paha mulus Agnes. Krebo pun tak mau ketinggalan, ia segera mendekat dan meraba-raba payudara Agnes.
“Weh sekel juga ya punya lo, wakakaka.” seringai Krebo tak mempedulikan isak tangis Agnes,
“Jangan Pak, jangan!”.
Krebo tidak mempedulikan Agnes memelas, ia langsung mencium bibir mungil Agnes dengan ganasnya, napas alkoholiknya membuat Agnes kesuilitan bernapas. Bleki pun mengambil pisau lipat dari sakunya, ia segera merobek kaos putih Agnes, menarik lepas bra Agnes dengan paksa
“Auh...” lenguh Agnes kesakitan.

Wreeeekkk.... kini ia mengarahkan rabaannya pada payudara mungil Agnes sebelah kanan, sementara lidahnya segera menggelitik puting Agnes sebelah kiri, membuat Agnes meronta-ronta dan mencoba menendang mereka.
“Bajingann...” bentak Krebo, “ Eh lonte, asal lo tau ya, kami semua punya foto bugil lo, kalo lo gak nurutin kata-kata kami, kami sebar nih foto-foto lo di internet, biar lo mampus.” bentaknya kesal, dan membanting print-printnan foto yang ia cetak tadi pagi.
Agnes pun terkaget, hatinya berdegub bertambah kencang bak genderang perang. Dia pun kembali terisak membayangkan jika foto itu sampai tersebar.
“Bagus, sekarang lo harus nurutin semua apa perintah kita.” sahut Krebo sambil melepas ikatan tali pada Agnes. “Sekarang lo minum nih obat, ini obat anti hamil, biar lo gak hamil di sini.” bentaknya.
Agnes menurut dan meminum sebutir kapsul yang dikeluarkan Krebo dari sakunya.
“Bagus, sekarang lepas hotpants sama CD lo, kami pingin liat lo bugil” tambahnya.
“I… Iya pak” kata Agnes.
Agnes kini mulai melepas hotpantsnya. Bleki menelan ludah melihat pemandangan Agnes mengenakan celana dalam putih saja. Agnes meneruskan dengan menarik perlahan CDnya turun. Kini ia benar-benar telah bugil dengan muka merah dan kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi payudara dan vaginanya.
“Eh lonte, ngapain lo tutupin? Buka tangan lo! Mau mampus lo!” teriak Bleki seraya menunjuk foto Agnes.
“Baik Pak” Isak Agnes memerah dan membuka tangannya.
“Eh lonte, panggil kami semua tuan! Mengerti!” tambah Bleki galak.
“Baik tuan” Kata Agnes. “Bagus, sekarang aku pingin liat memek lo, sekarang lo nungging kayak anjing, paham!” tawa Krebo.
Agnes pun menunggingkan pantat seksinya, memperlihatkan lubang surgawinya yang merah muda ditumbuhi sedikit bulu-bulu halus.
“Bo, yang ini bagianku dulu, lo bagian depan sonoh” kata Bleki tak sabar.
“Hehehe…beres” Krebo segera mendekati mulut Agnes.

Dia segera melepas celananya dan memukul-mukulkan batang kemaluannya ke muka Agnes.
“Gila besar punya ini orang, item, bau lagi” isak Agnes dalam hati.
Penis Krebo berwarna hitam, sepanjang 30 cm, tapi diameternya tidak terlalu besar. Yang agak membuat Agnes eneg adalah bulunya yang ternyata juga kribo.
“Nah lonte, sekarang lo jilatin nih penis gue, kayak lo jilatin lollipop, terus lo emut-emut” bentak Krebo.
Agnespun mulai menjilati Penis Krebo. Ia menjilatinya seperti anak kecil menjilati permen. Ia tempelkan lidahnya mulai dari batangnya, kemudian ia seret lidahnya ke atas menyusuri lekuk penis Krebo yang hitam,
“Bagus, gitu lonte. Sekarang lo emut kontol gue” seringai Krebo.
Agnespun menurut, segera ia kulum penis Krebo dan menaik turunkan kepalanya seolah mesin penghisap debu.
“Bagus, sekarang taruh lidah lo di lubang kencing gue, terus lo emut ampe gue puas” perintah Krebo.
Agnes pun menurut. Bagi Agnes ini sangatlah menjijikkan, tapi bagi Krebo, penisnya mendapatkan sensasi dari pijatan-pijatan mulut Agnes dan tekanan lidah Agnes pada lubang kemihnya. Ketika Agnes sedang fokus melayani Krebo, tiba-tiba ia terkejut karena Bleki  baru saja mengelus bibir vaginanya. Ingin ia berteriak, namun Krebo yang tanggap segera mencengkeram kepala Agnes dan memaju mundurkannya membuat Agnes hampir tersedak.
“Ohohoho… kupikir semuar artis ibukota itu lonte, pada gak perawan, tapi ternyata lo masih perawan, hahaha…” Bleki yang baru saja mengobok-obok vagina Agnes tertawa begitu membuka vagina Agnes dan melihat selaput daranya yang masih utuh.
Blekipun kembali mengobok-obok vagina Agnes. Dirabanya klitoris Agnes dan dipilin-pilinnya dengan keras membuat Agnes kaget dan tersedak penis Krebo.
“Mmmpphhh….mmmppphhh” desah Agnes tersumbat penis.
Blekipun mulai memasukkan jari-jarinya lebih dalam lagi. Ia korek setia mili lembah kenikmatan Agnes mencari tonjolan-tonjolan G-Spot Agnes. Tidak lama kemudian, Bleki menemukannya. Ia menyeringai dan segera menggosokkan jari jemarinya ke dalam G-Spot Agnes dengan cepat. Serangan-serangan yang Bleki lakukan membuat Agnes terangsang hebat.

Agnes berteriak-teriak walaupun mulutnya tersumpal penis Krebo sementara tubuhnya melenting-lenting. Hingga akhirnya; “Crrrroottt….Crrshhh…..Mmpphhhh….” Tubuh Agnes melenting ke depan, otot-otot vaginanya menegang menjepit erat jemari Bleki, dan sekelompok nectar lezat mengalir deras dari vagina Agnes bak air terjun. Sementara Bleki melepaskan jemarinya dan segera menempelkan mulutnya pada vagina Agnes untuk menyeruput nektar kesukaannya.
“Sruuupppsss…sssrppppss… Ah.. eh lonte memek lo wangi juga ya, hahaha…” teriak Bleki seraya menyeruput vagina Agnes dengan rakusnya.
Lidahnya bahkan menelusuri setiap mili vagina Agnes, memastikan tidak ada nectar yang terbuang. Sementara itu Agnes merasa lemas akibat orgasme hebat yang melandanya tadi sementara tubuhnya masih berkelojotan menikmati sisa-sisa orgasme yang dahsyat. Melihat korbannya lemas, membuat Bleki bertambah semangat. Ia segera meremas pantat Agnes, menamparnya beberapa kali, dan mengangkatnya sedikit ke atas. Lalu ia segera menyiagakan penisnya untuk menghujami vagina Agnes. Sementara itu Agnes yang tenaganya terkuras hanya mampu pasrah dan mengiba. Namun Krebo segera menjambak rambut Agnes dan membuatnya mengulum penisnya.
“Dasar lonte, lo itu budak kami, lo harus turuti apa perintah kami. Lah… Entar lo juga suka ama kontol dan peju kami, sekarang lo nikmatin aja, dasar Lonte.” Bentak Krebo.
Bleki yang sudah sangat bernafsu segera menghujamkan penisnya pada vagina Agnes.
“Slebb…Ngghh….” jeritan Agnes teredam oleh penis Krebo.
Tubuhnya melenting ke atas. Air mata mengalir dari sela-sela matanya dan darah segar tanda bobolnya kesucian dirinya membahasi paha dan penis milik Bleki. Agnes hanya mampu menangis meratapi kesuciannya yang telah hilang. Kini rasa sedih dan sakit bercampur aduk dalam dirinya. Kini penis seorang penjahat kotor telah merenggut keperawanan dan mengisi penuh vaginanya. Bleki kini menikmati remasan vagina perawan Agnes yang baru saja ia bobol.
“Ahh… lonte, enak banget memek lo, ssseeempiittt…memek artis terkenal memang nikmattt… hahaha….” tawa Bleki kegirangan.

Kedua tangannya meremas-remas dan menampar pantat sexy Agnes. Setelah puas, ia pun menggenjot Agnes dengan perlahan dan berirama. Setiap tusukan ke lima ia menekankan penisnya hingga mentok mencium pintu rahim Agnes. Sementara kini tangan kanannya berpindah membelai-belai payudara mungil Agnes yang bergelantungan, sementara tangan kirinya masih sibuk meremasi pantat padat Agnes. Perlahan namun pasti vagina Agnes mulai menerima rangsangan ini. Perlahan rasa sakit mulai tergantikan oleh perasaan nikmat dan horny yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Vaginanya mulai basah akibat lendirnya yang mulai banjir melumasi  otot-otot penis perkasa Bleki. Agnes sudah konsen pada isapannya, penis Krebo dibiarkannya mengacung di depan mukanya, sementara itu ia mendesah-desah keenakkan.
“Akhhhh…. Uhhh…. Ohhhh… Ssshhhh….Awwhhh…” Agnes terkejut, ia menggigit bibir mungil seksinya.
Bleki kini mengganti iramanya dengan menarik perlahan penisnya lalu membenamkannya dengan cepat hingga penisnya mencium pintu rahim Agnes. Berulangkali Bleki melakukannya membuat Agnes kelojotan tak karuan. Serangan bertubi-tubi pada pintu rahim membuat sang pintu mulai membuka. Penis Bleki yang tadi tidak masuk sepenuhnya kini amblas menyeruak seluruhnya kedalam rahim Agnes membuat Agnes berteriak, matanya mebelalak, dan punggungnya melenting seksi
“Hhhiiiaaaahhhhhhhh…..” teriaknya.
Bersamaan dengan itu vaginanya mulai berkedut-kedut, otot-ototnya menegang, cairan menyembur, namun tertahan oleh desakan Penis Bleki yang perkasa, membuat mengalir merayap melalui selangkangan Agnes dan paha Bleki. Sementara Bleki masih membenamkan penisnya pada rahim Agnes. Agnes mengalami orgasme hebat karena mengalami sensasi tak terkira saat rahimnya dimasuki oleh penis Bleki, ia mendapatkan multi orgasme yang belum pernah ia rasakan. Tubuhnya ambruk, dan ia berkelojotan tak karuan. Sementara itu Bleki masih memegang pinggul Agnes. Kini Bleki membalik tubuh Agnes dengan penis masih tertanam dalam vaginanya. Ia mulai menggenjot Agnes dengan tempo cepat. Bunyi kecipak penis yang menghujami vagina yang telah becek menggema dalam ruangan. Agnes telah pasrah, tenaganya telah habis terkuras pada orgasmenya yang kedua. Ia hanya bisa pasrah Bleki menggarapnya dengan tempo cepat. Sementara tangan kirinya menyentil-nyentil putingnya yang sebelah kanan dan lidah Bleki memainkan dan menjilati payudara mungil Agnes, serta mengigiti putingnya yang sebelah kanan.  Kedua putingnya kini yang merah muda kini telah mengeras oleh serbuan Bleki.

“Aaakkkhhhhh……” Agnes pun menjerit horny mengalami orgasme hebatnya yang ketiga.
Refleks kakinya ia lingkarkan pada pinggul Bleki dan ia peluk kepala Bleki, membuat penis Bleki semakin terbenam pada rahim Agnes dan ia makin ganas mengigiti putting Agnes. Semburan lendir kewanitaanya pun mengucur dari sela-sela vaginanya yang terisi oleh penis Bleki. Seluruh otot di badannya bergetar kelojotan membuat Bleki horny dan segera mencium bibir seksi Agnes. Sensasi diperkosa oleh orang yang tak dikenalnya, ditambah serangan-serangan dahsyat pada organ kewanitaannya membuat otot-otot vagina Agnes semakin mengencang. Meremas-remas dan memijat penis Bleki seolah memintanya untuk mengeluarkan maninya. Bleki yang tentu saja sangat terangsang oleh perlakuan Agnes tidak kuat menahan gempuran otot-otot vagina Agnes. Ia pun menyemburkan spermanya dengan deras ke dalam rahim Agnes. Sensasi rahimnya terisi penuh oleh penis Bleki, sperma yang muncrat, serta ciuman pada bibir, dan remasan tangan pada payudaranya membuat Agnes mendapatkan multi orgasme. Tubuhnya kembali bergetar hebat tak keruan, vaginanya bak berubah seolah mesin vacuum yang harus memompa habis isi penis Bleki. Usai semburan penis Bleki yang terakhir. Ia menarik keluar penisnya yang separuh loyo. Ia lalu menyodorkan penisnya yang masih belepotan peju ke mulut Agnes.
“Bersihin nih kontol gua lonte,” Bentaknya pada Agnes.
Agnes yang lemas setelah digempur oleh Bleki hanya menurut dan mengulum penis Bleki pada mulutnya, membersihkan sisa-sisa sperma berbau khas dari penis Bleki. Sementara itu Krebo tertawa-tawa melihat Agnes yang masih berkelojotan keenakan.  Krebo yang dari tadi menahan Horny melihat persetubuhan Bleki dengan Agnes kini mulai meminta jatah. Dia siagakan penisnya pada lubang kenikmatan Agnes. Sementara Agnes hanya mampu merintih pelan. Agnes pasrah membayangkan tubuh moleknya bakalan ditusuk-tusuk oleh penis Krebo yang lebih tebal dan berurat ketimbang Joni. Memang tidak sepanjang milik Joni, namun cukup untuk mengisi penuh liang senggamanya. Perlahan ia merasakan kepala penis Krebo memasuki liang senggamanya. Namun setelah seluruh kepala penisnya amblas, Krebo menyentakkan pinggulnya membuat penisnya menusuk liang vagina Agnes, membuat penisnya mencium pintu rahim Agnes. Agnes Monica mendesah antara horny dan sakit. Punggungnya kembali melenting ke atas membuat payuudaranya membubung dengan indah dan langsung diremasi oleh Krebo yang bertambah horny melihat pemandangan itu. Bagi Agnes sisa-sisa kenikmatan gempuran Bleki masih tersisa dalam memorinya, nafsunya masih di ujung kepala.

Hanya sebentar saja rasa sakit itu hilang, sisa-sisa sperma Bleki yang luber dan multi orgasmenya tadi telah membantu vaginanya menerima penis Krebo. Namun tetap saja, penis Krebo terlalu tebal untuk mengisi vagina Agnes. Membuat Agnes mampu merasakan setiap urat dan otot penis Bleki yang terbenam di dalam vaginanya. Sementara itu, Krebo yang sudah sangat bernafsu segera menusuk-nusukan penisnya dengan cepat, sementara kedua tangannya masih meremas-remas dan mempermainkan putting payudara Agnes. Otak Agnes kini dipenuhi oleh serbuan rangsangan-rangsangan Krebo. Rasa kagetnya mendapat penis Krebo menghujami liang senggamanya, menggesek-gesek seluruh liang vagina dan G-spotnya dengan brutal. Sensasi yang ia dapat dari rangsangan puting payudaranya. Krebo kini bahkan memilin-milin putting Agnes yang sebelah kanan dan mengigiti putingnya yang sebelah kiri dengan ganas. Meskipun secara nalar Agnes menolak perkosaan tersebut, namun naluri alamiahnya lebih jujur. Agnes benar-benar horny. Tubuhnya kembali berkelojotan menghadapi gemuran Krebo yang tak kenal ampun. Ternyata jauh didalam dirinya, Agnes adalah seorang sluties. Tanpa sadar ia mulai menerima perkosaan brutal yang kini menimpa dirinya. Kini Agnes mulai mendesah-desah horny. Agnes segera meraih orgasmenya yang pertama saat disetubuhi Krebo. Kembali Agnes berteriak, mendesah dan melentingkan tubuhnya ke atas. Agnes bahkan memeluk dan menyambut french kiss Krebo dengan ganas sementara tubuhnya masih bergetar karena orgasme. Krebo tidak puas hanya dengan posisi misionaris. Kini ia mengangkat tubuh Agnes, menaruh tanganya pada pinggul Agnes. Kini Krebo menggendong Agnes dan menyetubuhinya dalam posisi berdiri, ia langsung menggenjot Agnes dengan cepat membuat penis beruratnya semakin menghujami liang senggama Agnes lebih dalam. Sementara mulutnya tidak pernah lepas dari putting payudara dan bibir Agnes.
“Oughh… yess… ahhh…,” Agnes mendesah-desah dengan keras.
Tiba-tiba Krebo menghentikan genjotannya,
“Uuhhh… ohhh… terusin pak,” lenguh Agnes tanpa sadar.
Mendengar apa yang baru saja ia katakan membuat jantung Agnes seolah berhenti seketika. Agnes merasa jijik dengan dirinya. Bagaimana mungkin Agnes takluk pada dua orang rendahan macam mereka. Namun kenyataannya tubuh Agnes lebih jujur. Agnes sebetulnya menikmati persetubuhan itu. Namun gengsinya yang tinggi membuatnya teralih. Krebo yang mendengar pengakuan Agnes pun tertawa terbahak-bahak. Ia bahkan menghina Agnes,
“Lonte… lonte… ternyata lo doyan kontol juga ya?  Hahaha…kenapa lo gak jujur aja dari awal lonte… Hahahaha…”

Agnes hanya terdiam, pikirannya campur aduk, air mata mengalir dari ujung matanya. “Heh lonte, klo lo gak mau jujur, gua bakalan siksa memek lo sampe lo jujur,” bentak Krebo.
Segera ia genjot Agnes dengan tempo cepat, membuat Agnes kembali mendesah-desah dan kelojotan. Penis tebalnya kembali mengoyak-koyak liang kenikmatan Agnes, membuat nafsu Agnes kembali ke ujung kepala. Namun, tepat sebelum Agnes mengalami orgasmenya, Krebo menghentikan genjotannya, membuat nafsu Agnes yang sudah di ubu-ubun kembali turun. Kemudian Krebo kembali mengoyak vagina Agnes dengan brutal dan kembali menghentukannya ketika Agnes akan orgasme. Berkali-kali Krebo menyiksa Agnes dengan liciknya sehingga akhirnya Agnes pun menyerah. Ia mulai menggerakkan pinggulnya naik turun saat Krebo menghentikan genjotannya. Agnes kini memelas pada Krebo, memohon padanya untuk terus menyetubuhinya. Perasaan horny yang nanggung dan orgasme yang tak kunjung tiba membuatn pikiran Agnes tersiksa. Agnes pun terisak memohon,
“Hhhh…. Ssshhh… teruss…pliss”.
“Lonte… lo mohon dulu pake bahasa yang nakal, kalo gua enak dengernya, gua puasin memek lo hahaha…” bentak Krebo.
“Tuan, Agnes mohon, tolong beri hukuman pada memek Agnes yang nakal ini” isaknya memelas.
“Hahaha… lonte… lonte… akhirnya jujur juga lo” teriak Krebo penuh kemenangan.
Krebo kembali menggenjot Agnes dengan brutal membawa Agnes mencapai sebuah multi orgasme dari kumpulan-kumpulan orgasme yang tersimpan tadi. Vagina Agnes kini benar-benar telah banjir. Penis Krebo yang keluar masuk vagina Agnes kini terlihat mengkilat. Namun tampaknya vaginanya masih terisi penuh oleh penis Krebo yang kembali mengantarkan orgasme bagi Agnes dalam waktu 10 menit. Melihat Agnes yang kini terkapar pasrah dalam dekapannya membuat Krebo makin ganas. Tusukan penisnya makin cepat, mencapai kecepatan maksimum. Tubrukan antara pantat Agnes dengan pinggulnya membuat suara becek yang khas. Agnes bertambah kelojotan mendapatkan serangan maksimum dari Krebo.

Agnes tanpa sadar kini telah memeluk Krebo dan menciumnya. Sementara itu vaginanya terus menerus banjir orgasme akibat ulah Krebo. 15 menit setelah itu, Krebo menggeram. Ia mencengkeram pantat Agnes dengan keras dan menghujamkan penisnya dalam-dalam pada vagina Agnes membuat kepala penisnya kini membuka sedikit lubang pada rahim Agnes. “Sprutt… sprutt…sprutt…” lahar panasnya kini mengisi rahim Agnes. Bersamaan dengan itu Agnes kembali meraih multi orgasme. Ia tempelkan dadanya pada tubuh Krebo sementara itu ia masih terus mencium Krebo dengan ganasnya. Kini hanya nafsulah yang menguasai pikiran Agnes. Agnes tidak peduli lagi dengan keadaannya. Agnes hanya ingin terpuaskan pada saat itu. Setelah semua laharnya telah mengalir ke rahim Agnes, Krebo pun mencabut penisnya dari vagina Agnes. Krebo menyodorkan penisnya di depan mulut Agnes. Agnes paham apa yang harus ia lakukan, dengan lemas segera Agnes menjilati sisa-sisa sperma yang bercampur dengan cairan kewanitaanya. Agnes menjilati penis Krebo hingga bersih. Bleki yang tadi hanya melihat persetubuhan Agnes kini telah bangkit. Penisnya yang berotot mengacung tegak mendekati Agnes yang terlentang pasrah. Bleki segera mengangkat pinggul Agnes dan menyiagakan penisnya. Perlahan Bleki memasukkan penisnya ke dalam liang kenikmatan Agnes. Agnes hanya mendesah-desah tak keruan, vaginanya masih banjir, dan kini penis berotot Bleki telah siap untuk memuaskannya. Agnes kembali merasakan penis berotot Bleki memasuki liang kenikmatannya perlahan. Ketika penis Bleki hampir mentok, ia menyentakkannya membuat Agnes menggelinjang ke depan dan mendesah dengan keras. Bleki mendiamkan penisnya selama beberapa saat, lalu ia mengangkat pinggul Agnes dan berdiri. Bleki menggerakkan penisnya perlahan, ia kini menggarap Agnes dalam posisi berdiri. Dalam posisi itu, tentu saja penis Bleki menusuk makin dalam ke dalam liang kenikmatan Agnes. Tiba-tiba Bleki menghentikan sodokannya. Bleki melirik kearah Krebo dan berujar,
“Masih lowong satu Bo, ha ha ha…”
Agnes tersentak mendengarnya. Namun apa daya, ia sudah lemas dan kepalang tanggung. Tubuh Agnes telah benar-benar “on”. Krebo berjalan mendekati Agnes. Matanya yang berkilat-kilat dan penisnya telah kembali mengacung tegak, siap menggarap lubang anus Agnes.

Segera Krebo tempelkan kepala penisnya pada lubang anus Agnes. Perlahan penis Krebo kini mulai menyeruak masuk ke dalam anus Agnes. Sementara Agnes merintih kesakitan, matanya mulai menitikkan air mata. Perasaan hornynya kini telah berkurang karena rasa sakit. Ingin Agnes melawan dan berteriak, namun Agnes sudah kehabisan tenaga akibat di garap dua penis perkasa tadi. Agnes kini hanya pasrah dan menitikkan air mata.
“Bleshh…” penis Krebo kini telah amblas seluruhnya dalam anus Agnes. Krebo sengaja mendiamkan penisnya, ia kini sedang beradaptasi dengan anus Agnes, dan meracau menikmati sempitnya dan hangatnya lubang anus Agnes. Sementara itu Bleki kembali menggoyangkan pinggulnya membuat penisnya kembali menghujami liang kenikmatan Agnes. Tak berapa lama Krebo turut menggoyangkan pinggulnya. Beruntung cairan kenikmatan Agnes banjir mebasahi daerah sekitar anus. Membuat penis Krebo mendapat pelumas untuk leluasa bergoyang. Rasa sakit yang tadi mendera Agnes kini telah berkurang. Mulai tergantikan oleh rasa nikmat yang mengalir dari lubang anus dan liang kewanitaanya. Agnes yang tadi merintih-rintih sakit, kini mulai kembali mendesah-desah. Sementara itu, Krebo dan Bleki yang kini sudah dapat beradaptasi mulai menaikkan ritme mereka. Tubuh Agnes yang lemas tak berdaya dalam dekapan mereka kini terlenting-lenting oleh tusukan dua penis perkasa itu. Hanya dalam lima menit Anges mengalami banjir orgasme dibarengi dengan desahan hebat.
“Ha ha ha… Lonte, akhirnya lo jujur juga” bentak Krebo penuh kemenangan, “Molot atas lo mang terserah mau bacot apa, tapi molot bawahmu itu yang paling jujur ha ha ha…Lonte pembohong kayak lo mang pantas kena hukuman ha ha ha…”.
Sebenarnya perkataan-perkataan kasar mereka membuat Agnes ingin menangis, namun Agnes tidak mampu. Tangisannya tertelan oleh gelombang birahi yang kini telah melandanya. Yang keluar dari mulut Agnes kini adalah desahan-desahan nikmat. Sementara itu vaginanya terus menerus banjir orgasme akibat dari tusukan-tusukan kasar kedua rampok tersebut.

”Gilee Bo, memek nih tambah sempit memek nih lonte, gue mau keluar Bo”, racau Bleki keenakan.
“Sa…sama Blek, gue juga mau nyampe nih.” timpal Krebo.
Mereka berdua semakin mempercepat tusukannya. Setelah satu menit, keduanya menusukkan kedua penis mereka dalam-dalam.
“Crroootttt….crottt…crrooott…” sperma keduanya menyeruak mengisi anus dan rahim Agnes.
“Aaahhhh….sshhh….oohhhhhh….ohhhhh….” Agnes berteriak mendesah, tubuhnya kembali terlenting.
Agnes kembali mendapatkan orgasme yang dahsyat. Setelah beberapa menit barulah tubuh Agnes ambruk kedalam pelukan Bleki.
“Hahaha… gila nih Lonte, tubuhnya masih kelejotan. Gimana rasanya di perkosa dua kontol super heh lonte!!” bentak Bleki mengejek.
Namun Agnes tidak menjawab. Yang terdapat di dalam pikirannya saat ini adalah rasa nikmat yang mengantarkannya hingga langit ke tujuh. Bleki dan Krebo tertawa melihat Agnes hanya kelojotan. Mereka segera mencabut penis mereka dan membawa Agnes menuju sebuah kamar mandi. Di sana, mereka membasuh tubuh Agnes dan menyabuninya. Mereka tetap ingin Agnes bersih dan wangi sehingga membangkitkan gairah mereka untuk memperkosa Agnes. Namun acara mandi tersebut juga dibarengi dengan rabaan-rabaan kearah daerah sensitifnya. Bahkan bibir Agnespun tak luput dari ciuman maut keduanya. Hanya saja mereka menahan diri untuk  tidak kembali memperkosa Agnes. Kali ini cukup bagi mereka. Krebo menggotong Agnes kembali ke kamarnya. Dia memakaikan kembali baju Agnes. Namun kali ini tanpa pakaian dalamnya. Setelah itu ia kembali mengikat tangan dan kaki Agnes dan mebiarkannya terlelap pada sebuah ranjang empuk di pojokan ruangan tersebut. Agnes yang terlalu kecapaian langsung terlelap. Ia merasa tidak punya tenaga lagi untuk berteriak ataupun bergerak. Kini ia mulai menutup matanya perlahan dan terlelap.

To be continued…
By: J. Andreas

Thursday, June 12, 2014

Jennifer Arnelita XXX: When Nightmare Comes True

Jennifer Arnelita

"Duuh, akhir-akhir ini kenapa kepala gue suka pening dan perut sering mual yah? Mana pake muntah segala. Brengsek nih morning sick, ehh..Tapi, jangan.. jangaaan.." gumam Jennifer khawatir seraya bangun dari ranjang di kamar apartemennya.
Tak berapa lama dari arah toilette terdengar suara Jennifer yang sedang muntah.
"Hoek!.. Hoeek!.. Hoek!!"
Wajah gadis cantik berkulit putih mulus itu tampak pucat. Dia balik lagi ke dalam kamar dan terlihat sibuk mengubek-ubek isi tas jinjing kesayangannya untuk mencari sesuatu.
"Mana yaa? Kok ga ada sih? Hmm.. Nah ini dia." ujar Jennifer Arnelita sembari memegang sebuah benda yang biasa tersedia dijual di apotik dan toko obat.

Gadis asal Kalimantan Timur itu langsung kembali menuju ke toilet. Entah apa yang akan dilakukannya dengan benda yang baru saja diambil dari dalam tas. Suasana hening sesaat. Tak berapa lama Jennifer keluar dari dalam toilette, wajah pucatnya menegang, jari tangan kanannya masih memegang benda kecil warna biru. Mata bening yang selama ini memancarkan sinar ceria masih terlihat terbelalak seakan tidak percaya ketika melihat hasil dari test pack yang menyatakan bahwa dirinya positif hamil.
"Gu.. Guee bunting.. Mampus dah." ujar Jennifer terbata-bata.
"Pasti gara-gara kemarin itu dia nembak di dalam memek gue?" keluhnya putus asa.

*******
Tiba-tiba, tubuhnya yang ramping berguncang keras ketika ada tangan yang mendorong-dorong pundaknya.
"Woi, Jen!! Bangun, banguun! Dah nyampe nih. Molor aja lu!" teriak seorang cowok membangunkannya yang lagi asyik tertidur pulas di dalam bus pariwisata.
Jennifer Arnelita mengerjapkan mata beberapa kali dan menggeliatkan badan untuk merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.
“Fyuuh! Ternyata cuma mimpi buruk. Fuckin' nightmare.”
"Enak ya tidurnya?" tanya cowok yang sekarang berdiri di samping kursi bus di mana Jennifer tertidur lelap.
"Hehee.. Iya Rey, pulez banget gue. Eeh, dah nyampe yaa, Rey?"
"Iya, yuuk buruan turun Jen. Udah ditungguin tuh." jawab Rey, nama cowok yang begitu perhatian kepada Jennifer.
Rombongan Jennifer adalah rombongan peduli lingkungan. Mereka tengah berada dalam program Go Green pelestarian Hutan Kerinci yang terletak di kaki Gunung Kerinci. Rombongan itu nantinya akan me-reboisasi di beberapa titik lokasi hutan yang telah gundul. Program yang di prakarsai oleh Departemen Kehutanan dan disponsori tunggal oleh ATPM Yamaha ini memberangkatkan 15 orang, salah satunya adalah Jennifer Arnelita, artis dan presenter kelahiran 1984 yang sedang naik daun belakangan ini. Berbagai bibit tanaman pohon mereka bawa. Pohon mahoni, pohon jati, pohon glugu, pohon pinus, pohon cemara, dan masih banyak lagi.
"Oke!! Semuanya siaap!! Jangan sampe ada yang ketinggalan. Tetap dalam satuan rombongan agar tidak tercecer dan tersesat di dalam hutan!!" teriak pemimpin rombongan melalui megaphone.
"Siaapp!!" teriak para peserta dengan semangat.
Cuaca yang sedikit mendung dan rada berangin membuat hawa di sekitar pos tempat mereka berkumpul terasa sejuk. Jennifer, yang mengenakan baju ketat, celana pendek army setengah paha, dan ber-sepatu boot tampak menggendong tas camping yang lumayan besar berisi tetek bengeknya peralatan dan perlengkapan acara mountainering ini.

Mereka mulai berjalan memasuki hutan yang terletak di kaki gunung. Pohon cemara dan pohon pinus tampak menyelimuti perbukitan. Sesekali terdengar bunyi suara ayam hutan dan cericit burung yang berlompatan dari ranting dahan pohon yang tinggi ke ranting pohon yang satunya. Tanaman anggrek liar juga banyak bergelanyut di dahan pohon. Bunga-bunganya yang berwarna putih terlihat kontras dengan warna batang pohon dan hijaunya dedaunan. Jennifer terlihat sangat menikmati perjalanannya, dia sibuk mengamati keindahan sekitar jalan setapak yang dilalui rombongan. Tangan kanannya mengambil sebuah kamera digital, dan dia pun mulai asyik meng-capture apa yang sekiranya patut untuk dijepret. Tak terasa sudah puluhan menit atau beberapa jam rombongan itu masuk ke dalam hutan. Tanah di pinggiran jalan setapak disemaki oleh belukar. Di antara belukar itu ada yang berbunga kecil-kecil dengan aneka macam warna yang menarik. Tempat yang tidak ditumbuhi belukar adalah hamparan rumput hijau yang terlihat seperti permadani empuk kalo kita mendudukinya. Jennifer Arnelita berhenti sejenak. Dia pura-pura mengikatkan tali sepatu agar para rombongan sedikit lebih jauh dari tempat dia berhenti.
"Ntar biar gue nyusul aja, toh jalannya cuman ini doang. Tinggal ngikutin ini jalan pasti ketemu mereka."
Setelah aman, Jennifer pun mulai mengambil gambar pemandangan sekitar karena memang sangat indah dan begitu menakjubkan. Hawa tempat itu sejuk dan hening. Angin yang bertiup dingin akan terus menimbulkan gesekan bergemerisik antara daun dengan daun yang lain antara ranting dengan ranting yang lain. Gadis berperawakan langsing dan berlekuk tubuh indah tengah melangkah merambah semak-semak belukar lebat yang tentunya semakin dalam masuk ke hutan, dan makin jauh dari tempat berhenti dirinya tadi. Betisnya sesekali tersangkut ranting-ranting sehingga meninggalkan bekas bilur merah di atas kulitnya yang putih. Jalanan setapak itu biasanya dilalui penduduk sekitar hutan untuk mencari ranting kayu, tetapi hari ini tidak ada tanda-tanda bekas dilalui seseorang. Rumput dan semak-semak masih tampak segar. Dengan bersiul-siul kecil, Jennifer tetap lincah melangkahkan kakinya. Dia tidak menyadari kalo dirinya bisa aja tersesat atau bahkan akan bertemu dengan binatang buas penunggu hutan. Gadis berhidung mancung yang ber-sepatu boot itu terus menyusuri jalan setapak yang mendaki lalu menyeberang sungai kecil, dan keluar dari jalur para pencari ranting pohon. Langkah Jennifer menembus semak yang ranting-rantingnya saling menyatu. Gerumbul tanaman berduri pun dia lewati, sampai pada akhirnya Jennifer melihat kebun anggrek hutan yang benar-benar menakjubkan. Mata beningnya yang sedikit sipit itu terbelalak lebar, tatkala melihat ‘surga kecil’ yang menghampar luas di depannya. Di bagian samping kanannya tumbuh rumput gajah yang rimbun dan tinggi.
"CHKREEK!.. CHKREK!!.. CHKREEK!.. CHKREKK!!" suara camdig Jennifer yang memotret kebun anggrek hutan terdengar nyaring di keheningan alam yang seakan tertidur.

"Chkrek, chkrekk barusan suara apaan yak? Kok aneh banget bunyi nya? Apa suara hantu? Ahh ga mungkin! Puluhan tahun aku hidup di hutan ini, ga ada hantu yang suaranya chkrek, chkrek.." gumam lelaki paruh baya yang berada di samping kanan posisi Jennifer.
Sosok lelaki itu sedang sibuk membuat perangkap ayam hutan dari anyaman kulit pohon yang sudah mengering. Sebenarnya posisi Jennifer dengan lelaki itu berdampingan, tetapi rimbunnya rumput gajahlah yang menyebabkan mereka tidak bisa saling lihat.
"KRESHEK.. KRESHEK!.. KRESHEK!" bunyi suara ikatan tali simpul penjebak ayam hutan milik lelaki paruh baya yang bersinggungan dengan ranting.
"Hah! Suara apa tuh? Kedengeran dari samping kanan gue." bisik lirih Jennifer.
"Jangan-jangan rampok. Hiii.." imbuh gadis cantik itu sambil menggidikkan bahu.
"Tapi ga mungkin lah. Paling penduduk kampung sekitar hutan yang nyari ranting pohon buat kayu bakar." gumam Jennifer seraya berjalan pelan kearah rumput gajah yang rimbun.
"Suara chkrek tadi apa ya? Coba cek aja deh." lelaki paruh baya itu beranjak ke arah rimbunnya rumput gajah sambil membawa parang.
Jennifer Arnelita menyibak rumput gajah, lelaki paruh baya pun ikut menyibak. Wajah cantik Jennifer melongok, wajah bopeng lelaki paruh baya itu juga latah ikutan melongok, dan..
"HUAA..AAA!! SETAAN KOBEERR!!" teriak lelaki itu kaget setengah mati karena mendapati wajah Jennifer hanya beberapa centi dari wajahnya.
"HUAA..AAA!! TUYUL MRONGOOSS!!" teriak Jennifer kaget setengah hidup karena mendapati gigi lelaki paruh baya itu hampir menyentuh bibirnya.
"Heh! Siapa lu?!" sengat Jennifer.
"Hehh!! Harusnya saya yang nanya kenapa Neng bisa ada disini? Pasti Neng anggota pembalak liar ya?! Hayoo ngakuu!!" gertak dan tuduh lelaki yang baru saja membikin perangkap ayam hutan itu seraya menghunuskan parang.
Jennifer langsung mengkeret nyalinya, saat melihat parang yang dibawa lelaki di depannya.
"Bu.bukan! Bu.bukaan, Pak. Saya cuma tersesat. Saya tercecer dari rombongan saya." Jennifer mencoba menjelaskan dengan kalimat terbata-bata.
"Jangan bohong!!" gertak gahar lelaki itu sambil melotot melihat bodi berlekuk Jennifer yang tampak jelas tercetak karena baju ketatnya terkena keringat.
“Bener pak. Ga bohong. Masak tampang saya kaya penjahat pembabat hutan?" sanggah Jennifer meyakinkan, kalo dirinya bukanlah anggota pembalak hutan.
"Hmm." gumam lelaki ber-parang itu meneliti setiap bagian tubuh Jennifer Arnelita.
"Baguslah kalo begitu. Oke, saya percaya sama Neng. Oh iya, kenalkan nama saya Dadang, panggil aja Mang Dadang. Saya juru kunci alias penjaga hutan kerinci ini." kata Mang Dadang mengulurkan tangan untuk mengajak bersalamam.
Dia meneguk ludah karena melihat dua busungan yang begitu sekel di dada Jennifer dan mendapati bahwa kancing baju ketat Jennifer yang paling bawah terlepas sehingga pusar yang bersih dan sebagian kulit pinggang yang mulus itu terlihat mengintip malu-malu. Karena sudah hidup lama di hutan selama bertahun-tahun dan tidak pernah bertemu yang namanya cewek, maka, Mang Dadang seakan mendapatkan mangsa buruan yang menggairahkan dan itu langsung membuat benda tumpul yang ada di selakangannya tumbuh berkembang menjadi besar dan semakin membesar. Lonjoran penisnya mengacung ke arah Jennifer tanpa Mang Dadang sadari.
"Anjritt dah! Kontol nya udah main todong aja. Mana gede lagi. Shitt!! Gue jadi konak nih kalo gini caranya." jerit pilu Jennifer dalam hati.
"Sa.. Sayaa Jenni, Mang." jawab Jennifer seraya menelan ludah karena tiba-tiba tenggorokannya terasa kering.
Wajah putihnya merona tatkala terbayang akan nikmatnya penis Mang Dadang jika membelah vaginanya.

Mang Dadang

Setelah menyelami alam pikiran masing-masing dengan fantasi sex lawan jenisnya, mereka berdua mulai tampak asyik bercakap-cakap, ngobrol ngalor ngidul membicarakan soal program reboisasi, pembalakan hutan, tanah longsor, dan cerita kenapa Jennifer bisa tersesat. Mang Dadang tak berkedip mengamati garis dan lekukan bibir tipis Jennifer yang sedang bercerita. Dia malah membayangkan bagaimana rasanya ya kalo penisnya terkulum lembut di dalam mulut mungil itu.
"Ke gubug Mamang aja yuuk, Neng. Tuh di sebelah." ajak Mang Dadang seraya melirik kulit paha Jennifer.
Sekarang, pelan-pelan tapi pasti Mang Dadang telah berubah wujud menjadi predator buas.
"Boleh deh Mang. Sekalian Jenni numpang istirahat." jawab gadis penyuka music acid jazz itu sambil mencoba melirik nakal ke arah gundukan penis yang masih tertutup celana kolor.
"Wah lumayan nyaman nih gubug tempat Mamang jagain hutan. Ga sumpek, kaya rumah petak di Jakarta." kata Jennifer seraya melihat pemandangan sekitar dari beranda gubug.
Mangsa cantik itu meletakkan gelas berisi air minum, kemudian dia berdiri membelakangi juru kunci hutan dengan posisi tubuh sedikit condong kedepan, dengan kedua tangan menumpu pada kayu pembatas beranda, sehingga bongkahan pantatnya yang nungging begitu merangsang naluri hewani Mang Dadang. Mang Dadang pun tak berkedip melihat body gadis cantik kelahiran tahun 1984 itu, dan terus mengamati kesempurnaan tubuh berkulit putih yang tampak langsing bak seruling India. Tatap mata Mang Dadang yang melotot, bagaikan anak panah lepas dari busurnya. Tajam dan juga jalang dalam menaksir besaran volume sepasang payudara yang tampak membusung indah dari balik balutan baju ketat warna hitam.
“Pasti matanya jelalatan deh, melototin bokong gue. Hihihiii..” gumam Jennifer dalam hati diakhiri dengan kikikan keledai.
Raut wajah Jennifer Arnelita tiba-tiba aja merona merah. Ada perasaan bangga dan puas dari dalam hati gadis cantik itu ketika kemolekan tubuhnya mampu membikin Mang Dadang terlihat belingsatan tak tenang dan meneguk ludah tidak hanya sekali melainkan berkali-kali. Diam-diam, naluri binal yang Jennifer punyai pun terbangun dari dalam dirinya. Penjaga hutan masih duduk di atas kursi di belakang tubuh Jennifer. Tapi lama kelamaan, nafsu Mang Dadang sudah mentok diubun-ubun dan tak tertahankan lagi. Bermodalkan tekad kuat dan penis yang bulat, juru kunci hutan itu segera saja mendekap erat tubuh berlekuk Jennifer Arnelita dari arah belakang.

Penis yang cuma tertutup celana kolor kumal itu sudah sekian lama tidak menemukan mangsa. Sekarang senjata Mang Dadang tampak menggelembung besar dan telah mendarat tepat di tengah-tengah diantara dua bongkah pantat gadis cantik itu.
“Mang Dadang, jangan!! Oughh!! Sudah, sudah.. cukup, Mang. Apa-apaan sih?! Lepasin Jenni!! Lepasin!!” teriak Jennifer pura-pura takut dan meronta, ketika jari kasar milik juru kunci hutan kerinci itu mulai meremas dan memerah buah payudaranya yang berukuran 34A.
Jennifer sadar, kalaupun dia berontak pasti malah akan bertambah sakit. Mendingan menikmatinya seraya berakting berontak biar Mang Dadang semakin bernafsu “menelan”-nya. Lagipula keperawanannya juga sudah hilang diambil oleh Bang Narji sewaktu pulang dari syuting acara “InBox.”
“Neng, udah Neng. Nurut aja sama Mamang biar kita sama-sama enak. Kalo Neng Jenni ngeyel terus, Mamang tak segan untuk mencabik-cabik tubuh seksinya Neng Jenni, lhoh ?!” ucap Mang Dadang melakukan psywar terhadap mental Jennifer.
Gadis cantik berkulit putih mulus itu langsung terdiam. Dia tersenyum misterius karena umpan darinya yang berupa kepura-puraan itu termakan oleh Mang Dadang.
“Nhaah, kalo diem gitu kan tambah cakep, Neng. Hak.. Haak.. HakK!!” kekehan mesum Mang Dadang pun langsung terdengar menjijikkan.
Telapak tangan lelaki paruh baya mulai mengusap dan menekan buah dada ranum milik Jennifer dari luar baju dan meremasinya dengan gemas. Rambut panjang yang sedikit diwarna cokelat dan tergerai itu disibakkan Mang Dadang kearah kanan, dan dia pun langsung menghirup aroma wangi parfum mahal yang sudah bercampur dengan keringat, yang terpancar dari tubuh Jennifer Arnelita. Penis Mang Dadang pun dirasa oleh gadis cantik itu semakin mengganjal di belahan pantatnya. Seperti balok kayu untuk mengganjal roda sebuah truk.
“Shit!! Gede banget. Mana keras lagi. Bisa robek nih memek yang selalu gue rawat..” batin si Jenni sedikit gentar.
Birahi binal Jennifer juga mulai menggeliat. Darah mudanya menggelegak kuat memancarkan gairah liar. Dia pun mulai terangsang ketika lidah basah Mang Dadang menyapu dan menguas telak disepanjang batang lehernya, dan itu membuat bulu-bulu halus di sekitar tengkuknya meremang dan merinding.

“Oughh, Mang!! Sshhh!!” Jennifer Arnelita pun tak tahan untuk tidak mendesis dan menggeliatkan tubuh seksinya dengan gerakan sensual merasakan sensasi aneh dicumbu oleh seseorang yang strata sosialnya berada jauh di bawahnya.
Mang Dadang tersenyum senang setelah mengetahui bahwasanya mangsa berparas cantik dan berpayudara mengkel itu mendesah-desah merasakan nikmat dari ulah perbuatannya. Juru kunci hutan tersebut meneruskan rangsangannya dengan merambah daun telinga Jenni. Menjilatinya penuh perasaan, sesekali lidahnya yang basah dan hangat itu didorongnya ke lubang telinga untuk mengorek-korek kenikmatan yang masih tersembunyi. Serangan yang begitu lihai dari Mang Dadang pun menyebabkan Jennifer Arnelita menggelinjangkan tubuh, antara geli dan terangsang.
“Maang!.. Shhh!!.. ummphhfff!!!” lenguh Jennifer ditengah-tengah desahan yang keluar dari mulut berbibir tipisnya.
Telapak tangan kanan Mang Dadang kini mulai merayap perlahan melewati bagian bawah baju Jennifer, kemudian menyentuh lembut perut ratanya dan segera menyusup semakin dalam ke balik bra. Jennifer Arnelita, artis cantik itu menggeliat manja karena tangan kasar milik seorang juru kunci itu terasa geli di kulit pembungkus daging payudaranya yang halus dan mulus licin. Terlebih lagi, ketika dengan nekat Mang Dadang juga menggesekkan jarinya yang besar dan kasar pada puting kemerahannya. Sambil merasakan kekenyalan dan kehalusan sepasang buah dada Jennifer, Mang Dadang pun terus mencupangi lehernya yang jenjang dan tentu saja meninggalkan jejak basah dan bercak-bercak merah pada kulit putih itu. Jennifer diam tak bergerak. Dia mencoba menikmati tingkah predator buas itu di gubugnya yang sederhana. Jennifer hanya bisa menggigit bibir bawah dan dengan kedua mata terpejam, ketika menerima serangan barbar namun terasa demikian erotis dari lelaki paruh baya ini.
 “Uughh!! Wangi banget sih, Neng. Mana kulitnya halus lagi. Hmm.. Bener-bener hoki Mamang nih..” ucap penjaga hutan, seraya menggerakkan tangan yang satunya lagi ke arah bawah perut Jennifer untuk membuka celana army setengah paha yang dikenakannya.
“Mang, pelan-pelan. Auww!!” jerit gadis cantik itu kaget, ketika jari Mang Dadang yang tengah menurunkan retsleting celananya tiba-tiba menekan belahan vagina.
“Hak.. Haak.. Hakk!! Kenapa Neng? Udah ga sabar yaah??” ejek Mang Dadang sembari melihat raut wajah putih Jennifer yang mengerenyit, entah sakit atau malah merasakan nikmat oleh sentuhan jari lelaki paruh baya itu di belahan vaginanya.
Mang Dadang terus bergerak dengan lincah saat menelanjangi gadis cantik yang rambutnya diwarna cokelat itu. Tak perlu menunggu lama-lama, dimasukkan lah tangan kirinya menyusup melewati karet celana dalam, dan melata pelan menuju celah lipatan vagina Jennifer. Mang Dadang bisa merasakan bulu-bulu halus yang menghiasi bagian atas kewanitaannya.

“Ouughh, Maanggg. Shhh..!!” desah artis cantik itu seraya mencoba mengempitkan selakangannya dari serbuan makhluk pemangsa daging mentah.
Telapak tangannya yang semula cuma mengelus dan mengusap permukaan alat kelamin Jennifer, sekarang jarinya pun ikut ber-manuver tajam menukik dan berakselerasi memasuki ke belahan bibir vaginanya, kemudian segera mengaduk-aduk dan mencolok-colok bagian dalamnya yang bergerinjal. Tentu saja, serbuan ganas ini membuat tubuh Jennifer bergetar berkelojotan dan deru nafasnya pun semakin tidak teratur. Dia sudah tak tahan lagi terhadap godaan jari Mang Dadang yang terus saja asyik berselancar di dalam kehangatan vaginanya.
“Aaghh!! Maaangg!! Mmphh!! Uughhh!!” mulutnya yang mungil dan bibirnya yang tipis telah menceracau penuh nikmat. Kakinya pun melemas bagai tanpa tulang.
Mang Dadang mendekap tubuh ramping buruannya itu biar tidak terjatuh, kemudian tanpa ampun dan tanpa basa-basi lagi, lelaki paruh baya itu semakin meningkatkan intensitas serangannya untuk menggempur garis pertahanan gadis itu agar supaya segera takluk menyerah tanpa syarat sepenuhnya dengan cara memainkan klitorisnya. Daging mungil berwarna merah segar diurut-urutnya cepat dengan menjepitkan jari telunjuk dan jempolnya. Sesekali dipencet-pencet dan dipilin-pilin dengan gerakan kadang cepat kadang lambat.
“Maanggg!! Nikmatsshhh bahh.ngeetshh!!.. Aaghhh!!” erangan sensual kembali terucap dari mulut gadis berkulit putih itu.
Sensasi yang diperoleh Jennifer Arnelita pun semakin bertambah tinggi. Tubuh seksinya tersentak-sentak efek dari serangan Mang Dadang. Jennifer sudah memasrahkan diri sepenuhnya dengan membiarkan Mang Dadang untuk terus-terusan mengocok-ngocok vaginanya yang semakin basah dan memerah.
“Hak! Haak!!.. Haak!! Gimana Neng geulis?! Enak banget yak?? Sampe banjir gini. Hajaar bleeehHak! Haak!! Hakk..!!” celoteh mesum Mang dadang di dekat telinga Jennifer.
Muka berkulit putih itu merona merah setelah mendengar ucapan predator liar itu. Dirinya memang sudah terangsang berat, namun disisi lain dia juga harus mempertahankan gengsi untuk tidak mengakui realita yang tengah dirasakannya. Setelah puas mengucek dan mengobel vagina yang jepitannya sangat ketat walau cuma dimasukin dengan jari tangan, Mang Dadang pun mengeluarkan tangannya dari celana Jennifer. Jari yang tadi bersemayam dirongga kewanitaan itu tampak basah dan berkilat oleh cairan lendirnya. Tiba-tiba, dengan gerakan yang cepat diangkatnya tubuh langsing dan seksi itu untuk ditidurkan di atas sebuah dipan atau meja yang teronggok di dalam gubug jaganya.
“Auww!! Mau apa, Mang?! Auuwhhh!! Jangaannn!!” Jennifer Arenelita, mangsa cantik nan menggairahkan itu menjerit-jerit sambil pura-pura mencoba berontak.

Dibaringkannya tubuh seksi yang terbalut kulit putih mulus itu di atas sebuah dipan yang terlihat sudah reot, dan beralaskan selimut tebal walaupun rada buluk. Buah pantat Jennifer yang bulat kencang berada di pinggiran dipan, sehingga tungkai batang kedua kakinya yang jenjang terjuntai menantang karena keindahannya semakin nyata terlihat. Setelahnya, Mang Dadang yang sudah tampak lapar itu dengan cepat langsung melolosi baju ketat beserta bra lalu dilemparkan asal kebawah. Jennifer sudah pasrah akan nasibnya yang sebentar lagi akan menjadi santapan yang terlalu lezat bagi Mang Dadang. Dengan senyum mesum penuh kemenangan, predator hutan kerinci yang buas itu mulai mencondongkan tubuhnya yang kekar dan berkulit gelap warna tembaga untuk menindih gadis cantik yang sudah tak berdaya. Jennifer sedikit menggelengkan kepalanya kekiri dan kanan untuk menolak dan menghindari ciuman dari bibir Mang Dadang.
“Udah, Mang. Cukup! mmhh! Uughhh!!” rengekan yang keluar dari bibir tipis Jennifer itu malah terdengar seperti mengundang Mang Dadang agar segera memagutnya.
Jennifer yang semula tampak keukeuh untuk merapatkan bibirnya, namun pelan dan pasti lama-lama pertahanan yang dibangun nya runtuh oleh rangsangan dan desakan dari lidah Mang Dadang yang tiada henti terus menjilat dan merangsek masuk kedalam mulut mungil berbibir tipis itu. Mulut Jennifer akhirnya mulai terbuka dan nalurinya menyuruh untuk menyambut lidah Mang Dadang. Kedua anak manusia itu sekarang telah beradu cumbuan dengan panas dan liar. Suara angin hutan yang membelai daun-daun pepohonan dan sesekali terdengar kokok ayam hutan pun semakin menambah keerotisan yang tengah mereka berdua peragakan.
“Uughh!! Nghhh!” suara tertahan dari mulut Jennifer yang tengah tersumbat oleh bibir lelaki paruh baya itu terdengar samar.
“Kalo diginiin enak, Neng??” ucap Mang Dadang.
“Aaghh, Maanggg!!!” pekik Jennifer ketika merasakan tangan kasar penjaga hutan itu mengusap lembut bongkahan buah dadanya yang mengkel dan dilanjut dengan memilin puting imut yang sudah mengacung keras kemerahan.
Sambil terus menikmati kenyalnya sepasang toked sekel milik Jennifer, Mang Dadang pun menatap kagum dengan paras cewek cantik yang sudah memerah terbakar api birahi.

“Wajah Neng cantik banget, sumpah kaya bidadari deh Sering nyalon yak?” ujar Mang Dadang terpesona.
“Mamang memang beruntung banget hari ini bisa ketemu Neng, karena sebentar lagi kontol Mamang ini bisa merasakan nikmatnya jepitan memek Neng Jenni yang pasti peret dan wangi. Hak.. Haak.. HakK!!” ceracau Mang Dadang kurang ajar.
“The wild predator will beat me..” keluh Jennifer pelan.
Mang Dadang mulai mengarahkan sasaran bibirnya kearah kedua payudara putih yang sangat menggoda itu.
“Haapp!! Mmmhhh! Mhhh!!” suara yang terdengar sangat sensual ketika mulut tebal Mang Dadang dengan rakus melumat daging segar nan kenyal itu.
Dikelomoh basah, dikuas, dijilati, dan menekan puting yang semakin memerah warnanya itu dengan ujung lidah, kemudian menguliknya ke atas bawah.
“Ouughh, Maanggg!! Hmmphhff!! Shhh!!” desah manja Jennifer Arnelita sambil menekan bagian belakang kepala Mang Dadang agar semakin tenggelam di belahan dadanya yang sedang mengalami proses rangsangan.
Tubuh seksi Jennifer yang mulai dihiasi titik-titik keringat pun dengan mesra langsung menggelinjang dan meliuk indah, tatkala tangan predator buas itu juga mengurut dan meremasi buah dada yang sebelahnya.
“Oooh, Maangg!! Shhh!!” desahnya kembali terucap, ketika Mang Dadang menyentilkan ujung lidahnya pada puting buah toked berulang kali.
Sesekali gigitan kecil juga mendera puting imut yang tampak basah oleh ludah Mang Dadang sang juru kunci hutan. Setelah puas menyusu di kedua toked gadis cantik itu, Mang Dadang pun segera melepaskan sepatu boot bertumit agak tinggi yang dipakai oleh Jennifer agar bisa melolosi celana pendek armynya. Jennifer hanya bisa pasrah total ketika celana pendek dan celana dalamnya ditarik lepas sekaligus, sehingga kedua tungkai batang paha mulus dan vaginanya yang berbulu halus itu terlihat. Hawa hutan dilereng gunung yang begitu dingin langsung menyapa kulit putih tubuhnya yang sudah telanjang bulat tanpa selembar benang pun.

Mang Dadang menyeringai puas melihat tubuh bugil gadis cantik yang terbaring pasrah dihadapannya. Tak menunggu lama, dia pun segera menelanjangi diri sendiri dengan membuka seluruh pakaian yang dikenakan hingga sama-sama bugil. Jennifer terlonjak kaget dan tanpa sadar dia pun langsung membuat double cover pertahanan dengan menyilangkan kedua tangan melindungi toked ala George Foreman dan mengatupkan erat kedua belah tungkai pahanya, ketika sepasang mata sipitnya menangkap pergerakan penis Mang Dadang yang hitam, besar, dan berurat itu sudah mengacung dan tampak berayun karena juru kunci hutan itu mengedut-kedutkannya.
“Jangan takut, Neng. Kontol Mamang memang tampak serem, tapi baik hati kok. Percayalah, Neng Jenni. Di balik kontol yang serem terdapat kenikmatan yang bisa bikin merem. Hak.. Hakk.. Haak!!” kekehan jagal pembunuh telah tampak diantara seringai mesum serigala.
“Sekarang Neng Jenni rebahan aja dulu yaa, biar Mamang meneliti kesehatan dan kebersihan memek Neng ini sebelum Mamang suntik..” imbuh Mang Dadang gokil bak mantri kesehatan seraya berjongkok tepat mengarah di depan liang senggama Jennifer.
“Kurang ajar bener nih, dasar bandot tua.” batin Jennifer Arnelita keki mendengar celoteh Mang Dadang yang akan meneliti kesehatan vaginanya.
Gadis berwajah cantik itu langsung memejamkan mata untuk menahan malu, karena bola mata juru kunci hutan telah lekat mengamati bentuk dari tekstur vaginanya yang masih rapat dengan hiasan bulu jembut yang halus di atasnya. Kedua batang tungkai kaki Jennifer yang menjuntai pun diangkat, telapak kedua kakinya ditaruh di pinggiran dipan dan dikuaknya lebar-lebar. Mata tua predator buas itu menatap tajam ke arah liang senggama Jennifer yang sudah keliatan basah.
“Aaghh, Mang! Uughhh!!” desahan dan erangan gadis cantik itu keluar dari mulutnya yang mungil, saat merasakan hembusan hangat nafas Mang Dadang yang perlahan semakin mendekati lipatan vaginanya dan kemudian menyapukan telak lidahnya yang ber-tekstur kasar pada celah bibir kemaluannya.
Lidah Mang Dadang bergerak semakin lincah dan liar merambah daging mentah yang terjepit di pangkal kedua batang paha Jennifer.

“Haapp!!.. Nyemmhh!! Aemmhh!!” suara dari mulut Mang Dadang ketika berhasil menangkap dan mengelamuti sesuatu yang pastinya menyimpan berjuta misteri kenikmatan.
Lidah basah itu mencoba untuk memasuki rongga vagina dan berharap bisa bertemu dan berkenalan dengan klitoris, pusat rangsang dari gadis berambut cokelat itu. Tubuh telanjang Jennifer tak tahan untuk tidak bergetar dan menggelepar seperti ikan yang terlempar keluar dari sebuah aquarium. Mulutnya menganga membentuk huruf O, mata beningnya pun merem melek ketika mendapatkan serangan lidah kasar yang berasa begitu nikmat. Mang Dadang semakin giat untuk segera memberikan puncak orgasme dengan memutar-mutar, mengobel, dan mengocokkan jari telunjuknya di dalam liang kenikmatan Jennifer. Dia juga merasakan hangat, basah, serta gerinjalan yang menghias kemaluan gadis muda itu. Tangan lainnya tak ketinggalan untuk mengelusi batang paha dan meremas buah pantatnya yang mulus tanpa cela. Permainan yang ditawarkan oleh mulut Mang Dadang pada daerah yang paling sensitif ditubuhnya membuat Jennifer menggialkan tubuh. Gadis yang suka dengan mpek-mpek palembang itu pun luruh dengan emosi jiwa mudanya untuk terus menikmati perbuatan lelaki paruh baya itu.
“Gila!! Pinter banget nih bandot tua ngulik memek gue. Lebih pinter dari Bang Narji. Anjriit, bisa-bisa jebol nih pertahanan gue..” sungut Jennifer dalam hati diantara deru gelombang seksual yang terus menghantamnya.
Predator hutan itu semakin meningkatkan pelayanannya kepada Jennifer dengan menjilat dan mengisap kuat tepat di bibir kewanitaan yang merekah basah.
“Mmmhh!! memeknya wangi, Neng. peret, dan merah lagi dalemnya. Rajin dirawat yaak?” tanya Mang Dadang memuji keindahan kemaluan Jennifer di tengah kesibukan aktivitasnya.
“Udah pernah dimasukin kontol belon, Neng?? Kok masih rapet gini?” tanya Mang Dadang ga sopan.
“Kampret lu! Dasar tua bangka ga pernah liat memek bagus. Huuh!! Pake nanya pernah dimasukin kontol lagii..” keluh gadis berpayudara sedang namun begitu kenyal dan kencang itu.

Tak terasa, ada sekitar sepuluh menit kemudian, tanpa dapat ditahan lagi oleh Jennifer, cairan orgasmenya mulai keluar membanjir dari dalam vaginanya diiringi dengan erangan sensual dan gelinjangan erotis tubuh bugilnya.
“OUU.UUGHH!! AA..AAAGHHH!! SSHHH...!!!” teriaknya keras ketika puncak orgasme diperolehnya dari seorang tua bangka bau tanah juru kunci hutan.
Vaginanya mengedut kuat. Mengempot liar berkontraksi ketika mengeluarkan cairang kewanitaannya. Kedua tungkai kakinya pun mengejat hebat karena Mang Dadang tetap menempelkan erat mulutnya untuk menghisap dan menyeruput setiap cairan orgasme yang masih dikeluarkan melalui celah bibir vaginanya.
“SRUU..UUPPHH!! SRRU.UUPHH..!! Nyaammhh..!!”
Tubuh telanjang Jennifer pun melemas serasa telah dilolosi semua tulang-tulangnya. Kedua matanya terpejam, dengus nafasnya terengah-engah seperti pelari marathon.
“Gimana serpis Mamang, Neng? Bikin nagih kan? Hak.. Haakk.. Hakk!!”
“Sekarang giliran Mamang yaa, untuk merawanin Neng Jenni. Tentunya kalo Neng Jenni masih perawan. Hak.. Haak.. Hakk!!” imbuh Mang Dadang seraya menyiapkan senjata berhulu ledak cairan ajaibnya yang hangat itu.
Gadis cantik itu terlalu lemas untuk bergerak dan menolak permintaan Mang Dadang, sehingga dia pun tampak pasrah menghadapi makhluk pemangsa yang sedang berdiri di depannya itu. Mang Dadang mulai menempatkan tubuhnya di antara kedua tungkai paha berkulit putih Jennifer. Kepala penisnya yang besar bak jamur itu sudah mengeluarkan cairan libido. Perlahan namun pasti, kepala penis yang disanggah batang berotot itu sudah menempel di bibir vagina yang tampak peret, kedua betis Jennifer pun langsung dia letakkan di pundaknya kanan kiri.
“Siap yaa, Neng. Mamang akan segera meluncurkan rudal scud. Tahan bentar yaak..” ucap Mang Dadang mencoba untuk menahan nafsu binatangnya.

Jennifer Arnelita, artis cantik yang seru itu mulai merintih tertahan menahan perih pada saat penis besar yang penuh dengan ukiran urat menonjol itu mulai menyeruak dan menyusup masuk ke dalam celah bibir lipatan vaginanya yang begitu legit. Predator buas penjaga hutan itu juga tampak ikutan meringis menahan sakit, ketika merasakan kulit lonjoran batang kontolnya tergesek begitu erat oleh setiap bagian dinding vagina Jennifer yang bergerinjal dan hangat. Dengan sabar dan telaten, akhirnya setelah beberapa kali gerakan memompa dan tarik dorong yang keras maupun lembut, kontol perkasa itu tertelan dan terbenam seutuhnya.
“Aaa..aaaghhh!!” lolongan keras membahana menyertai proses penetrasi yang berakhir sukses dengan termakannya seluruh penis Mang Dadang oleh vagina Jennifer.
Batang penis berwarna hitam sudah menancap di dalam vagina Jennifer sampai pangkalnya dan terasa sangat sesak. Meski sudah ga perawan lagi, akan tetapi penis yang memerawaninya dulu tidaklah sebesar dan sekekar punya Mang dadang. Buah peler juru kunci hutan itu pun ikutan menempel di lubang anal Jennifer.
“Ooghh, Nengg!! Umphhfff!! En.nyaakK bang..ngettshh!! Uughh! Sempithh dan legit, meski udah gak perawa.aanhh!!” ucap Mang Dadang sambil mulai pompaannya.
Bandot tua pemangsa wanita itu segera meningkatkan ritme kocokan, dan goyangannya, sehingga tak ayal lagi, lonjoran kontol yang besar dan berurat itu menggesek dan merojok semakin dalam. Bahkan, ketika Mang Dadang menekan keras penisnya dengan menghentak-hentak ke dalam, kulit dan tonjolan otot dibatang bagian atasnya ikut menekan clitoris mungil Jennifer.
“Ooughh, Maanggg!!” rengek Jennifer seraya mengerinyitkan matanya menahan rasa perih yang bercampur rasa nikmat.
“Bener kan yang Mamang katakan tadi, Neng? Pasti enak. Heeghh..!!” sahut penjaga hutan itu seraya menghentakkan penisnya semakin dalam.
Kedua buah dadanya yang membusung ikut berayun menggemaskan seirama dengan getaran yang mengguncang tubuhnya yang berkilat karena keringat. Untuk membuat Jennifer semakin menikmati persetubuhan, Mang Dadang juga meraih bulatan susu gadis cantik itu yang sebelah kanan dan meremasnya dengan gemas. Mengurut-urut dan juga memelintir putingnya. Gairah liar Jennifer semakin ninggi, membuat dia lebih berlaku binal dalam merasakan kenikmatan hubungan yang tak lazim itu. Terbukti dia juga ikut menggoyangkan pinggulnya, menggocek penis berurat Mang Dadang yang masih terus mengocok vaginanya yang peret.
“Huuftt!! Neng Jenni capek ga?” tanya Mang Dadang sambil ngosh-ngoshan.
Jennifer tak sanggup menjawab pertanyaan bandot tengik itu. Dia hanya menggelengkan kepala dengan lemah.

“Sekarang Neng Jenni nungging yak. Biar Mamang kawinin Neng dari belakang. Pasti lebih assoyy! Hak.. Haak.. HakK!!” celotehnya yang malah membuat Jennifer semakin terangsang.
Jennifer Arnelita, gadis berhidung mancung itu menurut saja oleh apa yang diminta oleh predator buas penjaga hutan. Mang Dadang pun mengatur posisi dan strateginya dalam rangka mendobrak vagina mangsanya. Sementara, mangsa cantik yang sudah dibobolnya tadi berdiri dengan pantat yang ditunggingkan, tangannya bertumpu pada dipan reot yang beberapa menit barusan ditidurinya. Dengan sengaja, Jennifer pun menggoyang-goyangkan pinggul berpantat putihnya itu dengan gerakan erotis. Menggoda Mang Dadang yang masih terpana melihat keelokan goyang pinggulnya.
“Nakal yaa, si Eneng. PlaakK!.. PlaakK!!” kata Mang Dadang yang merasa dipermainkan gairahnya oleh jennifer Arnelita dan dia langsung menabok kedua pantatnya.
“Auuww!! Aauuwww!!” jerit Jennifer dengan nada yang menggoda.
Bilur warna merah segera menghias di atas permukaan kulit pantat Jennifer yang bulat itu. Mang Dadang pun tak sabar untuk kembali memasuki vagina berbulu halus itu dari arah belakang.
“Ouughh yeeshhh!!! Aaaghhh!! Aaghhh!!” desah mangsa Mang Dadang secara continue.
“Ben.neer beneerrr per.reetshhh, Neengggg!!!” Aaghh!! Umphhfff!!” lenguh Mang Dadang merasakan jepitan vagina Jennifer Arnelita yang memang menggigit dan sangat nge-grip itu.
Mang Dadang memaju-mundurkan pinggulnya yang memompa kemaluan bercelah sempit itu sambil berpegangan pada kedua buah dada ranum Jennifer. Mulut dengan bibir tebalnya juga turut sibuk menciumi dan menjilati pundak, tengkuk, dan leher bagian belakang yang berbulu lembut. Semua itu membuat Jennifer serasa melayang terbang diatas langit biru. Jennifer menoleh ke belakang dan memandang ekspresi wajah Mang Dadang yang juga merem melek keenakan. Tangan kanannya segera merangkul leher Mang Dadang, menariknya untuk lebih mendekat dan bibir tipisnya langsung memangut bibir tebal Mang Dadang dengan segenap nafsu. Lelaki paruh baya itu pun dengan senang hati melayani tarian bibir gadis muda usia itu. Membalas pagutan dan mencium balik dengan hot dan liar. Kecipak air ludah keduanya pun terdengar jelas saat lidah mereka berdua masih saling membelit dan beradu. Air liur itu sekarang tampak menetes-netes di sela sudut bibir keduanya.

15 menit sudah pertempuran birahi dalam posisi berdiri itu terjadi, Jennifer merasa tusukan batang penis Mang Dadang semakin kencang dan tak beraturan. Penis berurat itu terasa mengembang lebih besar di dalam vaginanya pertanda bahwa sebentar lagi penjaga hutan itu akan segera meledakkan senjata pamungkasnya.
“Mam.mangg.. Mam.maangg.. KEEL.KELUAARRGHHH, NEENGGG..!!! AA..AAAGGHHHH!!!” teriakannya begitu keras dan menggema seantero hutan.
“I..iyaa, Mang. Ougghh!! JENNI J.JUGAAKHHH DAPEETTSHHH!! AAGHHH!! SSHHH!” Jennifer pun berteriak tak kalah keras seraya tetap mengulegkan bulatan pantatnya dengan cepat merajam batang penis Mang Dadang.
 “CROOTHH!! CCROOOTHH!! CROTHHH!!”
Dan disusul cairan peju yang hangat dan kental menyembur berkali-kali untuk memenuhi rahim Jennifer. Mang Dadang melenguh panjang, batang penisnya masih dia pompakan di saat sperma itu keluar deras otomatis dia pun juga merasakan betapa ketat empotan dan kedutan otot vagina mangsa cantik yang digagahinya itu. Ketika peinsnya dia tekan sampai mentok, cairan sperma yang di semburkannya sebagian meleleh keluar melalui sela-sela pertautan kedua alat kelamin mereka dan membasahi selangkangan Jennifer.
“Gila!! Pejunya anget banget di dalem memek gue, mana banyak lagi. Bener-bener perkasa kontol Mang Dadang..” gumam Jennifer Arnelita dalam hati.
Setelah beristirahat sejenak, gairah keduanya pun bangkit lagi karena didukung faktor alam yang berhawa dingin maka sangat cocoklah kalo dilewatkan dengan acara membakar birahi. Mang Dadang memposisikan tubuh seksinya yang bugil untuk merangkak di atas dipan. Mang Dadang tersenyum puas karena dilihatnya memek Jennifer telah belepotan sperma. Bentuk vagina yang tadinya rapi dan rapet, sekarang tampak melebar dan semakin memerah warnanya. Bulu jembutnya yang basah pun ikut terlihat berkilat.
“Bleeshhh!!” kembali Mang Dadang memasukkan penisnya.
“Ouughhh!! Yesshhh!!!” jerit gadis cantik berambut cokelat itu seraya meliukkan tubuhnya ketika batang penis Mang Dadang mendongkel celah lipatan bibir vaginanya.
Predator buas itu pun dengan sigap langsung menghujam-hujamkan penisnya dengan berbagai manuver yang tajam. Jennifer menyempurnakan pergerakan penis Mang Dadang yang sedang melakukan agresi itu dengan irama desahan yang sinkron. Sensasi nikmat kembali mengaliri tubuh gadis itu, bahkan membanjirinya.

Sampai sesaat kemudian, dia merasa bahwasanya dinding dalam rongga vaginanya yang berbulu lembut itu mulai berdenyut dan denyutannya pun semakin cepat sehingga menjepit kuat penis berurat yang sedang menusuknya.
“AA..AAGHHH MAANGGG!!.. OUWHH SHIITTT!! JEN.. JENNIII DAP.DAPEETSHHH! LAGII.IIIHHHH!!”” jerit mangsa cantik sang predator, ketika akan mendapatkan puncak birahi.
Desahan juga lenguhan Jennifer semakin menggila, ketika dia merasakan ada sesuatu yang meledak dari dalam tubuh yang berpusat pada vagina peretnya, yang saat ini sedang dan masih tersumpal oleh penis besar Mang Dadang.
“SHEERRHH!!.. SHERHHH!.. SHEEERRHHH!!” tubuh seksinya mengejang hebat, menggelinjang, dan berkelojotan sehingga cairan kewanitaannya bercampur aduk dengan cairan sperma yang tadi ditumpahkan oleh Mang Dadang.
Dan sekarang, kedua jenis cairan yang dihasilkan oleh dua pabrik yang berbeda itu meleleh keluar membasahi paha bagian dalamnya, dan perlahan mengalir turun ke arah lutut. Mang Dadang yang tidak tahan dengan empotan ayam Jennifer Arnelita ketika dilanda klimaks pun cepat-cepat mengeluarkan penisnya “PLOOPHHH!!”
“Sepongin yaa, Neng. Mamang juga udah mau keluarrghh!!!” ucap Mang Dadang tak tahan.
Karena ingin membalas kenikmatan yang telah diberikan dengan sempurna oleh juru kunci hutan itu, maka Jennifer pun langsung meraih penis yang basah penuh lendir. Sembari memejamkan mata, dimasukkannya benda berbentuk bulat lonjong dan tumpul itu ke dalam mulutnya. Jennifer mencoba untuk tidak merasakan jijik dengan bau dan bulu jembutnya yang semrawut tidak karu-karuan kaya tembakau alias ngruntel. Artis cantik berkulit putih licin itu mulai mengulum, menghisap, mengelomoh, dan memainkan lidahnya membalur sepanjang batang Mang Dadang. Telapak tangan kanannya yang halus juga turut mengocok-ngocok untuk menambah kenikmatan bandot tua pemangsanya.
“Mmm!! Gitu nengg.. Enn.nyakK! Uughhh!! Sedap bahh.ngetshhh!!” celoteh Mang Dadang sambil merem-melek menikmati emutan lembut dari bibir tipis Jennifer.
“Enak yaa, Mang??” tanya Jennifer sambil mengocok penis dan dengan wajah nakal menatap Mang Dadang.
“Iiyaah, Neengg!! Aaghh.. Aangetshh!!”

Cuma sebentar Mang Dadang mampu untuk bertahan dari sedot dan emutan Jennifer. Saat ini juru kunci hutan sudah mulai mengerang panjang dan menggerung bak binatang yang akan disembelih.
“AA.AAARGGHHH, NEENGG!! SSHHH!.. UUUGHH YEESHHH!! KEL.KELUARGHHH!!” jerit parau sang penunggu hutan.
“CROTHHH!!.. CCROOTTHH!!.. CRROOTTHHH!!” bersamaan dengan suaranya yang menggaung di seantero hutan, menyemprotlah sperma hangat yang masih saja kental itu di dalam mulut mungil Jennifer. Jennifer mencoba untuk menampung benih adik bayi itu sebisa mungkin agar tidak tumpah, meskipun harus gelagapan karena ternyata cairan itu keluarnya masih cukup banyak. Sebagian cairan kental berwarna putih itu meluap membasahi bibirnya.
“UhuukK!.. uhuukK!!” Jennifer tersedak sperma dan terbatuk-batuk.
“Peju Mamang banyak banget nih. Sebeel!!” rutuk gadis cantik yang barusan kena entot Mang Dadang.
“Hehee.. Tapi enak kan, Neng?? Makasih yaa, Neng. Ngentot sama Neng Jenni bener-bener nikmaattt.”
“Huuh!! Enak di Mamang ga enak di Jenni dong..”
“Hak.. Hakk.. Haakk!!”

#########################
Api unggun di depan gubug penjaga hutan tampak berayun mengikuti gerak hembusan angin malam. Suara ribuan binatang malam pun semakin santer terdengar, sehingga menambah suasana malam menjadi sedikit lebih horror. Apalagi gonggongan mirip serigala juga samar-samar sesekali terdengar. Udara yang semakin dingin menggigit tulang menyebabkan Jennifer mengenakan jacket gunungnya yang tebal. Celana panjang kain yang tebal pun ikut mencoba menghangatkan kaki si pemakainya
"Sedang ngapain, Mang?" tanya Jennifer lembut memperhatikan apa yang sedang dilakukan lelaki paruh baya itu.
"Ooh Neng Jenni dah bangun yaa. Ini lagi bikin api unggun sekalian mau bakar ayam hutan yang kemarin Mamang berhasil tangkap. Pasti Neng Jenni laper kan?? hehee.." jawab Mang Dadang yang cuma memakai jacket dan celana kolor komprang.
"Mungkin sudah terbiasa dengan dinginnya malam." batin Jennifer.
"Iyaa nih, Mang. Jenni laper banget.." jawab artis muda itu dengan wajah seperti orang yang bener-bener kelaperan.
“Bentar, Neng. Biar Mamang ambil ayam hutannya. Udah Mamang bersihin kok isi perutnya jadi tinggal panggang aja." jelas Mang Dadang seraya beranjak kebelakang gubugnya.
"TULIT..TULIT.." suara hape Jennifer berbunyi.
"Si Rey pasti khawatir nyariin gue. Ni juga tumben ada sinyal.." gumamnya seraya menekan tombol hijau.
"Hallo, Rey.." sapanya lembut.
"Woi, Jen!! Gila, lu dimana?? lu baik-baik aja khan? ga tersesat khan??" berondongan pertanyaan dengan nada cemas segera menyerang telinga Jennifer.
"Hehee.. Iya gue baik-baik aja kok, Rey."
"Terus sekarang posisi lu dimana?" tanya seorang cowok dari seberang telephone yang selama ini berusaha pedekate ke Jennifer.
"Gue dah balik ke Jakarta, Rey. Sori yaah, pasti semua jadi kepikiran sama gue. Gini, Rey. Tadi kan gue jalan paling akhir sambil potret-potret pemandangan gitu kan, nah tiba-tiba ada telephone dari orang rumah, ngasih tahu kalo ada sodara gue yang masuk rumah sakit dan urgen banget, makanya tadi gue cepet-cepet turun gunung sendirian mumpung masih terang. Gue juga dah nyoba teriak manggil pendaki yang paling terakhir sebelum gue tapi dia ga denger. Mau calling elu juga ga tiba-tiba ada signal, Rey. Yaa udah gue langsung cabut aja balik. Maaf yaah, Rey. Sampein juga sama temen-temen yang lain.." terang Jennifer gambling, dan tentunya berbohong.

Tentu tidak mungkin Jennifer bilang kejadian yang sesungguhnya kepada cowok yang sedang berusaha pedekatein dirinya, juga mengingat reputasinya sebagai artis.
"Ooh gitu ceritanya, Jen? Fyuuh lega deh gue kalo gitu. Iyaa deh ntar biar gue kasih tahu temen-temen yang laen. Terus sodara lu gimana?" tanya Rey masih dari seberang telephone.
"Dia udah ditangani dokter. Dan udah baikan kok."
"Siip dah kalo gitu. Ya udah Jenn, buruan istirahat yaa.." saran Rey yang terdengar senang setelah mengetahui keadaan Jennifer yang baik-baik saja.
"Thanks perhatiannya, Rey. Salam buat temen-temen yang lain yaah. Byee."
"Oke, Jenn. Bye.."
"TUUT.. TUUT.. TUUUT.." bunyi suara telephone yang ditutup.
Jennifer terdiam sambil memandangi api unggun yang sekarang tampak lebih tenang tak berayun lagi seperti tadi.
"Ternyata Mang Dadang ga sejahat yang gue kira. Dia baik dan perhatian.." batin artis cantik bertubuh seksi itu.
"Nih Neng Jenni, ayamnya dah siap kita panggang." ucap Mang Dadang yang tiba-tiba nongol dari arah belakang Jennifer.
"Wah pasti lezat nih ayam." gumam Jennifer seraya menahan air liur yang hampir menitik keluar.
"Tentu dong, Neng. Meski bumbunya cuma kecap sama garam. hehee.." imbuh Mang Dadang sambil memperlihatkan botol kecap kecil dan bungkusan plastik berisi garam dapur.
"Mari kita panggang!!" seru gadis cantik yang memeknya sudah berhasil di-kontolin Mang Dadang.
Sambil mulai memanggang ayam yang ditusuk pake sebuah bambu panjang dan dibumbui kecap sama garam, Jennifer pun beringsut mendekatkan dirinya ke arah Mang Dadang yang sedang jongkok sambil memutar-mutarkan tusukan bambu agar ayam hutan yang dipanggang tidak gosong.

"Mang.." tanya Jennifer membuka pembicaraan.
"Iya Neng." jawab singkat Mang Dadang tanpa menolehkan wajahnya yang tetap menatap kobaran api unggun.
"Sudah berapa lama Mamang jadi penjaga hutan ini?"
"Sudah puluhan tahun, Neng. Semenjak istri Mamang meninggal."
"Ooh maaf, Mang."
"Hehe.. Gapapa kok, Neng." sahut juru kunci hutan itu seraya menerawang kehidupan masa lalunya ketika masih bersama isterinya.
"Kenapa milih tinggal di hutan sih?" tanya Jennifer sambil tangan kirinya memeluk kaki kanan Mang Dadang yang ditekuk.
"Dulu, Mamang kecewa sama keadaan hutan ini yang gundul dan parah keadaannya. Padahal banyak penduduk sekitar sini yang hidup dengan mencari apa yang ada didalam hutan ini. Mencari ranting, berburu, memancing, dan lain sebagainya. Semenjak Istri Mamang meninggal, Mamang langsung mengabdi untuk menjaga kelestarian hutan kerinci ini." jelas Mang Dadang.
"Soal makan dan obat-obatan? gimana kalo Mamang sakit?"
"Setiap bulan dari Pemda ngasih bantuan, Neng. kadang para anak-anak mapala atau pendaki ngasih sesuatu sama Mamang tapi kebanyakan bahan makanan."
"Ouw gitu yaah Mang."
"Iyaa, Neng."
Ketika Jennifer melongokkan kepala untuk menambah ranting pohon sebagai bahan bakar api unggun, sepasang bola matanya menangkap sesuatu yang terjulur keluar dari celah celana pendek komprang yang dipakai Mang Dadang.
"Gila nih kontol, malah nongol. Ga puas apa tadi mejuhin memek sama mulut gue. Dasar udik, pasti ga punya celana dalem deh.." kata Jennifer dalam hati.
Dengan iseng, tangan kirinya yang merangkul kaki kanan Mang Dadang pun mulai menyentuh dan membelai halus kepala dan leher penis Mang Dadang yang terjulur.

"Eeh, Nengg!!" pekik Mang Dadang kaget, karena setelah melihat apa yang terjadi dibagian bawah perutnya. Ternyata batangnya sedang dielus-elus oleh telapak tangan Jennifer yang lembut dan halus.
"Enak, Mang?" Hmm??" goda gadis cantik itu sambil tetap membangunkan penis yang masih tertidur.
"I..iyaa neng. Enak.. Uughh!!" lenguh Mang Dadang merasakan nikmat kala ujung penisnya dielus Jennifer.
"Kalo Mamang lagi pengen gitu, gimana dong ngelampiasinnya? kan disini sendirian??" Jennifer pun mulai mengocok lonjoran batang penis yang mulai menggeliat itu.
"Uumphhff!! palingan ngo..ngocok, Neng.." jawab Mang Dadang melenguh keenakan.
“Sshhh!!.. Ouughhh!!” desah nikmat kembali lagi terdengar dari mulut penjaga hutan, seraya memejamkan mata ketika kocokan dari telapak tangan halus Jennifer berubah menjadi remasan-remasan lembut yang membikin sesak nafasnya.
"Enak mana Mang? Ngocok sendiri sama di kocokin gini. Hihii.." goda Jennifer genit sambil menambah kecepatan gerakan mengocoknya, mengocok penis pria itu.
"Aaghh Neng.. Enakk di kocokin s.sama Neng Jenni.. Uughh!!" lenguh keras sang penjaga hutan karena Jennifer mengurut ketat dari pangkal sampe kepala kontol yang sekarang sudah mengeras.
"Kontolnya gede banget, Mang. Keras lagi." kata Jennifer sambil mengelus dan meratakan cairan precum keseluruh bagian kepala penis Mang Dadang.
"Aah Neng Jenni bisa aja. Ummphff!! Sshhh aaghh!!" sela sang juru kunci hutan diiringi desahannya.
Mang Dadang masih membolak-balikkan bakaran ayam hutannya. Aroma harum mulai memancar dari daging ayam yang berbumbu kecap sama garam dapur. Jennifer mengambil matras yang ada di sampingnya, kemudian menggelarnya di depan Mang Dadang yang masih berjongkok. Tak berapa lama kemudian, dengan memiringkan tubuh ke arah lelaki paruh baya itu, kepalanya sudah berada tepat di depan penis yang mengacung keras terjulur melalui lubang kaki yang sebelah kanan. Tanpa ragu, Jennifer Arnelita beringsut memajukan kepala, dan mendekatkan bibir tipisnya. Dia mulai mengecup kepala penis Mang Dadang yang membonggol besar. Lidah merah gadis yang menjadi mangsa juru kunci itu mulai terjulur keluar untuk menjilati cairan birahi Mang Dadang yang berasa asin.

"Clepp!.. Cleep!" suara lidah Jennifer yang sedang membalur kepala kontol pun terdengar seiring angin malam yang berhembus. Dilumat-lumatnya dengan bernafsu ujung lonjoran kontol yang memerah itu.
“Aaaghhh, Neng Jenni!" pekik Mang Dadang ketika penis hitam berurat kebanggaannya ditelan mentah-mentah masuk ke dalam mulut mungil Jennifer.
Lidah lancip gadis berdarah Kalimantan itu pun mulai melata dan membelit. Dengan mengempotkan pipi, ditariknya mulut berbibir tipis itu keluar pelan-pelan "PLOOPH!!"
"Gimana Mang, suka? hmm.." tanya Jennifer sambil mulai mengoleskan penis itu ke arah wajahnya.
"Su.. Sukaa, Neng.." jawab Mang Dadang dengan menggialkan tubuh saat Jennifer mulai menjilat leher bawah penisnya dengan gerakan naik turun.
"Sleephh.. Cleeppt.. Cleeph!!" suara hot dari sepongan terdengar menggairahkan.
Jilatan basah lidah Jennifer begitu nikmat ketika membalur penis besar yang kekar itu.
"Auwh, Neng!!" jerit Mang Dadang sewaktu Jennifer dengan nakalnya menggigit kecil batangan penis yang semakin mengeras seperti pentungan hansip.
"Duch kaciaan. Sakit ya Mang? Hihii.." goda Jennifer dengan raut wajah binal.
Mulut mungil yang hangat kepunyaan gadis berhidung mancung mulai menghisap sekujur lonjoran batang kontol dengan gerakan seperti meniup seruling.
"Oughh Neng! Aakhh! anget banget mulutnya.." erang Mang Dadang sambil mengusap kepala Jennifer, ketika kepala penisnya terbenam dan terendam di dalam kehangatan mulut Jennifer.
Ketika mulut mungil Jennifer menelan setengah dari penis Mang Dadang, digeleng-gelengkannya kepala dengan rambut warna cokelat itu. Pak tua penjaga hutan kembali mengerang dan menggelinjang, karena serangan oral gadis cantik yang rebah miring di depannya begitu dahsyat dan binal.

Tak lama kemudian, berkedut-kedut lah batang penis Mang Dadang dan siap untuk meledak. Sambil melepas kulumannya, jari tangan Jennifer langsung menggantikan dengan kocokan. Tak lupa pula gadis bertubuh ramping itu segera memposisikan wajah tepat di depan kepala penis Mang Dadang.
"Aakhh Neng Jenni!! Sshh!! Ouggh.. Neng! Aaghh!!" jerit parau Mang Dadang, sang Predator, ketika spermanya sudah mau muncrat.
"NENG.. JEN.NII!! MAMANGG KEELLL.. UUAARRHH!.. AA..ARGGHHHH!!!" teriak lelaki paruh baya itu sambil menyembur dan menyemprotkan sperma kentalnya di seluruh permukaan wajah Jennifer.
"CRO0T!.. CROO0T!! CROTT!! CROOTTT!!.. CROTTT!!" wajah cantik Jennifer Arnelita pun langsung berlumuran cairan putih yang hangat dan lengket.
"Uugh Neng. Enaak banget." kata Mang Dadang penuh kepuasan.
Hebatnya lagi, ketika mengalami puncak orgasme, penjaga hutan itu juga telah selesai membakar ayam hutan. Terakhir, tanpa mempedulikan wajahnya yang basah kuyup terkena peju, Jennifer melakukan pembersihan terhadap penis Mang Dadang dari cairan lendir sampai mengkilat.
"Makasih banyak, Neng." kata Mang Dadang seraya memberikan potongan ayam hutan bakar.
"Sama-sama, Mang. Hehe.." jawab Jennifer langsung melahap ayam.
"Neng Jenni ga bersihin wajah dulu?" tanya juru kunci hutan terheran.
"Gapapa kok Mang. Biar kulit wajah tambah mulus. Hahahaa.." jawabnya ngasal.
"Eh Mang. Ngomong-ngomong besok anter Jenni keluar hutan ya. Mau balik ke Jakarta aja." pinta Jennifer.
“Ga ikut nyusul rombongan temen-temen, Neng?”
“Ga ahh, Mang. Males. Mending Jenni balik pulang aja ke Jakarta.”
"Oke deh,Neng kalo begitu. Dengan senang hati ntar Mamang anter sampai terminal desa." sahut Mang Dadang cepat.
“ Makasih yaa, Mang.”

#######
Mang Dadang mengantarkan Jennifer Arnelita sampai ke terminal desa untuk mencari angkudes yang menuju ke terminal induk, dan kemudian naik bus arah tujuan Jakarta. Tak lupa, Mang Dadang pun juga memberikan buah-buahan dari hasil hutan untuk Jennifer sebagai ucapan terima kasih karena sudah diizinkan untuk mencicipi tubuh seksinya. Sementara itu, kehidupan Jennifer Arnelita pun tak berubah tetap seperti biasanya. Aktivitas shooting, nge-mc, jadi guest star dibeberapa dialog interaktif, ngisi acara off air, jadi bintang iklan, dan masih bejibun aktifitas lainnya. Hidupnya bener-bener indah. Dua bulan sudah peristiwa di hutan kerinci berlalu. Pagi itu di sebuah kamar apartemen yang lumayan mewah, tampak Jennifer sedang bangun dari tidurnya walau masih bermalas-malasan di atas ranjang.
"Duuch akhir-akhir ini kenapa kepala gue suka pening dan perut sering mual yah? Mana pake muntah segala. Brengsek nih morning sick, ehh..Jangan jangaaan.." gumam Jennifer khawatir seraya bangun dari ranjang di kamar apartemennya.
Tak berapa lama dari arah toilette terdengar suara Jennifer yang sedang muntah.
"Hoek!.. Hoeek!.. Hoek!!"
Wajah gadis cantik berkulit putih mulus itu tampak pucat. Dia balik lagi ke dalam kamar dan terlihat sibuk mengubek-ubek isi tas jinjing kesayangannya untuk mencari sesuatu.
"Mana yaa? Kok ga ada sih? Hmm.. Nah ini dia." ujarnya sembari memegang sebuah benda yang biasa tersedia dijual di apotik dan toko obat.
Gadis berdarah Kalimantan itu langsung kembali menuju ke toilet. Entah apa yang akan dilakukannya dengan benda yang baru saja diambil dari dalam tas. Suasana hening sesaat. Tak berapa lama Jennifer keluar dari dalam toilet, wajah pucatnya menegang, jari tangan kanannya masih memegang benda kecil warna biru. Mata bening yang selama ini memancarkan sinar ceria masih terlihat terbelalak seakan tidak percaya ketika melihat hasil dari test pack yang menyatakan bahwa dirinya positif hamil.
"Gu.. Guee bunting.. Mampus dah." ujar Jennifer terbata-bata.
"Pasti gara-gara kemarin itu dia nembak didalam memek gue?" keluhnya putus asa.
Nightmare comes true ?

By: ClothingK

Friday, June 6, 2014

Istriku Dalam Kenikmatan Terlarang

Anastasya

Cerita ini bermula ketika aku (Nico) dan istriku (Anastasya) mengikuti perayaan pesta malam tahun baru di sebuah café yang berlokasi di hotel bintang lima di kawasan Senayan. Kami berdua sudah menikah selama kurang lebih 5 tahun dan saat ini kami sudah berumur hampir 32 tahun, meskipun sudah mulai menginjak umur 32 tahun tetapi istriku masih awet muda dan sexy mengingat dia rajin merawat diri ke sebuah klinik kecantikan yang cukup mahal dan juga mengikuti senam aerobik untuk menjaga kelenturan tubuhnya. Untuk mengisi waktu luang dan kejenuhan atas rutinitas harian kami, maka pada saat malam pergantian tahun kami memutuskan untuk mengikuti perayaan malam tahun baru yang meriah dan ramai. Dalam pesta itu istriku mengenakan rok mini berbahan kaos warna merah muda yang melekat di kulit sehingga menonjolkan bokongnya yang padat dan sexy. Entah kenapa malam itu istriku ingin tampil sexy sehingga untuk menutupi auratnya dia mengenakan celana dalam model g-string berwarna senada dengan warna rok mininya dan untuk atasannya dia mengenakan BH dengan model yang senada dengan celana dalam g-string nya sementara sebagai penutup di bagian atas dia mengenakan kaos tipis berwarna krem. Sebagai gambaran saja istriku mempunyai ukuran yang cukup ideal untuk seorang wanita walaupun tidak bisa dibilang sempurna. Tingginya 165cm dan ukuran dadanya 34 B serta ukuran celananya adalah size M. Warna kulitnya putih mulus dan sangat lembut serta halus mengingat dia suka sekali melakukan perawatan tubuh di klinik kecantikan. Kami tiba di café tersebut masih cukup pagi (jam 22.00) mengingat hari itu adalah acara perayaan pesta malam tahun baru dan kami langsung memesan makanan ringan dan segelas bir untuk menghangatkan badan dan menambah gairah semangat pesta. Semakin malam suasana café semakin ramai dan meriah dengan diiringi musik yang menghentak-hentak memacu semangat dan gairah.
Ketika jam sudah menunjukan pukul 23.00, MC dengan diiringi music yang lembut mulai berkelilingi ruangan dan mencari 3 orang wanita yang akan diajak bermain games yang menghebohkan sebagai acara penantian detik-detik pergantian tahun. Tanpa kuduga tiba-tiba MC yang sedang mencari-cari wanita untuk diajak bermain games itu menghampiri istriku yang berpenampilan cukup menggiurkan dan sexy. Untuk gambaran saja mengenai MC dimana dia berkulit gelap dan berbadan tegap serta kekar seperti layaknya orang dari Indonesia Timur, parasnya jauh dari ganteng, sekilas terlihat mirip dengan Direktur Avenger Mr. Fury, tidak seperti penyanyi KPop yang digandrungi para perempuan tetapi MC ini mempunyai kharisma yang kuat dan pandai merayu. MC itu terus merayu istriku untuk ikut dalam games tsb dan MC itu memberitahukan ke istriku bahwa hadiah bagi pemenangnya adalah sebuah kalung 10gr emas bertahtakan berlian. Mendengar hadiahnya yang bernilai itu membuat istriku tertarik untuk mengikuti games tersebut meskipun dia belum mengetahui apa sebenarnya games yang akan dimainkan, istriku melirikku untuk meminta persetujuan agar dia diperbolehkan mengikuti games itu. Tidak terbesit pikiran yang negative maka aku memberikan persetujuan kepadanya dan istriku sangat gembira dan dia langsung menciumku sebagai tanda terima kasih karena mengijinkannya ikut dalam games tsb. Sebelum maju ke panggung istriku masih menyempatkan diri untuk menenggak bir yang masih tersisa di gelas untuk lebih meningkatkan gairah dan semangat supaya dia dapat memenangi games tsb. Setelah itu istriku bergegas ke panggung dan berkumpul bersama dengan 2 orang wanita yang juga ingin mengikuti games.

Si MC

Saat di panggung nampak mereka diberikan pengarahan yang cukup serius oleh MC dan ternyata istriku diminta untuk menandatangani sebuah surat pernyataan dan aku sebagai suami diminta untuk juga menandatangani surat tersebut sebagai tanda persetujuan. Karena menganggap remeh isi surat pernyataan itu maka kami tidak lagi membaca secara detail akan tetapi langsung membubuhkan tanda tangan di atas surat pernyataan itu sebagai tanda persetujuan dari kami. Tak lama kemudian istriku dan 2 orang wanita lainnya sudah berkumpul kembali di atas panggung dan setelah itu memberikan sedikit basa-basi lalu memberitahukan kepada para pengunjung bahwa games kali ini cukup meriah dan dapat menambah gairah di malam tahun baru, MC dengan gaya yang elegan dan misterius mengumumkan bahwa gamesnya adalah menari striptease dimana wanita yang paling berani atau banyak melepaskan pakaian yang dikenakan maka akan dinobatkan sebagai pemenang games dan berhak untuk mendapatkan kalung emas 10gr bertahtakan berlian. Aku kaget dan panik ketika mengetahui games yang akan dimainkan adalah striptease akan tetapi aku optimis dan yakin kalau istriku akan batal mengikuti games ini akan tetapi setelah selang beberapa waktu terlihat MC dan istriku berserta 2 orang wanita itu terlihat berdialog dengan serius sambil membolak-balik surat pernyataan yang sudah ditanda-tangani. Tidak berapa lama istriku kembali menghampiriku sambil membawa surat pernyataan tsb sambil menjelaskan kepadaku bahwa dia harus mengikuti games ini atau diharuskan membayar denda pembatalan sebesar Rp 25.000.000 dan tentu saja hal ini membuatku langsung panas dingin karena tidak mungkin kami membawa uang sebanyak itu. Akhirnya setelah berdiskusi dengan cukup tegang akhirnya istriku tetap ingin ikut games ini daripada dikenakan denda sebesar demikian. Istriku berjanji dia akan pura-pura saja mengikuti games ini tetapi dia tidak akan menanggalkan pakaiannya sama sekali sehingga dinyatakan kalah. Tak lama kemudian MC sudah meminta semua peserta games untuk kembali ke atas panggung karena games akan segera dimulai. Hal ini tentunya membuat para pria mulai berdesakan di bagian depan panggung sehingga dapat melihat dengan jelas para wanita yang menjadi perserta games ini. Sebelum games dimulai MC menjelaskan aturan main games ini dimana waktu menari hanya satu buah lagu saja yang berdurasi kurang lebih 5 menit dan wanita yang paling banyak menanggalkan pakaian adalah pemenang sedangkan yang paling sedikit akan dinyatakan kalah sedangkan bagi wanita yang tidak menanggalkan satu buah pakaian akan diberikan hukuman memblow job penis seorang pria. Selesai memberikan penjelasan mengenai aturan games maka para wanita diminta siap di tempat masing-masing . Saat ketiga wanita itu berdiri berjajar sebenarnya timbul rasa bangga dalam diriku karena dari ketiga wanita itu istrikulah yang paling cantik dan sexy serta terlihat mulus dan halus kulitnya. Setelah semua peserta sudah bersiap di tempat maka MC pun memulai memberikan hitungan mundur 5, 4, 3, 2, 1…… mulai….. dan lagu pun langsung bergema dengan keras untuk mengiringi ketiga wanita itu bergoyang dan menari. Awalnya mereka masih terlihat malu-malu dan sungkan bergoyang terlebih lagi menanggalkan pakaian, akan tetapi sang MC dengan cerdik dan pandai memanaskan persaingan ketiga wanita itu dengan memberikan pujian-pujian sehingga membuat salah satu wanita mulai berani bergoyang dan makin lama makin hot goyangan sehingga membuat istriku dan seorang wanita lagi juga mulai terbawa suasana dan emosi untuk menunjukan siapa wanita yang paling cantik, sexy dan menarik dimata para pria. Tidak terasa sebuah lagu hampir sehingga MC memutuskan menambah sebuah lagu lagi supaya memberikan waktu yang lebih kepada para wanita untuk lebih leluasa menonjolkan kemolekan dan kesexyan tubuh mereka. Melihat suasana yang sudah memanas maka MC memberikan komando kepada pada para pria yang berdiri di depan panggung untuk mulai memberikan semangat dan menyoraki para wanita untuk menanggalkan pakaian mereka.

“Buka ayo buka…… buka …. buka….. ayo buka!!” sambil bertepuk tangan terus para pria memberikan semangat dan menyoraki para wanita untuk menanggalkan pakaian mereka.
Entah karena terus-menerus diberikan semangat dan disoraki salah satu wanita mulai berani menanggalkan kemeja yang dikenakan sehingga terlihatlah dengan jelas BH putih yang menutupi payudara yang tidak lerlau besar dan BH itu melekat di tubuhnya yang kecoklatan. Sambil terus bergoyang dan menari dengan disemangati dan disoraki para pria terus menerus
“Buka ayo buka…. buka…. buka….. buka…. ayo buka!!“
Akhirnya wanita kedua juga mulai berani melepaskan kaosnya sehingga terlihat BH coklat menutupi payudara yang besar dan BH itu melekat di tubuhnya yang hitam…. Kemudian entah kerasukan apa istriku juga terlihat berusaha untuk melepaskan pakaiannya tetapi istriku cukup cerdik dan dia hanya melepaskan BH merah mudanya dahulu tanpa melepaskan kaos tipis warna krem yang melekat ditubuhnya. Melihat tindakan istriku itu maka membuat para pria bersemangat menyoraki istriku dan bertepuk tengan sambil terus berteriak “ayo buka…. buka…. buka ….. buka….. ayo buka…”, melihat itu kedua wanita merasa iri dan cemburu sehingga mereka pun dengan nekat melepaskan pengait BH mereka sehingga sekarang para pria dapat melihat jelas payudara kedua wanita itu dengan bebas…. Sambil terus menari kedua payudara wanita itu terlihat berguncang-guncang memanaskan suasana malam tahun baru dan istriku pun nampaknya tidak mau kalah dengan kedua wanita itu dan lagi-lagi istriku membuat kejutan dengan melepaskan celana dalam g-string nya sehingga secara kedudukan berimbang untuk semua wanita karena mereka masing-masing melepaskan 2 buah pakaian. MC mulai mengingatkan kepada para wanita bahwa lagu akan segera berakhir jadi diharapkan para wanita lebih berani lagi untuk menanggalkan pakaian sehingga dapat memenangkan games striptease ini. Melihat waktu yang sudah mulai menipis maka sang MC yang memang dari awal terlihat menginginkan istriku yang menjuarai games ini karena memang istrikulah yang paling cantik dan sexy maka MC pun mulai mengarahkan para pria untuk menyoraki dan memberikan semangat kepada istriku untuk melepaskan kaosnya sehingga dapat memenangkan games ini. MC pun mulai berteriak memanggil nama istriku dengan menggunakan mic sambil memberikan aba-aba kepada para pria untuk mengikuti sorakannya
“ ayo Ana….. ayo Ana……. buka…. buka …. buka kaosnya….buka kaosnya!” sorakan itu semakin menggema memenuhi ruangan pesta untuk menyemangati istriku untuk membuka kaosnya
Para lelaki itu sebenarnya bukan menginginkan istriku yang menang, siapa pun yang menang bagi mereka adalah tidak penting tetapi dapat melihat para wanita itu telanjang adalah tujuan mereka sehingga dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Karena merasa tersanjung atau apa aku tidak tahu tetapi akhirnya kulihat dengan jelas istriku melepaskan kaosnya sehingga membuat para pria itu semakin menggila dan bersorak sambil bertepuk tangan memberikan dukungan kepada istriku. Di lain sisi kedua wanita lainnya yang merasa terpinggirkan mulai menari seadanya dan tidak bersemangat lagi.

Tak lama kemudian lagu kedua pun berakhir dan istriku pun dinyatakan sebagai pemenang karena paling banyak menanggalkan pakaian. Setelah lagu berhenti terlihat istriku tersipu malu dan menutupi payudara yang berukuran 34B itu dengan kedua tangannya akan tetapi MC pun melarangnya dan terus merayu istriku untuk tidak menutupi payudaranya yang indah dan menantang itu. Sambil tersipu malu kulihat istriku akhirnya menurunkan tangannya sehingga tidak menutupi payudaranya lagi dan tentu saja kejadian ini membuat para pria yang berdiri di depan panggung sangat bersuka cita karena dapat melihat istriku yang sexy nyaris telanjang saat itu hanya mengenakan rok mini merah muda saja tanpa memakai apa-apa lagi di dalamnya. Sambil terus memuji dan memberikan selamat kepada istriku karena memenangi games striptease ini sang MC ternyata berniat menelanjangi istriku yang tinggal mengenakan rok mini merah muda itu, MC itu pun terus menunda pemberian hadiah kalung emas yang menjadi hak istriku tetapi malah merayu istriku untuk menanggalkan rok mini merah mudanya sebagai penutup terakhir tubuhnya sebagai hadiah untuk para pria yang memberikan semangat sehingga istriku menjadi pemenang games striptease ini. Sambil terus merayu MC mulai mengajak para pria yang sudah mulai bernafsu dan mempunyai pikiran nakal untuk kembali menyemangati dan menyoraki istriku untuk menanggalkan pakaian terkahir istriku. Para pria itu kembali secara kompak dan penuh semangat menyoraki dengan lantang
“Ana…. Ana…. Ana…. ayo buka roknya…. ayo buka roknya…buka…buka!!”
Para pria itu pun terus dengan penuh semangat dan nafsu bertepuk tangan dan menyoraki istriku untuk menanggalkan rok mini merah mudanya. Terlihat jelas semua pria menginginkan isriku memperlihatkan tubuh mulus dan sexy tanpa seutas benang pun yang menutupinya, sang DJ pun turut serta memanasi suasana dengan memutarkan lagu yang berdentam-dentam untuk membangkitkan gairah istriku sampai ke puncak. Entah karena terbawa suasana atau rasa bangga karena terus menerus dirayu dan disemangati para pria yang notabene tidak dikenal oleh istriku maka dengan pasrah istriku akhirnya menanggalkan rok mini merah mudanya sehingga saat itu juga para pria bersorak-sorai gegap gempita seperti mendapatkan durian runtuh dimana yang menjadi durian adalah tubuh istriku yang telanjang bulat berdiri di atas panggung. Terlihat jelas MC pun sangat puas dapat membuat istriku menanggalkan rok mini merah mudanya dan berdiri telanjang bulat di atas panggung. Kali ini istriku pun sudah tidak malu lagi berdiri di atas panggung dalam keadaan telanjang bulat dan dilihat oleh para pria yang sangat bernafsu sekali melahap tubuh polos istriku dengan tatapan yang nakal dan liar. Aku pun yang melihat kejadian ini tidak dapat melukiskan perasaanku saat melihat istriku berdiri telanjang bulat di atas panggung, rasa cemburu, malu dan bangga serta nafsu bercampur aduk akan tetapi karena terbawa suasana saat itu malah rasa bangga dan nafsu yang dominan dalam diriku. Aku sangat bangga dan nafsu melihat tubuh telanjang istriku yang berdiri di atas panggung menjadi tontonan para pria yang liar dan penuh nafsu itu. Payudaranya yang mulus dan sekal itu menggantung bebas tanpa ada seutas benang pun yang menghalanginya dan selain itu bulu kemaluan istriku yang terawat rapih dan bersih juga nampak terlihat menggoda para pria yang berdiri di depan panggung. Akhirnya MC pun berkenan untuk memberikan hadiah kalung emas kepada istriku dan MC berniat untuk langsung mengalungkannya ke leher istriku yang jenjang dan mulus itu. Untuk memudahkan pemasangan kalung maka istriku pun diminta berbalik membelakangi para pria sehingga kali ini para pria disuguhi pantat istriku yang sekal dan montok.

Ternyata sang MC mempunyai tujuan nakal lain dimana saat istriku membelakangi para pria, sang MC pun bergegas melemparkan semua pakaian istriku kepada para pria yang menyesaki di sekeliling panggung itu sehingga membuat para pria berebutan untuk mengambil dan menyimpannya sebagai hadiah kenang-kenangan dan baru setelah itu MC mengalungi istriku dengan hadiah kalung emas yang menjadi hak istriku. Aku yang melihat hal itu pun hanya bisa pasrah dan malah tambah nafsu memikirkan kalau istriku nantinya akan terus telanjang bulat selama perayaan pesta tahun baru ini. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa sedemikian bernafsunya memikirkan hal itu padahal seharusnya aku malu dan khawatir mengenai kondisi yang harus dihadapi oleh istriku itu. Kemudian tanpa ada perasaan curiga atau aneh istriku akhirnya dengan gembira dan bangga berbalik badan kembali sehingga kali ini para pria dapat melihat istriku yang telanjang bulat sudah mengenakan kalung emas sebagai hadiah games striptease itu. Setelah sekali lagi mengucapkan selamat maka MC pun mempersilahkan istriku untuk turun dari atas panggung dan kembali ke mejanya. Setelah dipersilahkan turun maka istriku pun mulai mencari pakaiannya yang tadi dia tanggalkan satu persatu dan letakan di atas panggung, kulihat istriku mulai panik karena tidak dapat menemukan sebuah pakaiannya. Istriku terlihat bingung dan panik menghadapi hal itu, dia menghampiri MC untuk menanyakan pakaiannya yang tadi diletakan di atas panggung. MC pun tersenyum dan sambil memegang mic MC bertanya dengan lantang kepada para pria yang tadi berdiri di depan panggung, apakah mereka mengambil dan menyembunyikan pakaian istriku. Para pria itu saling berteriak dan menuding satu sama lain bahwa salah satu dari merekalah yang mengambil dan menyembuyikan pakaian istriku, padahal jika ditelusur balik memang hal ini disengaja oleh MC sehingga membuat istriku tidak lagi dapat mengenakan sebuah pakaian pun sehingga dia akan telanjang bulat selama sisa Perayaan Pesta Tahun Baru ini. Kemudian MC pun dengan santai menjelaskan kepada istriku bahwa pakaian istriku diambil dan disembunyikan oleh para pria dan MC tidak dapat membantu istriku mencari pakaiannya. Istrikut terlihat panik menyadari hal itu dan dia terlihat memohon kepada MC untuk membantunya mendapatkan kembali pakaiannya. MC terlihat berusaha menenangkan istriku tetapi di dalam benaknya dia sudah membuat skenario untuk membuat istriku jadi hadiah Tahun Baru yang tidak terlupakan bagi para pria yang hadir di pesta itu. Akhirnya setelah beberapa saat MC pun menawarkan kepada istriku sebuah games lagi dan jika istriku menang maka dia akan diberikan sebuah pakaian akan tetapi jika istriku kalah maka istriku akan menjadi hadiahnya. Istriku kaget akan hadiah yang harus diberikan tetapi karena terus dirayu dan diintimidasi oleh MC itu maka istriku pun menyanggupinya untuk mengikuti games selanjutnya. Ternyata games kali sangat sederhana yaitu istriku akan dikenalkan kepada para pria dan kemudian istriku diminta menebak siapa yang mengambil dan menyembunyikan celana dalam g-string nya. Setelah menjelaskan games yang sederhana itu maka MC pun mengajak istriku turun panggung untuk dikenalkan kepada para pria. Istriku yang dalam keadaan telanjang bulat hanya pasrah ketika digandeng oleh MC untuk menghampiri meja pertama. Para pria pun terlihat sangat antusias untuk berkenalan terlebih lagi saat itu istriku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun, awalnya mereka hanya bisa melihat tubuh telanjang istriku dari jarak beberapa meter tetapi sekarang mereka dapat melihat dengan jelas tubuh telanjang istriku dan tentu saja hal ini tidak disia-siakan oleh para pria itu. Kulihat para pria itu tidak mau menjabat tangan istriku sebagaimana layaknya berkenalan tetapi para pria itu memeluk tubuh telanjang istriku dan mencium pipi istriku.

Terlihat istriku pasrah menghadapi hal ini dan ternyata setelah melalui beberapa meja terlihat para pria itu mulai berani menggoda dan merangsang istriku, para pria itu tidak lagi hanya memeluk istriku tetapi mereka langsung mencium bibir istriku sambil ada yang memegang bongkahan pantat istriku yang sekal dan sexy atau ada pria yang terang-terangan memegang payudara dan memilin puting payudara istriku, awalnya istriku terlihat pasrah tetapi setelah berulang-ulang kali mendapatkan rangsangan dari berbagai pria maka istriku pun mulai terlihat menikmatinya. Kini terlihat istriku mulai membalas ciuman mesra dari para pria dan kini istriku juga terlihat menikmati jika pantat yang sexy dan sekal itu diremas-remas, terkadang kulihat bibir istriku seperti menahan nafsu ketika payudaranya diremas dan dipilin putingnya terkadang dia terlihat mengoyang-goyangkan pinggulnya menandakan dia mulai terangsang berat dan vaginanya siap untuk dimasuki penis teman bermainnya. Dalam keadaan seperti itu MC berperan dengan tegas dan lugas langsung menarik istriku keluar dari kerumunan para pria yang memberikan rangsangan-ransangan nikmat kepada istriku, MC tidak ingin gamesnya berakhir tidak sesuai dengan skenarionya. Suatu saat istriku sampai di meja yang diduduki oleh para pria dari Afrika mereka terlihat sangat hitam dan kontras dengan kulit istriku yang putih dan mulus. Kulihat para pria Afrika jauh dari ganteng malah ada beberapa yang terlihat cukup sangar dan keras wajahnya, ketika istriku tiba di meja mereka maka para pria Afrika itu langsung berdiri mengelilingi istriku dan terlihat istriku sangat mungil dibandingkan dengan para pria Afrika itu. Mereka pun langsung menggendong tubuh telanjang istriku dengan mudah dan kulihat satu persatu mereka mencium istriku dengan liar sambil meremas-remas payudara dan astaga mereka dengan santainya meremas vagina istriku. Mereka menggosok-gosok vagina istriku dengan jarinya terlihat istriku kelojotan dan menggelinjang dengan liar tanda dia sangat menikmati dan nafsu menerima perlakuan para pria Afrika itu. Tidak sampai disitu kulihat istriku di gendong oleh dua pria Afrika yang satu disebah kiri dan yang satu disebelah kanan, tangan istriku sengaja dilingkarkan ke leher dua pria itu sementara kedua paha dan pantatnya dipegang oleh dua pria Afrika lainnya sehingga kaki istriku membentuk huruf V terbalik sehingga memperlihatkan vaginanya yang terawat rapih dan menggairahkan itu. Tak lama kemudian kulihat pria Afrika yang ke lima berlutut dan mukanya berada tepat didepan vagina istriku, tanpa membuang waktu lagi kulihat pria itu langsung melahap vagina istriku dengan rakus sehingga membuat istriku meronta-ronta dalam pelukan kedua pria Afrika yang besar-besar itu, hal ini menandakan istriku sangat menikmati rangsangan-rangsangan yang diberikan oleh pria Afrika itu. Kulihat vagina istriku disedot dan dilumat dengan penuh nafsu oleh pria Afrika itu sampai membuat istriku terlihat menjerit-jerit menahan nikmat meskipun aku tidak dapat mendengar jeritannya karena tersamar dengan alunan musik retro yang menghentak tetapi aku dapat melihat jelas mimic dan mulut istriku yang berkomat-kamit seperti mendesah dan menjerit keenakan. Kembali lagi sang MC segera melerai rangsangan-rangsangan yang diberikan oleh pria Afrika itu padahal terlihat istriku tersengal-sengal menandakan dia sedang dalam puncak kenikmatan tetapi terlanjur dihentikan sebelum dia mencapai orgasmenya. Kulihat istriku berjalan sedikit tertatih tatih dan lemas karena nampaknya pria Afrika itu hampir membuat dia mencapai puncak kenikmatan hanya dengan menghirup vaginanya.

Kejadian para pria itu memberikan rangsangan yang bertubi-tubi terus berlanjut sampai suatu saat istriku menghampiri sebuah meja yang terletak agak di pojok ruangan, kulihat istriku sedikit kaget dan tersipu malu ketika bertatapan dengan pria-pria yang ada di meja tsb. Aku tidak mengetahui apakah gerangan yang terjadi karena terlihat mereka berkomunikasi dengan baik tidak seperti pria-pria lain yang langsung menghampiri istriku dan memberikan ciuman mesra serta meremas-remas payudara dan pantat istriku. Setelah beberapa saat mereka berbicara dan cukup akrab maka dapat kusimpulkan bahwa istriku mengenal para pria itu dan tanpa kusangka istriku pun menunjuk salah satu pria yang berperawakan sedang, bertubuh gendut dan berkulit kecoklatan sebagai pria yang menyembunyikan celana dalam g-stringnya. Setelah istriku menentukan pilihan maka istriku dan pria gendut itu pun diajak naik ke atas panggung dan ketika mereka sudah berada di atas panggung maka untuk membuktikan celana dalam g-string istriku disimpan oleh pria itu maka istriku diminta untuk melakukan penggeledahan ke seluruh tubuh pria itu dan sambil malu-malu kulihat istriku memegang-megang badan dan kantung yang terdapat di pakaian pria itu setelah beberapa waktu melakukan penggeledahan dan istriku tidak bisa menemukan maka MC pun dengan nakalnya meminta istriku memeriksa ke dalam celana pria itu karena takut disembunyikan ke dalam celana. Dengan tersipu malu kulihat istriku menuruti perintah MC itu dan memasukan tangannya yang putih mulus ke dalam celana pria itu dan tak lama kulihat istriku menyentuh kemaluan pria itu yang tiba-tiba membesar menandakan pria itu mulai nafsu dengan sentuhan-sentuhan dari tangan istriku di dalam celananya. Setelah beberapa saat mencari-cari dalam celana pria itu dan tidak ditemukan celana dalam g-string istriku maka MC pun menyatakan istriku telah salah memilih pria dan dinyatakan kalah sehingga untuk sisa waktu dalam Perayaan Pesta Tahun Baru itu istriku menjadi milik pria itu dan pria itu berhak untuk melakukan apa saja terhadap tubuh telanjang istriku yang sexy. Aku langsung panic dan akhirnya pasrah karena ini adalah sebuah games yang juga aku setujui dari awal sehingga untuk menghilangkan rasa cemburu dan mungkin nafsu yang tidak tertahankan aku segera keluar dari ruangan dan bergegas pulang untuk mengambil pakaian istriku. Aku bergegas pulang akan tetapi karena hari itu adalah hari Perayaan Tahun Baru maka macet pun terjadi dimana-mana namun aku berusaha untuk memacu kendaraanku sehingga bisa cepat tiba di rumah. Di dalam mobil terus terang pikiran tidak tenang dan malah akhirnya membuatku nafsu sendiri membayangkan istriku yang telanjang bulat akan menemani para pria tersebut selama perayaan tahun baru. Akhirnya setelah jam 5 pagi aku tiba dirumah dan aku segera bergegas mengambil pakaian istriku dan langsung tancap gas untuk kembali lagi ke pesta tahun baru itu, perjalanan menuju tempat pesta sudah lebih sepi mengingat hampir semua perayaan pesta tahun baru yang berlangsung di jalan-jalan utama sudah selesai sehingga aku bisa memacu kendaraanku untuk bergegas sampai di tempat tujuan. Akhirnya hampir jam 6 pagi aku tiba kembali di tempat pesta dan aku membayangkan apa saja yang sudah terjadi terhadap istriku selama kurang lebih 6 jam itu. Kulihat tempat pesta itu sudah mulai sepi karena sebagian besar pengunjungnya sudah pulang entah untuk istirahat atau melanjutkan pesta di tempat lain. Sesampai di dalam ruangan aku bergegas mencari istriku dan awalnya aku tidak dapat menemukannya akan tetapi aku melihat MC sedang duduk beristirahat di sebuah meja dan aku segera menghampirinya untuk menanyakan keberadaan istriku. MC pun memintaku untuk menunggu di tempat duduk sebelahnya dan MC pun berjalan dan masuk ke dalam ruangan yang tertutup rapat, tak lama kemudian MC keluar sambil mengandeng istriku yang masih dalam keadeaan telanjang bulat tetapi dia terlihat sangat letih dan rambutnya sudah awut-awutan dan sekujur tubuhnya penuh dengan keringat.

Aku segera menghampiri MC itu dan segera menutup tubuh telanjang istriku dengan pakaian yang kubawa dari rumah dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun aku bergegas untuk kembali ke mobil tetapi MC itu sempat menahanku dan memberikan HP smartphone istriku kepadaku dan aku pun langsung menyimpannya ke dalam kantong celananku. Aku langsung memapah istriku menuju mobil dan langsung memasukannya dia ke kursi belakang supaya istriku bisa rebahan dengan lebih bebas. Aku pun segera memacu kendaraanku dengan cepat karena aku ingin segera tiba di rumah dan membawa istriku ke kamar untuk istirahat. Tak lama aku pun sampai dirumah dan aku segera memapah istriku kembali dan membawanya ke kamar tidur, istriku terlihat sudah tertidur meskipun tadi aku sempat memapahnya dengan hati-hati. Terlihat jelas di wajah istriku dia sangat kelelahan dan badannya penuh dengan keringat dan sperma pria yang sudah mulai mongering. Aku tidak ingin mengganggu istirahat istriku sehingga kubiarkan istriku berbaring dengan bebas padahal dalam kepalaku berkecamuk memikirkan apa saja yang telah dilakukan para pria itu kepada istriku. Tiba-tiba HP istriku yang ada di saku celanaku berbunyi menandakan ada sebuah sms masuk dan aku pun sontak ingin melihat isi sms yang masuk mengingat saat itu masih sangat pagi dan kulihat di HP istriku tertulis nama Udin dan dalam sms itu tertulis ‘SELAMAT TAHUN BARU manis dari Udin’ …. dan kalimat selanjutnyalah yang membuat jantungku berdebar keras karena di sms itu tertulis :
“terima kasih manis karena mala mini kita telah puas menikmati tubuhmu yang sexy dan menggairahkan itu dan untuk kenang-kenangan sudah kami copykan film kamu selama merayakan pesta tahun baru barusan dan selamat menikmati….. Jangan lupa pertemuan kita di kantor nanti akan lebih menggairahkan setelah kejadian malam ini. Selamat Beristirahat dan sampai bertemu kembali di kantor di tahun baru ini.” 
Aku langsung merinding dan kaget ternyata yang menemani istriku malam ini ternyata rekan kerja dia di kantornya dan terlebih lagi mereka sudah membuatkan rekaman istriku yang sedang dalam keadaan telanjang bulat dan tentunya dalam keadaan yang tidak dapat kubayangkan. Setelah membaca sms itu aku pun dengan hati yang tegang dan nafsu mencari film tsb di HP istriku dan tak lama kulihat ada banyak file rekaman dan aku memberanikan diri untuk melihat film itu

Bersambung
By: Fun Couple
Sungguh Puaskah Istri Anda ?